Sempat Jauh dari Agama Saat di Kanada, Emir Mahira Temukan Islam Lewat Jalur Logika
Aktor Emir Mahira membagikan pengalaman spiritual yang sangat personal mengenai perjalanan imannya yang penuh liku. Saat menempuh pendidikan di Kanada, ia mengaku sempat berada di titik terjauh dari nilai-ajaran agama.
Lingkungan yang sekuler membuatnya sulit menemukan relevansi antara praktik ibadah dengan kehidupan modern yang serba logis. Namun, pencariannya terhadap solusi kesehatan mental justru membawanya kembali pada akar keyakinannya.
"Sebenarnya aku itu menemukan agama setelah aku menjauh dari agama. Jadi aku kuliah di Kanada itu aku sangat jauh dari agama, enggak ada teman-teman yang salat sama sekali. Tapi kebetulan dari situ aku malah menemukan agama. Pengalaman spiritual yang membuat aku kayak, 'Oke,'" ungkap Emir belum lama ini.
Baca Juga: Jadi Ustaz Muda di Kupilih Jalur Langit, Emir Mahira Ngaku Kebawa Sampai Dunia Nyata
Emir Mahira (Indopop/Raka)"Jadi aku tuh orangnya sangat saintifik, sangat logis. Dari dulu aku diajarin agama itu sesuatu yang sangat spiritual, jadi aku susah menemukan benefitnya. Tapi aku mulai pelajari benefitnya secara logis dan aku menemukan," lanjutnya.
Emir menceritakan bagaimana ia menemukan kaitan antara salat dengan metode penyembuhan depresi secara medis. Baginya, setiap gerakan dan doa dalam salat ternyata memiliki kesamaan fungsi dengan meditasi dan praktik rasa syukur.
Ia menyadari bahwa pengetahuan orang-orang terdahulu yang sempat ia remehkan ternyata memiliki landasan ilmiah yang kuat. Penemuan ini membuatnya sangat emosional hingga ia terus menggambar simbol suci umat Islam di buku catatannya.
Baca Juga: Syuting Film 'Kupilih Jalur Langit' di Malang, Emir Mahira dan Zee Asadel Rasakan Suasana Slow Living
"Salah satu obat depresi paling ampuh itu adalah meditasi dan bersyukur. Tulis lima hal yang kita bersyukur hari itu pagi-pagi supaya otak itu ke-wire untuk 'Oke, gue bersyukur'. Nah, itu persamaan yang aku lihat di dalam salat. Which is kalau misal aku salat itu adalah meditasi," tutur Emir.
"Dulu aku meremehkan sekali pengetahuan orang lampau karena menurut aku mereka enggak punya saintifiknya untuk menjelaskan. Tapi mungkin salat ini adalah bentuk meditasi dari zaman Nabi Muhammad SAW yang baru sekarang kita tahu benefit-nya secara medis. Aku ingat banget waktu itu aku lagi sama temanku, aku kayak orang gila, aku gambar Ka'bah berkali-kali di buku aku, aku telepon kakakku, 'Kak, aku ketemu Islam'. Dari situ aku nangis-nangis sama kakak aku," kisahnya.
Emir Mahira (Indopop/Raka)Kini, Emir merasa agamanya bukan lagi sekadar warisan dari orang tua yang diterima tanpa proses berpikir. Ia berkomitmen untuk terus mendalami sejarah dan makna setiap syariat Islam secara mandiri.
Proses syuting film terbarunya pun ia anggap sebagai sebuah teguran halus dari Sang Pencipta agar ia tidak berhenti belajar. Ia ingin Islam menjadi agama yang benar-benar tumbuh dari dalam dirinya sendiri.