Gosip

Ini Identitas Perempuan di Video Dea Store Meulaboh, Kabarnya Berasal dari Medan

03 Maret 2026 | 08:30 WIB
Ini Identitas Perempuan di Video Dea Store Meulaboh, Kabarnya Berasal dari Medan
Identitas perempuan dalam video dea store Meulaboh. [TikTok]

Viral video penggerebekan dan pengarakan seorang karyawati toko smartphone di Meulaboh pada Jumat (27/2/2026) dini hari memicu rasa penasaran publik. Siapa sebenarnya perempuan muda yang terlihat dalam video berbaju merah dan berhijab hitam tersebut?

rb-1

Nama Dea Store Meulaboh mendadak menjadi topik hangat di media sosial setelah sebuah video singkat yang merekam beberapa momen menarik ramai diperbincangkan netizen. Banyak warganet bertanya-tanya tentang identitas karyawati dalam video yang diunggah akun TikTok @rekaman.cctv.niza0 itu .

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, perempuan tersebut berusia 20 tahun, namun tidak disebutkan namanya. Ada yang menyebutnya bernama "Dea", namun informasi tersebut belum dapat dikonfirmasi.

Baca Juga: Link Dea Store Meulaboh Konter Live, Diarak ke Polisi Syariah Aceh Barat

rb-2

Perempuan itu adalah seorang warga asal Medan yang bekerja sebagai karyawati di toko smartphone milik pria berinisial AY (40) .

Dalam video viral yang beredar, sosok wanita berkerudung hitam ini menjadi pusat perhatian. Bagian awal video menunjukkan dirinya yang memakai kerudung hitam, dengan fokus kamera diarahkan padanya karena ekspresinya yang tampak muram dan keasl. Rekaman itu kemudian cepat menyebar ke berbagai akun di TikTok dan X.

Baca Juga: Kronologi Karyawati Dea Store Meulaboh Diarak Usai Kepergok Berduaan Bosnya saat Subuh

Wanita ini terlihat sedang duduk di atas tikar, dengan kaki ditutup sarung. Beberapa orang lain terlihat duduk agak jauh darinya, seolah tengah berada dalam suatu diskusi kecil.

Identitas perempuan dalam video dea store Meulaboh. [TikTok]Identitas perempuan dalam video dea store Meulaboh. [TikTok]

Beberapa orang di sekitarnya tampak serius memperhatikan apa yang terjadi. Menurut penjelasan narasi yang beredar, adegan itu diduga terjadi di sebuah rumah Ketua RT (Rukun Tetangga) setempat pasca penggerebekan .

Tuha Peut Gampong Panggong, Dani, membenarkan bahwa perempuan tersebut mengaku berasal dari Medan.

"Perempuan berusia 20 tahun dan mengakunya orang Medan," kata Dani kepada AJNN .

Dalam video lain yang beredar sebelumnya, Dea tampak digiring keluar dari toko setelah penggerebekan. Perempuan berbaju merah dan berhijab hitam itu lantas disoraki oleh massa dan pada suatu momen, ada seorang lelaki yang tak sengaja menabrak tubuhnya dari belakang karena didorong temannya .

Dari hasil interogasi warga, terungkap bahwa Dea sedang dirayu oleh bosnya, AY, dengan iming-iming sejumlah uang agar bisa pulang kampung ke Medan.

Identitas perempuan dalam video dea store Meulaboh. [TikTok]Identitas perempuan dalam video dea store Meulaboh. [TikTok]

Warga yang geram kemudian meminta Dea untuk tidak lagi menginjakkan kakinya di kawasan Gampong Panggong, sementara kasus ini kini telah ditangani oleh Polisi Syariah atau Wilayatul Hisbah (WH) setempat.

Fenomena viral seperti ini kembali menunjukkan betapa cepatnya sebuah klip pendek mampu mencuri perhatian publik di era media sosial saat ini.

Meski begitu, belum ada konfirmasi resmi lebih lanjut mengenai perkembangan kasus Dea, dan netizen pun diimbau untuk berhati-hati terhadap klaim tautan video lengkap yang sering dibagikan oleh akun-akun tertentu.

UPDATE TERBARU: KLARIFIKASI KETUA PEMUDA BERSAMA PEMILIK TOKO

Beredarnya video penggerebekan yang diduga melibatkan pasangan bukan mahram di sebuah toko smartphone di Meulaboh, Aceh Barat, akhirnya mendapatkan tanggapan resmi dari pihak ketua pemuda setempat.

Kamarzan, selaku Ketua Pemuda Gampong Panggong, membantah keras narasi yang viral di media sosial dan menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar atau hoaks.

Klarifikasi ini disampaikan menyusul ramainya pemberitaan di berbagai platform seperti Instagram dan TikTok yang mengklaim telah terjadi penangkapan terhadap sepasang non-muhrim yang diduga hendak berbuat mesum di dalam toko pada Jumat (27/2/2026) dini hari.

Dalam keterangan resminya, Minggu (2/3/2026), Kamarzan didampingi oleh pemilik Toko Dea Star, yang sebelumnya dikenal dengan nama "Dea Store" di media sosial, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

“Informasi yang beredar menyebutkan adanya penangkapan dua orang yang diduga melakukan perbuatan asusila di dalam toko. Padahal, saat kejadian berlangsung, di dalam toko terdapat lima orang, dan tiga di antaranya adalah keluarga,” ujar Kamarzan dalam pernyataan tertulisnya.

Ia menjelaskan bahwa insiden yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB tersebut sebenarnya telah diselesaikan secara kekeluargaan pada hari yang sama.

Namun, narasi yang berkembang di media sosial dinilai telah mencemarkan nama baik Gampong Panggong serta merugikan pemilik Toko Dea Star Ponsel, Shopee Cell, dan admin toko yang bekerja di lokasi tersebut.

“Kami sangat menyayangkan informasi tidak benar yang beredar luas dan merugikan banyak pihak. Padahal, klarifikasi sudah dilakukan sejak awal dan permasalahan telah selesai secara kekeluargaan,” tegas Kamarzan.

Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berasal dari akun anonim atau tidak jelas sumbernya.

Kamarzan juga mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial, terlebih di bulan suci Ramadan, agar terhindar dari penyebaran fitnah yang dapat menimbulkan kerugian bagi pihak lain.

“Semoga dengan adanya klarifikasi ini, masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang benar bahwa informasi yang sempat viral tersebut tidak sesuai dengan fakta,” pungkasnya.

Diharapkan klarifikasi ini dapat memberikan gambaran utuh kepada publik dan menghentikan pengaruh narasi tidak bertanggung jawab yang sempat menyebar luas di media sosial.


Tag dea store meulaboh meulaboh