Mengenal Anemia Aplastik, Penyakit Penyebab Istri Pesulap Merah Meninggal Dunia, Ini Cara Obati
Tika Mega Lestari, istri Pesulap Merah yang bernama asli Marcel Radhival baru saja meninggal dunia pagi ini.
Tika meninggal dunia di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung, pada pukul 04.46 WIB, karena menderita penyakit anemia aplastik dan kanker mulut.
Lalu, seperti apa anemia aplastik itu hingga bisa menyebabkan seseorang meninggal dunia?
Baca Juga: Mengenal TBC Ginjal, Penyakit yang Sebabkan Lucky Element Meninggal Dunia, Ini Penjelasannya
Gejala
Gejala awal anemia aplastik biasanya berupa mudah lelah, kulit pucat, sesak napas, dan pusing.
Baca Juga: Mengenal Kanker Mulut, Penyakit yang Diderita Istri Pesulap Merah hingga Meninggal, Ini Sebabnya
Kekurangan sel darah putih membuat penderita anemia aplastik rentan terkena infeksi.
Jika tidak ditangani, penderita kondisi ini dapat mengalami komplikasi yang berbahaya.
Penyebab Anemia Aplastik
Anemia aplastik disebabkan oleh kerusakan sel punca di sumsum tulang. Hal ini menyebabkan produksi sel darah melambat atau bahkan menurun.
Alhasil, jumlah sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), limfosit dan keping darah (trombosit) berkurang.
Mengenal Anemia Aplastik Yang Bisa Sebabkan Kematian [Instagram]
Penyebab lain anemia aplastik bisa meliputi:
- Penyakit autoimun, yaitu ketika sistem imun menyerang sel punca tulang
- Kelainan genetik, misalnya anemia Fanconi
- Infeksi virus, antara lain hepatitis, Epstein-Barr, CMV, Parvovirus B19, HIV
- Radioterapi dan kemoterapi
- Penggunaan obat tertentu
- Paparan bahan kimia
- Kehamilan, pada kasus yang jarang terjadi
Anemia aplastik juga terkadang tidak ditemui penyebabnya. Kondisi ini disebut anemia aplastik idiopatik.
Gejala Anemia Aplastik
Gejala anemia aplastik tergantung pada jenis sel darah yang berkurang.
Berikut ini adalah tanda-tanda yang sering dialami oleh penderita anemia aplastik:
- Mudah lelah dan lemas
- Sesak napas
- Kulit pucat
- Pusing
- Sakit kepala
- Demam
- Mudah memar atau berdarah
- Infeksi yang sering kambuh dan lama sembuh
- Mimisan atau gusi berdarah
Jika jumlah trombosit rendah, penderita mudah mengalami perdarahan. Sementara itu, apabila leukosit menurun, tubuh lebih mudah terserang infeksi.
Pengobatan Anemia Aplastik
Pengobatan anemia aplastik disesuaikan dengan penyebabnya, usia pasien, dan tingkat keparahan penyakit.
Terapi yang bisa menjadi pilihan dokter antara lain:
- Pemberian obat antibiotik dan antivirus, untuk mencegah infeksi
- Terapi obat imunosupresan, untuk menekan sistem imun berlebih.
- Transfusi darah, yang bertujuan untuk menjaga kebutuhan sel darah.
- Transplantasi sumsum tulang, dengan mengganti sel punca rusak, biasanya pada pasien usia <40 tahun
- Pemberian obat
Sel Darah Penderita Anemia Aplastik [Instagram]Pencegahan Anemia Aplastik
Tidak ada cara pasti mencegah anemia aplastik. Namun, ada beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan risiko terjadinya penyakit ini, yaitu:
- Hindari paparan bahan kimia berbahaya
- Gunakan alat pelindung saat bekerja dengan pestisida atau pelarut
- Lakukan imunisasi sesuai jadwal
- Segera ke dokter bila mengalami infeksi berulang