Cerita Emir Mahira Iktikaf di 10 Hari Terakhir Ramadan Tahun Ini, Pertama Kali Seumur Hidup
Ramadan tahun 2026 menjadi momen yang sangat berbeda bagi aktor Emir Mahira karena adanya kesadaran spiritual yang baru. Ia mengaku ingin memaksimalkan sisa bulan suci ini dengan menjalankan ibadah yang belum pernah ia lakukan sebelumnya.
Emir kini lebih disiplin dalam menjalankan kewajiban salat lima waktu dan salat tarawih setiap malamnya. Ia merasa memiliki tanggung jawab lebih untuk menjaga konsistensi ibadahnya agar tidak lagi mengalami kegagalan seperti masa lalu.
"Aku coba iktikaf tahun ini, pertama kali. Aku belum pernah selama ini iktikaf. Sekarang aku lagi mencoba untuk merajinkan diri untuk salat tarawih tiap malam. Paling enggak salat, InsyaAllah, enggak bolong dan tahun ini aku InsyaAllah ingin coba iktikaf," cerita Emir belum lama ini.
Baca Juga: Jadi Ustaz Muda di Kupilih Jalur Langit, Emir Mahira Ngaku Kebawa Sampai Dunia Nyata
Emir Mahira. (Indopop/Raka)
"Sebenarnya lebih mempunyai kesadaran diri aja sih. Kesadaran diri untuk berusaha salat tepat waktu, salat enggak bolong, puasanya juga enggak bolong, InsyaAllah," lanjutnya.
Perubahan besar ini dipicu oleh kenangan pahit di awal pandemi tahun 2020 yang membuatnya merasa sangat kehilangan arah hidup. Saat itu, Emir mengalami kondisi mental yang cukup berat di mana ia kehilangan semangat untuk beraktivitas.
Baca Juga: Sempat Jauh dari Agama Saat di Kanada, Emir Mahira Temukan Islam Lewat Jalur Logika
Meskipun enggan melabeli kondisinya sebagai depresi klinis, ia merasakan beban berat yang hanya bisa ia tumpahkan melalui tidur panjang. Titik terendah itulah yang kemudian menjadi pemicu awal perjalanannya mencari kedamaian dalam Islam.
"Aku jujur enggak berani bilang aku lagi depresi karena aku enggak qualified untuk ngomong itu, tapi di momen itu aku memang setiap kali bangun aku hanya ingin tidur. Aku enggak pengen ngapa-ngapain, capek, pengen tidur aja," cerita Emir.
Emir Mahira. (Indopop/Raka)
"Itu tahun 2020 awal pandemi. Jadi di situ mulai perjalanan agama, dan di film (Kupilih Jalur Langit) ini seperti teguran lagi. 'Kan kemarin kamu udah dapat jawaban nih, masa kamu enggak dalamin lebih dalam?' Film ini adalah colekan itu buat aku," tambahnya.
Keterlibatannya dalam film bertema religi dianggap Emir sebagai cara Tuhan untuk menariknya kembali pada jalur pembelajaran agama. Emir memandang rencana iktikafnya sebagai langkah konkret untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pencipta secara batiniah.