Drama Gugatan Ressa ke Denada: Luka Batin Tante dan Masalah Mobil Ditagih Paksa
Keputusan Ratih Puspita Dewi menggugat Denada ke jalur hukum bukanlah langkah yang diambil secara tiba-tiba. Ada akumulasi luka batin dan kekecewaan panjang yang terpendam sejak ia merawat Ressa ketika usianya masih 10 hari, hingga akhirnya meledak akibat perlakuan yang dinilai sangat menyakitkan.
Salah satu awal retaknya hubungan itu bermula dari persoalan mobil. Beredar cerita bahwa Ressa mendapat hadiah sebuah mobil bekas. Namun faktanya, Ratih justru harus menanggung cicilan bulanan Rp3,8 juta selama empat tahun penuh.
Masalah tak berhenti di situ. Setelah Honda Brio merah tersebut lunas, almarhumah Emilia Contessa sempat menawarkan penggantian unit baru. Mobil lama kemudian terjual seharga Rp99 juta, tetapi keberadaan uang hasil penjualan itu justru menjadi misteri.
Baca Juga: Malangnya Nasib Ressa: Dulu Jadi Sopir Emilia Contessa, Kini Gugatan Rp7 M Ditolak Denada
"Ternyata itu di DP ke mobil baru Rp 20 (juta), sisanya Ressa sendiri yang suruh nyari, suruh nyicil," ucap Ressa di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo.
Hingga kini, keluarga mengaku tidak pernah mengetahui ke mana perginya sisa dana Rp79 juta tersebut. Kekecewaan Ratih semakin dalam akibat perlakuan yang dianggap tidak berperikemanusiaan.
Baca Juga: Sosok Ayah Ressa Rizky Rossano yang Ngaku Anak Kandung Denada, Ibu Asuh Ungkap Faktanya
Suatu waktu, ia dan sang suami, adik kandung Emilia Contessa mendatangi rumah Denada hanya untuk meminjam KTP demi mengurus perpanjangan STNK. Meski sudah memberi kabar sebelumnya, mereka justru dibiarkan menunggu di luar pagar selama berjam-jam tanpa dipersilakan masuk.
"Sampai sana enggak dibukakan pintu. Sudah (hubungi duluan), ngomong sama suami saya, 'Iya om, anu om sebentar ya om,'" kenang Ratih.
Penantian itu berlangsung hingga sekitar 3,5 jam, dengan alasan Denada sedang sibuk syuting. Bagi Ratih, yang ia harapkan bukan materi, melainkan etika dan penghormatan.
Ressa Rizky Rossano Dan Ibu Ratih [sumber: Youtube Curhat Bang Denny Sumargo]
Selama bertahun-tahun membesarkan Ressa, ia mengaku tak pernah menerima ucapan terima kasih, bahkan sekadar sapaan di hari besar. Lebih menyakitkan lagi, pesan singkat berisi titipan masa depan Ressa justru berujung pemblokiran kontak.
"Kemarin saya cuma ngomong, 'mbak, karena saya sudah tua, mbak, titip Ressa ya.' Baru ketahuan kalau itu kok keblokir," ujar Ratih lirih.
Ia menilai Denada seolah menutup mata, padahal sebagai seorang ibu seharusnya ada naluri untuk menanyakan kabar anaknya. Puncak tekanan mental keluarga terjadi saat rumah Ratih didatangi debt collector dan aparat kepolisian.
Hal itu terjadi karena mobil yang dicicil Ressa ternyata tercatat atas nama Muhammad, adik Denada. Masalah administratif tersebut berdampak besar secara psikologis pada Ratih yang kondisi fisiknya kian melemah.
Ronald, menantu sekaligus kuasa hukum Ressa, menggambarkan kondisi itu dengan emosi.
Ressa Rizky Rossano Denada Dan Ibu Ratih [sumber: Instagram Denadaindonesia Dan Youtube Bang Denny Sumargo]
"Mama ini fisiknya lemah, mentalnya juga tidak terlalu kuat, dia didatangi orang pakai seragam, nangis-nangis sudah mau pingsan. Bayangkan saya sebagai anak, apa enggak menggila pikiran saya ini, ini ibu saya," kata Ronald dengan suara bergetar.
Upaya mediasi sebenarnya telah dilakukan, namun keluarga menilai tidak ada itikad baik dari pihak Denada. Bagi Ronald, gugatan ini adalah bentuk reaksi atas ketidakadilan yang dialami ibunya.
Meski secara hukum gugatan harus mencantumkan nominal ganti rugi, tujuan utamanya bukan soal angka, melainkan komunikasi dan permintaan maaf.
"Gugatan ini sebetulnya reaksi. Reaksi dari tindakan yang menurut kacamata saya, ibu saya di zalimi. Motivasi saya bukan angka, yang saya harapkan itu ayo komunikasi, tapi yang pertama kali yang saya inginkan itu permintaan maaf," pungkas Ronald.