Ariyo Wahab Antusias Jadi Juri Band Academy Indosiar, Ingat Cita-cita Jadi Pemain Band
Musisi senior Ariyo Wahab mengungkapkan rasa antusiasnya saat dipercaya menjadi juri Band Academy yang tayang di Indosiar.
Bagi Ariyo, menjadi pemain band adalah satu-satunya mimpi yang ia miliki sejak dulu. Ia merasa bersyukur karena impian tersebut akhirnya bisa terwujud, sehingga kehadiran Band Academy menurutnya bisa menjadi jalan bagi generasi muda untuk menggapai mimpi serupa di industri musik.
“Karena cita-cita gue dari dulu cuma satu, nggak muluk-muluk, gue pengin jadi pemain band. Akhirnya sekarang gue bisa jadi seperti ini. Makanya dengan adanya Band Academy ini, gue harap bisa menjadi kesempatan atau pintu bagi teman-teman yang punya mimpi yang sama untuk mewujudkan cita-citanya,” ujar Ariyo.
Baca Juga: KOTAK Lahir dari Pencarian Bakat, Tantri Semangat Jadi Juri Band Academy
Komposisi Juri Dinilai Saling Melengkapi
Ariyo juga memuji komposisi para juri yang terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, masing-masing juri memiliki spesialisasi yang berbeda, mulai dari pencipta lagu, produser, hingga kemampuan aksi panggung dan fashion, sehingga dapat saling melengkapi dalam membimbing para peserta.
Baca Juga: Kadang Perannya Nyebelin, Kini Ariyo Wahab Jadi Ustaz di 'Pembantaian Dukun Santet'
Ia mencontohkan perjalanan band Kotak sebagai bukti nyata kesuksesan yang berawal dari proses panjang di festival band. Menurut Ariyo, perjalanan Kotak menunjukkan bahwa membangun sebuah band bukanlah hal yang mudah karena membutuhkan proses, konflik, hingga akhirnya terbentuk chemistry yang kuat.
“Menurut gue, Kotak bisa jadi contoh yang valid. Mereka berasal dari festival band, bahkan awalnya bukan langsung terbentuk sebagai band utuh. Personelnya dipilih satu per satu hingga akhirnya menjadi sebuah band," ujar Ariyo.
"Prosesnya panjang, penuh suka duka, bahkan sempat ribut juga. Tapi dari situ akhirnya tercipta chemistry yang membuat mereka bertahan sampai sekarang,” lanjutnya.
Proses Belajar Jadi Bekal Karier Peserta
Ariyo Wahab antusias menjadi juri Band Academy Indosiar. [Indopop/Raka]
Lebih lanjut, Ariyo menekankan bahwa tujuan utama Band Academy bukan sekadar mencari pemenang atau juara. Baginya, nilai terpenting dari ajang ini adalah proses pembelajaran yang akan menjadi bekal bagi para peserta dalam membangun karier mereka di masa depan.
Vokalis band The Dance Company itu menilai para peserta tidak hanya akan tampil selama kompetisi berlangsung, tetapi juga mendapatkan pengalaman berharga yang bisa mereka gunakan ketika terjun langsung ke industri musik.
“Peserta band nanti bukan hanya tampil di acara ini selama tiga bulan atau sekadar mengejar juara. Yang paling penting adalah prosesnya. Itu yang akan menjadi bekal mereka untuk sukses di masa depan,” tuturnya.
Ariyo pun berharap Indosiar dapat terus menghadirkan Band Academy dalam berbagai musim berikutnya. Ia yakin kompetisi seperti ini bisa kembali menggairahkan ekosistem band di Indonesia sekaligus membuat industri musik Tanah Air menjadi lebih berwarna dan kompetitif.
“Semoga Band Academy tidak berhenti di season pertama saja. Mudah-mudahan bisa berlanjut ke season dua, tiga, sampai seterusnya. Siapa pun jurinya, yang penting acara ini tetap ada agar dunia band di Indonesia semakin hidup,” pungkasnya.