Pandji Pragiwaksono Dicecar 63 Pertanyaan di Polda Metro Jaya, Klarifikasi Mens Rea
Komika Pandji Pragiwaksono akhirnya merampungkan proses klarifikasi di Polda Metro Jaya terkait materi stand-up comedy Mens Rea. Pemeriksaan ini berkaitan dengan laporan dugaan penistaan agama yang menyeret namanya.
Didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar, Pandji keluar dari Gedung Polda Metro Jaya sekitar pukul 18.48 WIB. Ia sudah berada di sana sejak pagi dan menjalani pemeriksaan cukup panjang.
Haris Azhar mengungkapkan, kliennya harus menjawab total 63 pertanyaan dari penyidik. Proses klarifikasi dimulai sekitar pukul 10.30 WIB dan baru selesai menjelang malam hari.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Bela Deddy Corbuzier soal RUU TNI: Dia Disuruh sama Atasannya
“Tadi mulai kurang lebih jam 10.30 WIB lewat. Ada 63 pertanyaan,” ujar Haris saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat (6/2/2026).
Menurut Haris, sebagian besar pertanyaan berkaitan dengan materi Mens Rea yang tayang di Netflix pada Desember 2025. Menariknya, penyidik justru menyoroti potongan video yang beredar di media sosial, bukan cuplikan resmi dari tayangan Netflix.
Baca Juga: Fauzi Baadilla jadi Komisaris Pos Indonesia, Pandji Pragiwaksono: Mau Nangis Gak Sih?
Materi yang dibahas pun cukup beragam, mulai dari analogi memilih pemimpin atau pejabat publik, pembahasan soal sholat safar di pesawat, hingga isu kebijakan publik.
"Yang ditanyakan itu soal terkait dengan memilih pemimpin atau pejabat publik, lalu soal sholat safar di pesawat. Pandji kan juga menyampaikan analoginya," jelas Haris.
Pandji Pragiwaksono saat silaturahmi ke kantor MUI. [FTNews/Selvianus Kopong Basar]
Selain itu, polisi juga mendalami materi komedi Pandji yang menyinggung isu sosial-politik, termasuk soal pemberian izin tambang kepada ormas Muhammadiyah dan PBNU, serta fenomena banyak artis yang terjun ke dunia politik di Jawa Barat.
Haris menambahkan, meski laporan awal berkaitan dengan dugaan penistaan agama, penyidik menggunakan empat pasal dalam perkara ini.
"Pasal 300 itu soal penodaan agama, 301 soal penyebarluasan publikasinya. Pasal 242 soal penistaan terhadap kelompok tertentu, dan 243 soal penyebaran dari poin yang 242," terang Haris.
Pertunjukan spesial Pandji Pragiwaksono bertajuk Mens Rea. [Instagram]
Sementara itu, Pandji menegaskan dirinya kooperatif selama proses pemeriksaan. Ia mengaku telah menjawab seluruh pertanyaan penyidik dengan sebaik mungkin, namun tetap pada pendiriannya bahwa materi komedinya tidak bertujuan menistakan agama.
"Saya tadi menjalani prosesnya, saya coba jawab pertanyaan dari polisi sebaik mungkin. Saya ada pada posisi tidak merasa melakukan penistaan agama," tegas Pandji.
Sebagai catatan, Mens Rea merupakan pertunjukan stand-up comedy Pandji Pragiwaksono yang digelar di Indonesia Arena, Jakarta, pada 30 Agustus 2025, lalu tayang di Netflix pada 27 Desember 2025.
Usai penayangan tersebut, Pandji dilaporkan oleh pihak yang mengaku berasal dari Angkatan Muda Nahdlatul Ulama dan Aliansi Muda Muhammadiyah pada Rabu (7/1/2026).