Gosip

Ini Identitas Perempuan di Video Dea Store Meulaboh, Kabarnya Berasal dari Medan

03 Maret 2026 | 08:30 WIB
Ini Identitas Perempuan di Video Dea Store Meulaboh, Kabarnya Berasal dari Medan
Identitas perempuan dalam video dea store Meulaboh. [TikTok]

Warga yang geram kemudian meminta Dea untuk tidak lagi menginjakkan kakinya di kawasan Gampong Panggong, sementara kasus ini kini telah ditangani oleh Polisi Syariah atau Wilayatul Hisbah (WH) setempat.

Fenomena viral seperti ini kembali menunjukkan betapa cepatnya sebuah klip pendek mampu mencuri perhatian publik di era media sosial saat ini.

Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus Dea, dan netizen pun diimbau untuk berhati-hati terhadap klaim tautan video lengkap yang sering dibagikan oleh akun-akun tertentu.

UPDATE TERBARU: KLARIFIKASI KETUA PEMUDA BERSAMA PEMILIK TOKO

Beredarnya video penggerebekan yang diduga melibatkan pasangan bukan mahram di sebuah toko smartphone di Meulaboh, Aceh Barat, akhirnya mendapatkan tanggapan resmi dari pihak ketua pemuda setempat.

Kamarzan, selaku Ketua Pemuda Gampong Panggong, membantah keras narasi yang viral di media sosial dan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar atau hoaks.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul ramainya pemberitaan di berbagai platform seperti Instagram dan TikTok yang mengklaim telah terjadi penangkapan terhadap sepasang non-muhrim yang diduga hendak berbuat mesum di dalam toko pada Jumat (27/2/2026) dini hari.

Dalam keterangan resminya, Minggu (2/3/2026), Kamarzan didampingi oleh pemilik Toko Dea Star, yang sebelumnya dikenal dengan nama "Dea Store" di media sosial, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

“Informasi yang beredar menyebutkan adanya penangkapan dua orang yang diduga melakukan perbuatan asusila di dalam toko. Padahal, saat kejadian berlangsung, di dalam toko terdapat lima orang, dan tiga di antaranya adalah keluarga,” ujar Kamarzan dalam pernyataan tertulisnya.

Ia menjelaskan bahwa insiden yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tersebut sebenarnya telah diselesaikan secara kekeluargaan pada hari yang sama.

Namun, narasi yang berkembang di media sosial dinilai telah mencemarkan nama baik Gampong Panggong serta merugikan pemilik Toko Dea Star Ponsel, Shopee Cell, dan admin toko yang bekerja di lokasi tersebut.

“Kami sangat menyayangkan informasi tidak benar yang beredar luas dan merugikan banyak pihak. Padahal, klarifikasi sudah dilakukan sejak awal dan permasalahan telah selesai secara kekeluargaan,” tegas Kamarzan.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berasal dari akun anonim atau tidak jelas sumbernya.

Kamarzan juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, terlebih di bulan suci Ramadan, agar terhindar dari penyebaran fitnah yang dapat menimbulkan kerugian bagi pihak lain.

“Semoga dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang benar bahwa informasi yang sempat viral tersebut tidak sesuai dengan fakta,” pungkasnya.

Diharapkan klarifikasi ini dapat memberikan gambaran utuh kepada publik dan menghentikan pengaruh narasi tidak bertanggung jawab yang sempat menyebar luas di media sosial.


1 2 Tampilkan Semua
Tag dea store meulaboh meulaboh