Ustaz Solmed Beri Ultimatum Akun Penyebar Fitnah soal Inisial SAM: Hapus Sebelum Lebaran!
Pendakwah kondang Ustaz Solmed akhirnya buka suara setelah namanya ramai dikaitkan dengan sosok ustaz berinisial SAM yang belakangan viral di media sosial.
Merasa menjadi korban salah sasaran, ia pun memberi peringatan keras kepada akun-akun yang menyebarkan fitnah agar segera menghapus konten tersebut.
Ustaz Solmed menegaskan bahwa akun yang masih menyebarkan tuduhan terhadap dirinya diminta segera menghapus unggahan tersebut. Ia bahkan memberikan batas waktu hingga Hari Raya Idul Fitri.
Baca Juga: Sumber Cuan Ustaz Solmed dan April Jasmine 3 Tahun Kumpulkan Puluhan Miliar Rupiah Bangun Rumah
Ustadz Solmed saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026). [Indopop/Selvianus Kopong Basar]
Jika sampai setelah Lebaran konten tersebut masih beredar, ia memastikan akan menempuh jalur hukum.
"Jadi siap-siap, buat yang hari ini masih ada akun yang menebar fitnah tentang saya, segera take down. Saya berikan waktu, kesempatan, sampai lebaran ini," tegas Ustaz Solmed saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).
Baca Juga: Rencana Lebaran Ustaz Solmed: Open House di Bogor hingga Bagi-bagi THR
“Setelah Lebaran kalau masih ada, kita akan laporkan. Tapi kalau sudah tidak ada, ya Alhamdulillah,” tambahnya.
Tegaskan Inisial SAM Bukan Dirinya
Suami dari April Jasmine itu juga meluruskan kesalahpahaman yang beredar di publik. Banyak netizen mengira inisial SAM merujuk pada dirinya.
“Jadi SAM itu bukan saya. Mereka salah menduga, dipikir nama saya Soleh Ahmad Mahmud. Sejak kapan nama saya ada Ahmad-nya? Nama saya itu Saleh Mahmud Munawir,” jelasnya.
Ustaz Solmed juga mengungkap bahwa pihak pelapor dalam kasus ustaz berinisial SAM bahkan sudah menghubunginya secara langsung setelah isu ini ramai.
Dalam percakapan tersebut, pelapor menegaskan bahwa orang yang dilaporkan bukanlah Ustaz Solmed dan bahkan menyebut identitas asli ustaz yang dimaksud.
Dari kejadian ini, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang hanya berdasarkan inisial tanpa mencari kebenaran lebih dulu.
Sebagai informasi, kasus ustaz berinisial SAM mencuat setelah seorang pelapor membuat laporan polisi terkait dugaan pelecehan seksual di Bareskrim Polri pada awal Maret 2026.
Dalam laporan tersebut disebutkan ada lima santri yang diduga menjadi korban, termasuk santri di bawah umur. Saat ini kasus tersebut sudah naik ke tahap penyidikan setelah penyidik menemukan bukti yang cukup.