Rating Dea Store Meulaboh di Google Cuma Segini, Sikap Minus Sales Disorot!
Nama Dea Star Ponsel, atau yang lebih dikenal warganet dengan sebutan "Dea Store Meulaboh," mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Bukan hanya karena insiden penggerebekan yang sempat viral dan kemudian diklarifikasi sebagai hoaks, tetapi juga karena sorotan tajam netizen terhadap kualitas pelayanan toko tersebut di platform ulasan Google Review.
Pascainsiden penggerebekan pada Jumat (27/2/2026) dini hari yang melibatkan pemilik dan karyawati, publik mulai penasaran dengan reputasi toko smartphone yang berlokasi di Gampong Panggong, Kecamatan Johan Pahlawan ini.
Baca Juga: Viral Dea Store Meulaboh, Klarifikasi Owner Toko Smartphone Mengejutkan
Meski klarifikasi dari Ketua Pemuda setempat menyatakan bahwa tuduhan perbuatan mesum tidak benar, warganet justru mengalihkan perhatian mereka pada ulasan-ulasan pelanggan yang tertera di Google Review.
Berdasarkan pantauan, nilai ulasan rata-rata Dea Star Ponsel berada di angka 2,6 dari skala 5, dengan total sembilan penulis ulasan.
Baca Juga: Ini Hubungan Karyawati Dea Store Meulaboh dengan Pemilik Toko, Ternyata di Dalam Ada 5 Orang!
Angka yang relatif rendah ini memicu berbagai spekulasi di kalangan netizen mengenai kualitas pelayanan dan praktik bisnis toko tersebut.
Testimoni soal pelayanan di Dea Star Ponsel atau Dea Store Meulaboh. [Google Review]
Sejumlah testimoni pelanggan yang diunggah di Google Review menjadi sorotan. Beberapa di antaranya bahkan mengkritik habis-habisan pelayanan yang diberikan oleh para sales di toko tersebut.
"Pelayanan buruk, sales sukak berantem depan konsumen," tulis seorang reviewer dengan nada kesal.
Ulasan serupa juga disampaikan oleh pelanggan lain yang mengeluhkan keramahan para pramuniaga.
"Pelayanan kurang ramah dan sering kelahi antar sales," tulisnya.
Namun, kritik paling tajam justru datang dari seorang reviewer yang menyoroti praktik penjualan yang dinilai menyesatkan konsumen, terutama terkait spesifikasi teknis ponsel.
Ia menuding toko tersebut menggabungkan istilah RAM asli dengan extended RAM secara tidak proporsional sehingga berpotensi merugikan pembeli awam.
Testimoni soal pelayanan di Dea Star Ponsel atau Dea Store Meulaboh. [Google Review]
"Untuk pihak tokonya.. jangan digabungin antara extended ram dengan ram yang asli, extended ram ya copotan dari kapasitas penyimpanan skalanya 8 : 1. Ibaratkan extended ram adalah 3 anak kecil yang membantu 3 orang ahli dalam suatu bidang. Dari perumpamaan tadi, kalau kita menyebutnya 6 orang, bener sih tapi kinerja nya tidak seperti 6 ram asli. Jadi nggak pantas lah extended ram digabungin jadi satu dengan ram. Situ jualan hp apa mau nipu? Hape ram 3 malah di bilang 6 ram karena extended ram nya ditambah. Tolonglah jangan memanfaatkan ketidaktahuan orang awam terhadap hal tsb," tulis reviewer tersebut panjang lebar.
Meski demikian, tidak semua ulasan bernada negatif. Beberapa pelanggan lain memberikan tanggapan positif meski hanya dengan komentar singkat.
"Memuaskan," kata seorang reviewer.
"Baguss," sahut reviewer lainnya.
Testimoni soal pelayanan di Dea Star Ponsel atau Dea Store Meulaboh. [Google Review]
Fenomena ini menunjukkan bagaimana sebuah insiden viral bisa memicu sorotan publik terhadap reputasi sebuah usaha.
Warganet kini tidak hanya membahas insiden penggerebekan yang ternyata hoaks, tetapi juga mulai menggali kredibilitas dan kualitas pelayanan Dea Star Ponsel sebagai penyedia layanan smartphone di Meulaboh.
Hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen Dea Star Ponsel belum memberikan tanggapan resmi terkait berbagai ulasan negatif yang mencuat di media sosial dan platform Google Review.