Konsultasi ke Ustaz Quraish Shihab, Emir Mahira Cari Jawaban Logis Soal Hukum Pukul Istri
Dalam proses mendalami ajaran Islam, Emir Mahira mengaku sempat memiliki ganjalan besar terhadap beberapa aturan yang dianggapnya kontroversial. Salah satu yang paling mengusik pikirannya adalah mengenai hak suami dalam memberikan sanksi fisik kepada istri.
Enggan membiarkan pertanyaan tersebut tak terjawab, Emir memilih untuk melakukan riset mendalam dan berdiskusi dengan para ahli agama. Ia pun mendapatkan kesempatan berharga untuk bertukar pikiran langsung dengan ulama besar, Ustaz Quraish Shihab.
"Jadi di Islam itu diizinkan, yang aku permasalahkan dulu, adalah seorang suami itu boleh memukul istri jika istri itu salah atau suami itu memiliki ketakutan terhadap istrinya akan melakukan sesuatu yang kelewatan. Itu sesuatu yang sangat aku permasalahkan," tutur Emir belum lama ini di hadapan awak media.
Baca Juga: Sempat Jauh dari Agama Saat di Kanada, Emir Mahira Temukan Islam Lewat Jalur Logika
Emir Mahira. (Indopop/Raka)
"Tapi aku pelajari lebih dalam, aku cari tahu, alhamdulillah ada kesempatan untuk ngobrol dengan Ustaz Quraish Shihab dan juga ngobrol dengan ustaz-ustaz lain bahwa aku menemukan jawabannya," lanjutnya.
Melalui diskusi tersebut, Emir akhirnya memahami bahwa kata "memukul" dalam konteks agama memiliki makna yang jauh berbeda dari kekerasan fisik. Ia tersadar bahwa masalah yang selama ini ia rasakan sebenarnya bukan berasal dari ajaran agama, melainkan perilaku manusia yang menyimpang.
Baca Juga: Cerita Emir Mahira Iktikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan Tahun Ini, Pertama Kali Seumur Hidup
Penyalahartian ayat-ayat suci untuk kepentingan pribadi dinilainya sebagai penyebab munculnya pandangan negatif terhadap Islam. Emir kini lebih kritis dalam melihat perbedaan antara esensi agama dengan praktik keliru yang dilakukan oknum pemeluknya.
"Suami itu boleh memukul sang istri jika ada ketakutan, tapi itu ketakutan yang, misalnya, kita takut istri memukul anak kita, itu bisa kita tepok untuk menahan 'Hei, sadar. Jangan'. Dan hukumannya adalah tidak boleh di wajah, tidak boleh membekas, dan tidak boleh menyakiti. Jadi sebenarnya memukul ini kan lebih ke negur, nepok gitu. Itu aku bisa terima," jelas Emir.
Emir juga memegang teguh nasihat untuk fokus memperbaiki kualitas diri sendiri sebelum berbicara lebih jauh mengenai urusan agama. Ia percaya bahwa niat yang tulus merupakan modal utama agar tidak terjebak dalam penggunaan dalil untuk melegitimasi kejahatan.
Ia merasa sangat terbantu dengan koneksi keluarganya yang memungkinkan dirinya berdialog dengan tokoh-tokoh inspiratif. Pengalaman ini membuatnya semakin yakin untuk terus mengejar pemahaman yang utuh mengenai rumah tangga dalam Islam.
Emir Mahira. (Indopop/Raka)
"Ada satu perkataan Ustaz Quraish Shihab yang menurut aku sangat resonate dengan aku. Beliau bicara, 'Jangan berani-berani menyentuh agama kalau kita belum fokus memperbaiki diri sendiri. Kita harus fokus menjadi orang baik dulu, baru kita mendekatkan diri terhadap agama," ujar Emir menirukan ayah Najwa Shihab tersebut.
"Karena kalau kita niatnya jahat kita belajar agama, banyak ayat-ayat yang bisa kita ambil segala macam untuk memanfaatkan keinginan kita. Kita harus fokus terhadap diri kita, pastikan bahwa kita adalah manusia yang baik baru mengejar agama," pungkasnya.