Cinta Laura Kritik Banyak Penerima Beasiswa LPDP Ternyata Orang Kaya, Termasuk Kenalannya!
Artis Cinta Laura beberapa waktu lalu mengungkapkan pandangannya terkait program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam kanal YouTube Kemal Palevi pada 2024. Menurutnya, beasiswa yang digagas pemerintah Indonesia ini sering kali tidak tepat sasaran.
LPDP adalah program beasiswa penuh di bawah naungan Kementerian Keuangan, yang mendanai studi Magister (S2) maupun Doktor (S3) baik di dalam maupun luar negeri. Program ini seharusnya menjadi peluang bagi para pelajar Indonesia yang berbakat namun terkendala finansial.
Namun, Cinta Laura merasa banyak penerima beasiswa justru berasal dari kalangan mampu. “Sesuatu yang bikin aku sedih tentang beasiswa ini,” kata Cinta.
Baca Juga: LPDP Angkat Bicara Soal Dwi Sasetyaningtyas yang Bangga Anaknya Jadi WNA
“Kadang-kadang tidak diberikan kepada orang yang tepat dalam arti tidak diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan.”
Cinta Laura Sumber Instagram Claurakiehl
Ia menambahkan, ada kenalan yang berasal dari keluarga sangat kaya, tetapi tetap mendapatkan beasiswa LPDP.
Baca Juga: Arya Iwantoro Suami Tyas LPDP Diminta Kembalikan Dana Miliaran Rupiah?
“Aku punya kenalan, I’m not gonna say who, dia itu anak orang kaya banget, nggak perlu beasiswa, orang tuanya tinggal criiing bayar university fees-nya. Tapi orang ini dapat beasiswa dari negara,” ujarnya.
Menurut Cinta, banyak anak Indonesia yang cerdas dan berpotensi masuk universitas luar negeri, namun terhambat kemampuan finansial.
“Sorry ya mungkin orang punya pendapat yang berbeda, tapi menurut aku banyak sekali anak Indonesia yang pintar banget tapi benar-benar nggak punya uang sehingga nggak bisa sekolah di luar negeri,” tuturnya.
Ia menekankan, beasiswa LPDP seharusnya lebih diarahkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan bantuan negara.
Cinta Laura. (Instagram)
“Kalau orang-orang yang sudah kaya dan emang pintar, let them pay themselves,” katanya.
“Give the scholarships to people who really need it, yang benar-benar nggak bisa afford sekolah di luar negeri.”
Pandangan Cinta Laura ini memicu diskusi di kalangan masyarakat, terutama mengenai bagaimana program beasiswa yang dibiayai negara seharusnya mampu menyeimbangkan antara prestasi akademik dan kebutuhan finansial penerima.