Viral Kasus Dwi Saset, Tasya Kamila Beberkan Pengabdian sebagai Penerima Beasiswa LPDP
Di tengah sorotan publik pada keluarga Dwi Sasetyaningtyas (DS) dan Arya Iwantoro (AP) terkait dugaan pelanggaran kewajiban pengabdian LPDP, publik dihebohkan dengan unggahan dari artis sekaligus mantan penyanyi cilik Tasya Kamila.
Lewat akun Instagram pribadinya, Tasya yang juga merupakan alumni penerima beasiswa LPDP membeberkan secara terbuka laporan kontribusinya bagi Indonesia selama masa bakti pascastudi.
"Hi semua, sering kali aku ditanya soal apa kontribusiku sebagai alumni awardee beasiswa LPDP. Apalagi belakangan ini isu LPDP menjadi polemik. Buatku, kalian berhak bertanya soal ini!" tulis Tasya dalam unggahannya, Selasa (24/2/2026).
Baca Juga: Viral Dwi Sasetyaningtyas Sebut Paspor Indonesia Lemah, Ini Fakta Kekuatan Paspor RI
Tasya Kamila dan Beasiswa LPDP
Mantan penyanyi cilik yang terkenal dengan lagunya "Libur Tlah Tiba" itu tercatat sebagai penerima beasiswa LPDP untuk jenjang S2 di Columbia University, Amerika Serikat, pada tahun 2016 hingga 2018.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ancam Bakal Blacklist Dwi Sasetyaningtyas dan Suami dari Pemerintahan
Ia mengambil jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy . Sejak sebelum mendaftar LPDP, Tasya telah berkarier di industri kreatif sebagai penyanyi, aktor, public speaker, dan figur publik.
Alasan memilih jurusan tersebut, menurutnya, adalah karena ketertarikan di bidang lingkungan hidup dan perumusan kebijakan publik. Sejak tahun 2005, ia telah mengemban tugas sebagai Duta Lingkungan Hidup.
"Selain itu aku punya cita-cita untuk jadi Menteri, seenggaknya harus punya ilmu policymaking dong hehe," ungkapnya .
Prestasi Selama Masa Kuliah
Tasya Kamila Penerima Beasiswa LPDP. [Instagram]
Selama menempuh pendidikan di Columbia University, Tasya berhasil lulus tepat waktu dengan IPK 3,75 . Ia juga aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB, yakni Sustainable Development Solutions Network - Youth, mewakili Pemuda Indonesia. Tak hanya itu, ia kerap menghadiri forum PBB di New York sebagai delegasi Indonesia, moderator, dan peserta .
Meski tengah menjalani studi di luar negeri, Tasya tetap berusaha berkontribusi untuk Indonesia dengan memanfaatkan sumber daya kampus untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur.
Ia juga aktif sebagai bendahara organisasi Mahasiswa Asia Tenggara di kampus dan magang di Kementerian ESDM untuk mempelajari kebijakan energi baru dan terbarukan di Indonesia .
"Satu pencapaian yang tak kalah penting: tetap waras selama studi dan bisa selesaikan kuliah walau diterpa cobaan saat Almarhum Papa wafat. Aku nggak bisa pulang, nggak bisa mensholatkan dan memakamkan Papa karena saat itu lagi masa ujian di kampus," kenangnya haru .