Pandji Pragiwaksono Jalani Proses Peradilan Adat di Toraja Terkait Materi Lawakan 2013
Komika senior Pandji Pragiwaksono dipastikan akan mengikuti proses peradilan adat di Tanah Toraja pada Selasa, 10 Februari 2026.
Langkah ini muncul sebagai konsekuensi dari materi stand-up comedy berjudul “Mesakke Bangsaku” yang dibawakannya pada tahun 2013, yang dinilai beberapa pihak menyinggung adat dan budaya masyarakat Toraja.
Sekretaris Jenderal Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Rukka Sombolinggi, mengonfirmasi kehadiran Pandji setelah koordinasi dan konsolidasi dengan perwakilan dari 32 wilayah adat Toraja.
Baca Juga: Dituding Sindir Raffi Ahmad di Mens Rea, Pandji Pragiwaksono Bantah Serang Pribadi sang Artis
Menurut Rukka, proses peradilan adat yang akan dijalani Pandji lebih menitikberatkan pada nilai pemulihan (restorative justice) daripada sekadar hukuman. Tujuan utamanya adalah memulihkan relasi, martabat, dan keseimbangan sosial di masyarakat Toraja.
Pandji Pragiwaksono Silaturahmi Ke Kantor Mui Ftnews
"Disepakati bahwa proses peradilan adat ini untuk menentukan bentuk hukum adat yang tepat. Ini bagian dari mekanisme untuk memulihkan martabat dan keseimbangan sosial," ujar Rukka kepada awak media pada Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Dicecar 63 Pertanyaan di Polda Metro Jaya, Klarifikasi Mens Rea
Jalur Hukum Nasional Tetap Berjalan
Meski menempuh jalur adat, proses hukum di kepolisian tetap berjalan. Kasus ini telah memasuki tahap penyidikan di Bareskrim Polri, dengan Pandji sebelumnya memenuhi panggilan penyidik Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) pada Senin pekan lalu, 2 Februari 2026. Ia menjawab sekitar 48 pertanyaan terkait kasus lama tersebut.
Pandji menegaskan bahwa pemanggilan ini tidak terkait proyek terbarunya, “Mens Rea”, melainkan berkaitan dengan materi lawakan tahun 2013 yang baru dipermasalahkan sekarang.
"Bukan, bukan Mens Rea. Ini untuk pertunjukan lain lagi yang sudah lama, tahun 2013, kemudian dipermasalahkan sekarang," jelasnya.
Salah satu pendiri komunitas Stand Up Indo ini mengakui bahwa materi lawakan di masa lalu memang menyinggung budaya Toraja. Ia menegaskan bahwa permintaan maaf telah disampaikan secara terbuka jauh sebelum kasus ini naik ke tahap penyidikan.
Pandji Pragiwaksono Di Netflix Dok Netflix
"Sebenarnya permintaan maaf sudah pernah dilakukan dan sudah ada, bisa dilihat publik juga. Tapi saya ikuti prosesnya saja," tambah Pandji.
Pandji juga menyatakan telah berdialog dengan perwakilan masyarakat Toraja dan menunggu kesempatan untuk menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan melalui peradilan adat.
Proses ini diharapkan menjadi teladan dalam penyelesaian sengketa budaya di Indonesia, di mana dialog, penghormatan terhadap adat, dan nilai kekeluargaan tetap dijunjung tinggi, meski jalur hukum negara tetap berlaku.