Unggahan Soal Bocah SD NTT Bundir Dikritik, Admin IG Gerindra Sewot dan Hapus Komentar Warganet
Baru-baru ini, kasus seorang bocah Sekolah Dasar (SD) di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang mengakhiri hidupnya sendiri ramai dibicarakan.
Bocah SD tersebut nekat melakukan bunuh diri (bundir), lantaran ibunya tak memiliki uang untuk membelikannya peralatan tulis.
Sebelum mengakhiri hidupnya, sang bocah dikabarkan menulis surat kepada ibunya yang sangat menyentuh hati.
Baca Juga: Disebut Lakukan Praktik Pencucian Uang, Toko Kue Amanda Brownies Beri Respons Pedas
Kasus ini dengan cepat menjadi viral dan disorot oleh banyak kalangan di Tanah Air.
Salah satu yang memperhatikan kasus ini adalah partai Gerindra, partai politik yang didirikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Baca Juga: Kisah Bocah SD di NTT Gantung Diri Gegara Tak Bisa Beli Buku dan Pensil
Dalam satu unggahan di akun Instagram Gerindra yang diunggah ulang oleh Syauqi Zuhdi, diperlihatkan surat yang ditulis oleh sang bocah SD.
Unggahan Ig Gerindra Yang Telah Dihapus [Instagram]
Selanjutnya, caption yang tertulis di bawah unggahan tersebut berbunyi "Jangan biarkan peristiwa seperti ini terulang kembali".
Selain judul caption itu, tertulis juga di bawah unggahan tersebut bahwa pemerintah telah membangun Sekolah Rakyat sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat kurang mampu.
Sekolah Rakyat dihadirkan untuk memfasilitasi anak-anak dari keluarga kurang mampu, agar memperoleh pendidikan yang layak, agar memiliki masa depan yang sama dengan anak-anak lainnya.
Selain caption tersebut, tertulis juga bahwa pemerintah mengharapkan partisipasi masyarakat untuk membantu terlaksananya pendidikan yang layak bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, dengan memberi data jumlah anak-anak tersebut.
Namun tak disangka, unggahan itu justru menuai kritik tajam dari warganet yang meminta uang Rp17 triliun dari negara bisa digunakan untuk pendidikan gratis bagi anak-anak Indonesia.
Unggahan Ig Gerindra Yang Dikritik Warganet [Instagram]
"Pake uang 17T buat gratiskan pendidikan dong." tulis akun @lipo***.
Tak terima direspons seperti itu, admin akun Instagram Gerindra membalas dengan tak kalah pedas.
"@lipo*** Apa sih anak abah? Sudah ada Sekolah Rakyat, RT juga harus peka." balas admin akun Instagram Gerindra dengan nada jengkel.
"@gerindra langsung anak abah ya, ngeri ngeri," timpal akun @isya**.
"@gerindra dih. Emang sekolah rakyat jumlahnya sebanyak apa? Sebanding ga dengan keberadaan sekolah yang udah ada?" tukas akun @abdul_hakim_youtube_kim_sen***.
Tapi ternyata, perdebatan itu tak berlangsung lama, karena dengan segera, komentar-komentar tersebut langsung dihapus oleh sang admin akun Instagram Gerindra.