Gosip

Siapa Pemilik Blibli, E-Commerce yang PHK 400 Karyawan di Bulan Oktober?

28 Oktober 2025 | 23:12 WIB
Siapa Pemilik Blibli, E-Commerce yang PHK 400 Karyawan di Bulan Oktober?
Blibli

Kabar menyedihkan dari dunia kerja kembali datang. Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) lagi-lagi menerjang para karyawan di salah satu perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia. Perusahaan yang dimaksud adalah Blibli, yang kabarnya baru saja melakukan layoff terhadap 400 karyawannya.

rb-1

Akibat dari kabar layoff itu, video perpisahan para karyawan Blibli viral di media sosial dan diwarnai air mata. Kabar yang sangat mengiris hati tidak hanya untuk para karyawan Blibli, tapi juga keluarga mereka itu pertama kali terdengar pada Kamis (24/10/2025).

Informasi ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @ecommurz, yang menyebutkan adanya townhall untuk mengumumkan kabar PHK tersebut. “Udah pada dikumpulin nih murz diblublu (nama disamarkan), after townhall langsung dapat email beberapa yang kena layoff, hari ini kantor lagi penuh air mata kesedihan,” tulis salah satu sumber di unggahan tersebut.

Baca Juga: Blibli PHK 400 Karyawan Oktober 2025, Video Perpisahan Banjir Air Mata Viral di Medsos

rb-2

Diketahui, sebanyak 400 karyawan Blibli terkena dampak dari layoff (PHK) ini, dan unit yang terkena berasal dari berbagai divisi, mulai dari teknisi, komersial, marketing, dan banyak lagi lainnya. Ini bukan kali pertama Blibli melakukan efisiensi karyawan. Sebelumnya, pada awal Maret 2025, Blibli juga diberitakan melakukan layoff yang berimbas pada 300 karyawan.

Namun, layoff yang dilakukan Blibli di bulan Oktober 2025 ini terasa sangat membekas di hati para karyawan, baik yang sudah di-PHK maupun yang masih bertahan. Suasana duka terasa menyelimuti kantor, di mana para karyawan yang masih bekerja mengungkapkan kesedihan kehilangan rekan-rekan yang menjadi tempat curhat dan teman dalam suka dan duka.

Siapa sebenarnya pemilik Blibli?

Kusumo Martanto, Direktur Utama Blibli. [Blibli.com]Kusumo Martanto, Direktur Utama Blibli. [Blibli.com]

Jawabannya adalah konglomerasi terkemuka di Indonesia, yakni Grup Djarum. Blibli adalah situs web teknologi perdagangan elektronik (e-commerce) asal Indonesia yang beroperasi di bawah PT Global Digital Niaga Tbk (BELI), perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Namun, bila menelusuri kepemilikannya lebih dalam, Blibli pada hakikatnya adalah bagian dari empire bisnis Grup Djarum, konglomerasi legendaris Indonesia yang dikenal luas melalui industri rokok. Kepemilikan ini dijalankan melalui PT Global Investama Andalan, yang memegang mayoritas saham sebesar 83,68% di PT Global Digital Niaga Tbk.

Dengan kata lain, pemilik utama dan pengendali Blibli adalah keluarga Hartono, yang juga merupakan pemilik Grup Djarum. Pengembangan Blibli sejak didirikan pada 25 Juli 2011 merupakan bagian dari strategi digitalisasi Grup Djarum yang diinisiasi dan dipimpin oleh Martin Hartono melalui GDP Venture.

Sejarah dan Ekspansi Bisnis Blibli

Martin Hartono Komisaris Utama Blibli. [Blibli.com]Martin Hartono Komisaris Utama Blibli. [Blibli.com]

Blibli didirikan pada tahun 2011 oleh Kusumo Martanto, Martin Hartono, Lisa Widodo, Hendry, dan Lay Ridwan Gautama. Sejak awal, visinya adalah membangun platform e-commerce dengan pendekatan omnichannel, menggabungkan layanan daring dan luring.

Di bawah payung GDP Venture, Blibli tumbuh pesat dan melakukan sejumlah akuisisi strategis:

  • 12 Juni 2017: Mengakuisisi 100% saham Tiket.com, untuk menguasai pasar perjalanan dan akomodasi online.

  • 30 September 2021: Memperluas portofolio ritel dengan mengakuisisi 70,56% saham PT Supra Boga Lestari Tbk, pengelola supermarket Ranch Market dan Farmers Market, dengan nilai transaksi Rp2,03 triliun.

Pada 8 November 2022, Blibli resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode saham BELI. IPO ini berhasil menghimpun dana sebesar Rp7,99 triliun dan menjadi IPO terbesar kedua di Indonesia pada tahun tersebut, menunjukkan kekuatan finansial dan kepercayaan pasar terhadap bisnis yang didukung oleh Grup Djarum.

Hingga akhir Juni 2025, Blibli telah mengoperasikan 223 toko fisik elektronik di seluruh Indonesia, termasuk toko merek global seperti hello (Apple), Samsung, dan Huawei. Layanan omnichannel-nya seperti Blibli InStore dan Click & Collect, serta infrastruktur logistik yang kuat, menjadi tulang punggung operasionalnya.

Tag martin hartono Blibli layoff

Terkait