Owner Bibi Kelinci Tersangka! Ini Kronologi Zendhy Kusuma Gondol Makanan Tanpa Bayar
Konflik antara gitaris Zendhy Kusuma dan istrinya, psikolog Evi Santi Rahayu, dengan pihak restoran Bibi Kelinci Kopitiam kembali muncul ke permukaan.
Alih-alih kasus berjalan sesuai harapan, publik justru dikejutkan dengan kabar bahwa pemilik restoran, Nabilah O'Brien, dilaporkan balik oleh pihak Zendhy dan kini berstatus sebagai tersangka.
Kabar ini sontak memicu gelombang kecaman dari warganet yang menilai keadilan sedang dijungkirbalikkan.
Baca Juga: Zendhy Kusuma Balik ke Bibi Kelinci Kopitiam Buat Bayar, Nabilah O'Brien: Halunya Kebangetan!
Sebelum ramai soal pembalikan status ini, publik dibuat geram oleh video viral yang memperlihatkan aksi pasangan ini saat mengamuk di area dapur hingga meninggalkan restoran tanpa membayar tagihan Rp530.150. Berikut kilas balik kronologi lengkapnya.
Bermula dari Pesanan yang Tak Kunjung Datang
Baca Juga: Nabilah O’Brien Jadi Tersangka Usai Laporkan Kasus Makan Tak Bayar Bibi Kelinci Kopitiam!
Insiden memalukan ini terjadi pada Jumat malam, 19 September 2025, di restoran Bibi Kelinci Kopitiam yang berlokasi di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Suasana restoran saat itu sedang ramai dipadati pengunjung, sehingga proses penyajian makanan membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya.
Evi Santi Rahayu dan Zendhy Kusuma. [Instagram]
Zendhy Kusuma dan Evi Santi Rahayu datang dan memesan 11 jenis makanan dan 3 jenis minuman dengan total tagihan mencapai Rp530.150. Namun, setelah menunggu sekitar 30 menit, mereka mulai menunjukkan ketidaksabaran.
Evi Santi Masuk Dapur dan Mengamuk
Puncak kemarahan terjadi ketika Evi Santi nekat memasuki area dapur, yang merupakan zona terlarang bagi pengunjung, dan meluapkan amarahnya kepada kepala dapur.
Kuasa hukum restoran, Jason Sembiring, mengungkapkan bahwa Evi tidak hanya marah-marah, tetapi juga mengeluarkan ancaman dan cacian yang tidak pantas.
"Intimidasinya secara tidak fisik, tapi rangkaiannya ada. Jadi ada ungkapan-ungkapan, 'Saya obrak-abrik tempatnya!' lalu ada kutukan juga kepada karyawan kami yang sedang mengandung terhadap janinnya," ungkap Eishen Simatupang, kuasa hukum Nabilah O'Brien.
Tindakan Evi dinilai sangat tidak profesional, mengingat dirinya berprofesi sebagai psikolog klinis yang tercatat praktik di platform dokter online terkenal.
Zendhy Kusuma Ikut Bergabung, Memukul Peralatan Dapur
Tak lama setelah istrinya masuk dapur, Zendhy Kusuma menyusul dan ikut mengonfrontasi staf restoran. Dengan nada tinggi dan sikap mengintimidasi, mereka mendesak agar pesanan segera disajikan .
Yang lebih parah, Zendhy dilaporkan memukul peralatan pendingin (chiller) serta menggebrak pintu showcase bahan makanan sambil memaki staf restoran. Tindakan ini terekam CCTV dan kemudian menjadi bukti kuat dalam laporan polisi .
Pergi Membawa Makanan, Meninggalkan Tagihan
Setelah puas meluapkan kemarahan di dapur, pasangan ini kemudian keluar restoran dengan membawa seluruh pesanan—11 bungkus makanan dan 3 minuman—tanpa melakukan pembayaran .
Seorang karyawan sempat mengejar mereka untuk meminta pelunasan, tetapi usaha itu sia-sia. Keduanya langsung masuk ke mobil dan meninggalkan lokasi tanpa merasa bersalah .
Keesokan Harinya: Datang untuk Bayar, Tapi Ditolak
Keesokan paginya, sekitar pukul 08.00 WIB, Zendhy mendatangi kembali restoran untuk melakukan pembayaran atas makanan yang dibawa kabur. Namun, Nabilah O'Brien yang sedang berada di luar kota menolak pembayaran tersebut .
"Jadi pagi-pagi jam 8 dia dateng, ke outlet. Anak-anak udah bilang, saya nggak mau ngomong, kalau mau ngomong sama bos saya aja. Tapi dia tetep ngerekam-rekam," kata Nabilah dalam unggahan story-nya .
Nabilah menegaskan bahwa masalah ini bukan lagi soal uang Rp500 ribu, melainkan soal perlakuan arogan yang telah mencederai karyawannya—termasuk staf yang sedang hamil.
"Ya saya nggak mau Anda bayar, nih bukan soal perkara Rp 500 ribu lagi," tegas Nabilah .
Upaya Damai yang Tak Kunjung Terwujud
Alih-alih meminta maaf, pihak Zendhy dan Evi justru disebut mengirim orang suruhan ke restoran untuk meminta QR code pembayaran. Tindakan ini dianggap Nabilah sebagai langkah yang semakin memperkeruh suasana .
"TERNYATA tadi sore, ada lagi yang datang atas nama CEPER (orang suruhan dia), masuk ke dalam outlet saya (lagi), dan langsung meminta QR CODE (?). Sungguh sudah mulai semakin meresahkan, karena sudah melibatkan ORANG-ORANG SURUHAN," tulis Nabilah dalam unggahannya .
Hingga hari ini, Nabilah menegaskan tidak ada permintaan maaf yang diterima dari pasangan tersebut .
Somasi dan Laporan Polisi
Karena tidak ada itikad baik, pihak Nabilah melalui kuasa hukumnya melayangkan somasi pada 24 September 2025. Dalam somasi tersebut, Nabilah tidak menuntut ganti rugi materi, melainkan hanya tiga hal: permintaan maaf terbuka melalui video, permintaan maaf kepada staf yang diduga dipukul, dan permintaan maaf khusus kepada karyawan hamil yang dicaci maki .
Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, tidak ada respons. Akhirnya, pada 25 September 2025, Nabilah resmi melaporkan Zendhy dan Evi ke Polsek Mampang Prapatan dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian .
Nabilah Malah Jadi Tersangka
Nabilah O'Brien [Instagram]
Di tengah publik yang menanti perkembangan kasus, kabar mengejutkan justru datang. Nabilah O'Brien dilaporkan balik oleh pihak Zendhy dan kini berstatus sebagai tersangka.
Informasi ini memicu kemarahan luas di media sosial. Banyak yang menilai bahwa hukum di negeri ini sungguh aneh: korban yang mencari keadilan malah berbalik dipidanakan.