Aksi Driver Ojol Tolak Penumpang SMP Big Size Viral, Kini Temui Orang Tua Siswa dan Minta Maaf
Media sosial belakangan diramaikan oleh tindakan seorang pengemudi ojek online di wilayah Pondok Ranji, Ciputat. Setelah videonya yang memperlihatkan pembatalan pesanan seorang pelajar SMP tersebar luas dan menuai hujatan, driver tersebut akhirnya tampil memberikan penjelasan sekaligus menyampaikan permintaan maaf.
Peristiwa itu bermula ketika ia merekam dirinya saat membatalkan order dari siswa SMP tersebut. Bukannya mendapat dukungan, video itu justru memancing kritik tajam dari warganet.
Banyak pihak menilai tindakannya tidak etis, terlebih karena melibatkan anak yang masih di bawah umur.
Baca Juga: Bukan Rekan Artis, Melaney Ricardo Pilih Rayakan Ulang Tahun dengan Traktir 100 Ojol
Menanggapi polemik yang berkembang, sang pengemudi kemudian mengunggah video klarifikasi. Ia menepis anggapan bahwa dirinya melakukan perundungan terhadap pelajar tersebut.
Ia menegaskan keputusan membatalkan perjalanan didasari pertimbangan teknis serta faktor keselamatan dan kondisi kendaraannya.
Baca Juga: BHR Ojol Pasti Cair, Segini THR dari Gojek dan inDrive
"Jadi, motor gue itu shock-nya pernah ganti, gara-gara keseringan bawa penumpang yang big size. yang ke-2 sebenarnya lebih ke edukasih sih," ungkapnya dalam video klarifikasi yang beredar.
Ia juga menjelaskan bahwa di aplikasi ojek online telah tersedia pilihan layanan yang dapat disesuaikan dengan kondisi fisik penumpang. Menurutnya, penumpang dengan postur tertentu sebaiknya memilih jenis kendaraan berukuran lebih besar agar tidak memengaruhi kinerja motor standar yang digunakan pengemudi.
Driver Ojol Tolak Penumpang Smp Big Size [sumber: Instagram Medsoszone]
"Di Grab Bike itu ada layanan Grab Bike XL, lebih besar. Itu untuk mungkin, untuk yang penumpang big size. Supaya driver nyaman, penumpang nyaman, keselamatan pun nyaman," tambahnya lagi.
Walau sempat beranggapan tindakannya bertujuan memberi pemahaman kepada pengguna layanan, derasnya kritik publik serta obrolan dengan rekan-rekannya membuatnya melakukan refleksi. Setelah menerima berbagai saran dari komunitas sesama pengemudi, ia akhirnya memilih menghapus video yang menimbulkan polemik tersebut.
Ia menyadari bahwa cara penyampaiannya bisa saja menyinggung perasaan sejumlah pihak. Di penghujung klarifikasinya, pengemudi itu menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada warganet yang merasa tidak nyaman dengan unggahannya.
"Sebenarnya tujuan gue bukan untuk mem-bully, sebenarnya lebih ke edukasi aja sih, tapi jujur ya gue akuin setelah gua berdiskusi dengan teman-teman satu tongkrongan, teman-teman satu komunitas, gue mutusin untuk take down atau hapus videonya.
Jadi sekali lagi mohon maaf buat netizen-netizen yang budiman mohon dimaafkan," pungkasnya.
Driver Ojol Tolak Penumpang Smp Big Size Minta Maaf [sumber: Instagram Medsoszone]
Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi mitra pengemudi maupun pelanggan tentang pentingnya menjaga etika saat berinteraksi di ruang digital, serta bijak dalam memilih layanan transportasi yang sesuai demi keselamatan bersama di jalan.
Sontak unggahan tersebut langsung ramai dibanjiri komentar dari para netizen. Banyak yang menyoroti aksi sang driver ojol.
"Kalo shock rusak itu mah resiko kerjaan kalo mau awet simpan aja di rumah motor ya bang," tulis akun @ru7chou
"Klo shokbeker pengen awet,saran gw jgn ngojek," tulis akun @oziosbon_76
"Kesalahanmu salah sasaran, dia cuma anak sekolah, main food saja kalo takut motornya rusak," tulis akun @ifantriandri
"Sebenarnya di cancel boleh .tapi jgn di Viralkan," tulis akun @medanmetropolis.