Kasus Kematian Lula Lahfah Resmi Dihentikan, Polisi Ungkap Alasannya hingga Singgung Keluarga
Pihak kepolisian resmi menghentikan penyelidikan kasus kematian selebgram Lula Lahfah. Hal itu disampaikan polisi saat konferensi pers yang digelar di Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026) petang.
Setelah melakukan penyelidikan secara menyeluruh, polisi resmi menghentikan kasus itu. Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Iskandarsyah menyebut polisi sudah melakukan penyelidikan secara mendalam.
Baca Juga: Polisi Ungkap 16 Barang Bukti di Apartemen Lula Lahfah, Ada Bercak Darah di Kapas, Tisu dan Sprei
Adapun penyelidikan itu seperti melakukan pemeriksaan saksi, menyelidiki rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian dan memastikan kronologi peristiwa. Dari hasil penyelidikan itu diketahui bahwa tidak ada tindak pidana di kasus kematian Lula Lahfah.
Oleh karena itu, polisi memutuskan untuk menghentikan kasus tersebut. Apalagi, pihak keluarga telah menolak untuk melakukan autopsi.
Baca Juga: Bersimpuh di Makam Lula Lahfah, Reza Arap Ngaku Kangen Berat dengan Sang Kekasih
"Di sini kita lihat tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun upaya melawan hukum."
"Kami sudah melakukan penyelidikan secara maksimal dan saya selaku ketua tim penyelidikan di sini saya rasa sudah cukup bahwa tidak ditemukan adanya peristiwa pidana dan kita harus melaksanakan penghentian penyelidikan di sini terkait penemuan jenazah dari saudari LL," ujarnya dilansir dari Youtube Intens Investigasi.
Ia juga meminta agar publik menghormati pihak keluarga yang berduka. Tak hanya itu, ia juga meminta publik untuk tidak berspekulasi dan menimbulkan polemik-polemik di masyarakat.
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Kematian Lula Lahfah [sumber: Youtube Intens Investigasi]
"Kita hormati keluarga korban. Kita doakan di sini kita coba intropeksi diri. Jangan menimbulkan polemik-polemik."
"Saya minta karena apa yang sudah saudari LL lakukan di sini, perbuat di sini, saya rasa tidak ada yang di sini melawan hukum. "
"Jadi jangan sampai ada polemik menimbulkan keluarga, menimbulkan tekanan yang akhirnya menjadi perdebatan di masyarakat," ujarnya.
Polisi Sempat Ungkap Fakta Baru
Sekadar informasi, polisi sempat menemukan 16 barang bukti penting di apartemen mendiang Lula Lahfah. Dari 16 barang bukti itu antara lain tabung Whip Pink, sprei, kapas dan tisu. Bahkan, polisi menemukan DNA Lula Lahfah yang menempel di botol Whip Pink yang telah kosong.
Lula Lahfah [sumber: Instagram Lulalahfah]
Tak hanya itu, polisi juga menemukan bercak darah di kapas dan tisu yang telah digunakan sebelumnya, juga di sprei.
"Setelah kami melakukan pemeriksaan, kami dapat simpulkan bahwa benar bahwa pada seprai terdapat bercak darah pada tisu atau kapas bekas pakai terdapat bercak darah dan pada satu buah tabung Whip Pink itu muncul profil DNA," ungkap Kaur Subbid Toksikologi Puslabfor Bareskrim Polri, Pembina Azhar Darlan dilansir dari Youtube Reyben Entertainment.
"Kesimpulannya, bahwa bercak darah yang ada pada seprai, bercak darah pada kapas dan tisu, dan touch DNA atau DNA sentuhan, profilnya itu adalah milik Saudari LL, dan Saudari LL ini adalah anak biologis daripada Saudara Muhammad Feroz," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Lula Lahfah ditemukan meninggal di kamar apartemennya pada Jumat (23/1/2026) malam. Kasus kematian Lula sempat menyita perhatian publik, hal itu karena kepergiannya dirasa sangat mendadak.