Garap Film Menari dengan Bayangan, Baskara Putra Larang Keras Bullying di Fanbase!
Kolaborasi antara musisi Baskara Putra dan sutradara Edwin dalam menggarap film "Menari dengan Bayangan" diprediksi bakal menghadirkan kualitas visual dan narasi yang luar biasa. Baskara secara terang-terangan memuji kemampuan Edwin dalam meramu cerita drama remaja yang memiliki kedalaman emosional.
Proyek ini mengusung konsep unik di mana satu album musik utuh akan dijadikan sebagai lagu pengiring utama di sepanjang film. Baskara menjelaskan bahwa alur ceritanya dikembangkan secara khusus agar selaras dengan pesan-pesan yang tertuang dalam karya musiknya.
"Harusnnya semuanya sih, harusnnya satu album itu jadi soundtrack. Cuman lagi-lagi belum bisa dibilang persisnya yang mana, sebelah mana gitu, jadi cuma the whole album is the soundtrack. Ini ceritanya memang di-develop, ditulis baru, ini original script tapi based on hal-hal yang dibicarakan di album tersebut." ungkap Baskara.
Baca Juga: Baskara Putra Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Ini Serangan Terhadap Demokrasi
Hindia atau Baskara Putra. (Indopop/Raka)Terjun ke dunia perfilman memberikan pengalaman baru yang menantang bagi vokalis Hindia ini, terutama dalam hal koordinasi tim berskala besar. Ia mengaku masih dalam tahap adaptasi untuk memahami ekosistem kerja di industri layar lebar yang cukup berbeda dengan dunianya selama ini.
"Jujur saya nggak tahu, ini pengalaman pertama jadi EP jadi masih buta total. Kalau di musik sih kalau bikin show itu kerja tim ya, timnya kurang lebih segede film. Cuman saya pribadi masih nggak tahu apakah bisa diterjemahkan apa nggak, ini masih beda ini, karena ini ilmu yang baru, yang berbeda sendiri, industrinya beda." tuturnya secara jujur.
Selain membahas film, Baskara juga menyinggung soal dinamika para pendengarnya yang terkadang salah dalam mengartikan makna dari lagu-lagu ciptaannya. Baginya, sebuah karya yang telah dilempar ke publik secara otomatis akan memiliki interpretasi yang beragam di mata masyarakat.
Baca Juga: Album 'Menari dengan Bayangan' Difilmkan, Hindia Turun Tangan Jadi Produser Eksekutif
Baskara juga secara tegas menyatakan bahwa dirinya tidak akan pernah menoleransi segala bentuk aksi perundungan yang terjadi di dalam lingkup penggemarnya. "Karya kalau udah di publik itu udah punya orang, jadi I have no control over that. Jadi ya nggak papa gitu sebenarnya. Oh ya, I will never tolerate bullies in my fanbase. Yes. Makasih ya semuanya." tegasnya.
Pernyataan keras tersebut menunjukkan keseriusan Baskara dalam menciptakan ruang yang aman dan positif bagi seluruh pengikutnya di media sosial. Ia ingin memastikan bahwa komunitas pendukungnya tetap berpegang pada nilai-nilai kemanusiaan dan saling menghargai.
Film adaptasi ini diharapkan tidak hanya menjadi sajian hiburan yang memanjakan mata, tetapi juga sarana refleksi bagi para penontonnya. Integrasi antara musik dan sinema ini menjadi eksperimen seni yang sangat dinantikan oleh penikmat karya Baskara maupun Edwin.
Melalui proyek ambisius ini, Baskara membuktikan totalitasnya dalam berkarya melampaui batas satu medium seni saja. Antusiasme publik kini tertuju pada hasil akhir penggabungan visi artistik antara musisi jenius dan sutradara berbakat tersebut.