Bansos PKH dan BPNT Tahap 1 2026 Sudah Cair! Cek Langsung di HP Tanpa Repot ke Kantor
Pemerintah melalui Kementerian Sosial Republik Indonesia kembali menyalurkan bantuan sosial (bansos) secara bertahap kepada masyarakat yang terdaftar sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Untuk tahap 1 tahun 2026, bansos untuk periode Januari–Maret 2026 dikabarkan sudah mulai dicairkan.
Mengutip Kompas.TV, Menteri Sosial RI menyatakan bahwa realisasi penyaluran triwulan I 2026 telah melampaui 85 persen atau lebih dari Rp 15 triliun. Tahun ini, alokasi PKH ditetapkan bagi 10 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sedangkan BPNT menyasar 18,25 juta KPM.
Mensos juga menekankan bahwa percepatan penyaluran dilakukan agar keluarga penerima, khususnya umat Islam, dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih tenang.
Baca Juga: 3 Link DANA Kaget Sabtu, 21 Februari 2026, Klaim Saldo Gratis Langsung dari Aplikasi!
Pengecekan Bansos Kini Bisa Dilakukan Mandiri
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pada 2026 masyarakat dapat mengecek status penerimaan bansos secara mandiri dari rumah hanya dengan NIK yang tertera pada KTP, melalui layanan online resmi Kementerian Sosial. Dengan cara ini, masyarakat tidak perlu datang ke kantor dinas setempat untuk menanyakan jadwal pencairan.
Ilustrasi BPNT 2026. (umsu)
Baca Juga: Bansos PKH dan BPNT Senilai Rp15 Triliun Hampir Rampung Tersalurkan di Bulan Ramadan, Cek Sekarang!
Besaran Bansos PKH 2026
Bansos PKH diberikan berdasarkan kategori anggota keluarga dan besaran bantuan berbeda-beda:
Ibu hamil: Rp 3 juta/tahun (Rp 750.000/tahap)
Anak usia dini: Rp 3 juta/tahun (Rp 750.000/tahap)
Siswa SD: Rp 900.000/tahun (Rp 225.000/tahap)
Siswa SMP: Rp 1,5 juta/tahun (Rp 375.000/tahap)
Siswa SMA: Rp 2 juta/tahun (Rp 500.000/tahap)
Disabilitas berat: Rp 2,4 juta/tahun (Rp 600.000/tahap)
Lanjut usia 60+: Rp 2,4 juta/tahun (Rp 600.000/tahap)
Korban pelanggaran HAM berat: Rp 10,8 juta/tahun (Rp 2,7 juta/tahap)
Besaran Bansos BPNT 2026
BPNT berbeda dengan bantuan tunai, diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang masuk ke Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) sebesar Rp 200.000 per bulan, dicairkan per triwulan. Saldo ini hanya bisa digunakan untuk membeli bahan pangan tertentu seperti beras, telur, ikan, daging, dan sayur-sayuran.
Jadwal Pencairan Bansos PKH dan BPNT 2026
Bansos tahun ini dibagikan empat tahap per triwulan:
Tahap 1: Januari–Maret 2026 (sedang berjalan)
Tahap 2: April–Juni 2026
Tahap 3: Juli–September 2026
Tahap 4: Oktober–Desember 2026
Pencairan dilakukan secara bertahap melalui bank Himbara:
-Bank Rakyat Indonesia (BRI)
-Bank Negara Indonesia (BNI)
-Bank Mandiri
-Bank Tabungan Negara (BTN)
Di beberapa wilayah, distribusi juga dilakukan melalui PT Pos Indonesia, menyesuaikan kebijakan dan teknis masing-masing daerah. Skema ini bertujuan agar bantuan dapat diterima sebelum puasa dan menjelang Lebaran.
Cara Cek Penerima Bansos Secara Mandiri
Masyarakat dapat mengecek status bansos kapan saja melalui ponsel tanpa harus datang ke kantor dinas.
1. Melalui Website Resmi
Akses situs resmi kemensos.go.id
Masukkan data wilayah (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, Desa/Kelurahan)
Masukkan nama lengkap sesuai e-KTP
Ketik kode huruf (captcha) yang muncul
Klik tombol “CARI DATA”
Sistem akan menampilkan apakah Kamu terdaftar sebagai penerima bansos.
Ilustrasi Bansos Bpnt
2. Melalui Aplikasi Cek Bansos
Unduh aplikasi Cek Bansos di Appstore atau Play Store
Daftar akun menggunakan data KTP dan unggah foto KTP, lalu tunggu verifikasi
Login, klik menu “Cek Bansos”
Masukkan data wilayah dan nama penerima sesuai KTP
Isi kode verifikasi dan klik “Cari Data”
Hasil pencarian akan menampilkan status penerimaan bansos
Artikel ini memastikan masyarakat dapat dengan mudah memantau bantuan sosial PKH dan BPNT tanpa harus repot mendatangi kantor dinas, sekaligus memberikan informasi lengkap tentang besaran bantuan dan jadwal pencairan untuk tahun 2026.