Pengakuan Pilu Anak di Sukabumi Sebelum Meninggal, Disuruh Minum Air Panas Oleh Ibu Tiri
Seorang anak lelaki berinisial NS (12) di Sukabumi meninggal dunia dengan luka di seluruh tubuhnya, setelah diduga disiksa oleh ibu tirinya.
Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, NS membeberkan semua perlakuan ibu tirinya padanya.
Dalam video, tampak seorang pria berkacamata menanyakan pada NS, siapa yang sudah membuatnya terluka parah seperti ini, hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Baca Juga: Ini Arti Kode "Botol Kosong" dalam Pencarian Yazid, Pendaki yang Ditemukan Meninggal
"Tuh kan ku mamah. (tuh kan sama mamah)," katanya.
NS mengungkapkan, bahwa kala itu ibu tirinya sedang cekcok dengan ayah kandungnya, Anwar Satibi (38), dan karena jengkel akibat pertengkaran itu, sang ibu tiri melampiaskan kemarahannya pada NS.
Baca Juga: Kronologi Anak di Sukabumi Disiksa Ibu Tiri Disuruh Minum Air Panas hingga Meninggal Dunia
Mendengar hal itu, Anwar langsung memukul istrinya, ibu tiri NS dengan ekspresi geram.
"Teu, teu (gak, gak)," bantah sang ibu tiri.
NS mengaku dipukul sampai dipaksa meminum air panas.
"Disuruh minum air panas," ungkap NS.
Anak Di Sukabumi Jadi Korban Siksaan Ibu Tiri Hingga Meninggal [Tiktok]Ibu tiri beralibi bahwa anak tirinya itu jatuh saat sedang bermain.
"Ke puskesmas, main lagi, jatuh lagi," tutur sang ibu tiri.
Anwar Satibi mengungkap perlakuan kejam sang ibu tiri ke NS bukan hanya kali ini saja, tapi sejak tahun kemarin.
"Sudah pernah terjadi cuma dimediasi. Dia sujud ke saya jangan lapor mama mau tobat," terang Anwar.
Belum genap satu tahun, ibu tiri kembali melakukan tindakan serupa.
Karena luka-luka yang diderita NS cukup parah, akhirnya ia dilarikan ke Rumah Sakit Jampang Kulon pada Kamis (20/2/2026) pagi.
Anak Di Sukabumi Meninggal Setelah Disuruh Minum Air Panas Oleh Ibu Tiri [Tiktok]
Pada sore harinya, NS dinyatakan meninggal dunia.
Anwar sendiri memberi izin pada tim medis untuk melakukan otopsi, demi mengetahui penyebab anaknya meninggal dunia.
"Saya mendorong untuk melakukan autopsi. Intinya saya tidak bisa menuduh dan memfitnah. Tapi karena saya ingin tahun ingin memastikan," ujarnya.
Kepala RS Bhayangkara Setukpa, Kombes Pol dr. Carles Siagian, mengungkapkan bahwa tim forensik menemukan adanya sejumlah luka bakar pada tubuh korban.
Luka tersebut tersebar di beberapa bagian anggota gerak hingga area wajah.
"Dari hasil ditemukan, anak-anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung dan luka bakar, juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena luka bakar," jelas Carles Siagian.
Meski menemukan luka bakar, pihak rumah sakit belum bisa memastikan penyebab munculnya luka tersebut, apakah akibat tindak kekerasan, atau faktor ketidaksengajaan.
"Kami tidak bisa menyebutkan apakah itu kekerasan atau bukan. Sepertinya terkena panas yang menyebabkan luka bakar," tukas Charles.
Sampai saat ini, tim forensik masih melakukan pendalaman, dan belum berani menyimpulkan penyebab luka-luka di tubuh, serta organ dalam NS, apakah akibat penganiayaan atau bukan.
"Namun dokter forensik belum bisa memutuskan apakah ini sebuah penganiayaan atau bukan," tandas Charles.