Film

Tiket Ludes! Film Ghost in the Cell Joko Anwar Jadi Primadona di Berlinale 2026

17 Februari 2026 | 17:28 WIB
Tiket Ludes! Film Ghost in the Cell Joko Anwar Jadi Primadona di Berlinale 2026
Ghost in the Cell. (Instagram)

Film horor komedi satir terbaru karya sutradara Joko Anwar, Ghost in the Cell, baru saja mencatatkan prestasi gemilang di panggung internasional. Karya ini mendapat sambutan luar biasa saat melangsungkan world premiere di ajang bergengsi Berlin International Film Festival (Berlinale) 2026.

rb-1

Antusiasme publik internasional terlihat sangat masif dengan tiket untuk seluruh jadwal pemutaran film yang dilaporkan ludes terjual atau sold out. Tak hanya itu, penonton memberikan tepuk tangan gemuruh serta respons positif usai menyaksikan aksi menegangkan di balik jeruji besi tersebut.

Di festival ini, Ghost in the Cell terpilih masuk dalam program Forum yang dikenal sangat selektif dalam mengurasi film dengan visi sinematik dan tajam membaca realitas sosial. Film ini dijadwalkan diputar sebanyak empat kali sepanjang berlangsungnya festival pada 13 hingga 22 Februari 2026.

Baca Juga: Aktor Crazy Rich Asians Henry Golding Tantang Joko Anwar Bikin Film Horor, Jawabannya Nggak Terduga!

rb-2

“Kami ingin bikin film yang benar-benar menghibur. Tapi ketika film selesai, akan ada pemikiran yang nempel di kepala mereka tentang situasi hidup di Indonesia,” ungkap sutradara Joko Anwar.

Dalam penggarapannya, Joko memfokuskan elemen horor pada pengembangan karakter secara mendalam agar terasa nyata bagi penonton. Ia menekankan bahwa proyek terbarunya ini memiliki keseimbangan antara sisi hiburan dan pesan moral yang kuat.

Baca Juga: Bergenre Drama Misteri, Intip Jadwal Tayang Film Legenda Kelam Malin Kundang

Produser Tia Hasibuan mengaku sangat lega dan senang melihat bagaimana audiens luar negeri bisa menerima pesan satir di balik ceritanya. “Cerita di film ini sangat merefleksikan apa yang terjadi dengan dinamika yang ada di Indonesia. Namun, ternyata horor komedi satir ini juga bisa relate dengan mereka," ujarnya.

Keberhasilan di Jerman ini diharapkan menjadi modal positif menjelang penayangan resminya di bioskop tanah air pada 16 April 2026 mendatang. Tia berharap sambutan meriah dari penonton internasional juga akan dirasakan dengan antusiasme yang sama oleh para pecinta film di Indonesia.

Ghost in the Cell sendiri membawa premis menarik tentang kehidupan di sebuah penjara Indonesia yang penuh kekerasan dan ketidakadilan. Film ini memadukan horor dengan kritik sosial tajam untuk membongkar sistem yang sering kali melindungi kekuasaan bahkan di ruang hukuman.

Proyek ini semakin mengukuhkan posisi Joko Anwar sebagai maestro film setelah sebelumnya dianugerahi gelar Chevalier de l'Ordre des Arts et des Lettres dari Pemerintah Prancis. Penghargaan tersebut merupakan pengakuan dunia atas pencapaian artistiknya selama dua dekade berkarier di industri perfilman.

Sebelum film ini, Joko juga sukses besar lewat Pengepungan di Bukit Duri yang memborong lima piala di ajang FFI 2025 serta berbagai penghargaan internasional lainnya. Rekam jejak prestisius tersebut menjadikan Ghost in the Cell sebagai salah satu film Indonesia yang paling dinantikan tahun ini.

Tag Ghost in the Cell Joko Anwar Berlinale Film Indonesia