Kasus Kematian Nizam Syafei Masuk Babak Baru, Peran Ayah Kandung Disorot KPAI
Kasus meninggalnya Nizam Syafei, bocah asal Sukabumi yang diduga menjadi korban kekerasan ibu tirinya, TR, kini memasuki babak baru.
Sorotan publik yang sebelumnya tertuju pada pelaku, kini mulai mengarah ke ayah kandungnya, Anwar Satibi.
Anwar diduga lalai karena tidak segera membawa anaknya berobat meski kondisinya disebut sudah memburuk sebelum akhirnya meninggal dunia.
Baca Juga: Ayah Kandung Nizam Sukabumi Minta Donasi di Facebook, Netizen Hilang Respect
Diduga Ada Pembiaran Tiga Hari
Kuasa hukum ibu kandung Nizam, Lisnawati, yakni Krisna Murti mengungkap adanya dugaan pembiaran selama tiga hari.
Baca Juga: Jejak Kelam KDRT Ibu Tiri Nizam Syafei: Sempat Dilaporkan Lalu Damai, Kini Berujung Maut
"Iya, tanggal 15 dia bilang lagi sibuk. Tanggal 17 cuma kirim foto anak beralaskan karpet. Tanggal 18 baru dibawa ke rumah sakit. Jadi tiga hari didiamkan," jelasnya.
Karena dugaan tersebut, pihak ibu kandung kini meminta bantuan sejumlah lembaga negara untuk mengusut kemungkinan keterlibatan Anwar dalam kasus ini.
KPAI Soroti Sikap Ayah dan Minta Polisi Bertindak
Anwar Satibi, ayah kandung Nizam yang kini menjadi sorotan publik. [YouTube]
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang ikut mengawal kasus ini juga menemukan hal janggal. Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menyebut keluarga menyampaikan bahwa Anwar bahkan tidak datang ke makam anaknya.
"Jadi keluarga juga menyampaikan gitu ya, ayah ini nggak datang melihat kuburan gitu," ungkap Jasra Putra.
KPAI juga menilai luka-luka di tubuh Nizam seharusnya menjadi tanda bahaya bagi seorang ayah untuk segera bertindak. Namun, Anwar dinilai tidak mengambil langkah hukum terhadap istrinya saat itu.
Lebih disayangkan lagi, pada 2024 sempat ada laporan kekerasan yang berakhir damai. KPAI menilai keputusan berdamai tersebut tidak sejalan dengan kewajiban orang tua untuk melindungi anak.
Kasus kematian Nizam kini didalami lebih lanjut, termasuk kemungkinan unsur penelantaran oleh orang tua kandung. [Indopop/Raka]
"Nah kita sangat sayangkan bapak yang seharusnya melindungi anak, ternyata dia mendamaikan kasus ini," tutur Jasra.
Kini KPAI mendesak kepolisian memeriksa Anwar secara intensif. Mereka meminta penyelidikan dilakukan secara terbuka untuk memastikan ada atau tidaknya unsur penelantaran dalam tragedi ini.
Publik juga menanti keberanian Polres Sukabumi untuk menetapkan status hukum bagi ayah kandung jika ditemukan bukti keterlibatan aktif maupun pasif. Keadilan bagi Nizam harus ditegakkan secara menyeluruh tanpa pandang bulu terhadap status hubungan keluarga.