Gosip

Link Video Pembacokan UIN Suska Riau, Tangan Korban FAP Hampir Putus!

26 Februari 2026 | 18:14 WIB
Link Video Pembacokan UIN Suska Riau, Tangan Korban FAP Hampir Putus!
Korban dan pelaku pembacokan di UIN Suska Riau. [TikTok/Jawa Pos]

Suasana kampus Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau, Pekanbaru, mendadak gempar pada Kamis pagi (26/2/2026).

rb-1

Seorang mahasiswi jurusan Ilmu Hukum berinisial FAP (23) menjadi korban pembacokan brutal yang dilakukan oleh sesama mahasiswa di lingkungan kampus.

Peristiwa nahas ini terjadi saat korban bersiap mengikuti seminar proposal di Gedung Belajar Fakultas Syariah, sekitar pukul 07.30 WIB.

Baca Juga: Viral Mobil Calya D 1640 AHB Tabraki Mobil dan Motor di Jalan Gunung Sahari Jakpus

rb-2

Pelaku dikenali sebagai Raihan Mufazzar (22), mahasiswa di fakultas yang sama. Ironisnya, keduanya diketahui pernah satu kelompok dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dan sudah saling mengenal sebelumnya.

Informasi yang dihimpun, pelaku datang ke kampus dengan membawa senjata tajam jenis kampak dan parang yang diduga telah disiapkan dari rumahnya di Bangkinang, Kabupaten Kampar.

Baca Juga: Link Ukhti Solat Viral Dicari, Area Tertutup Bikin Penasaran

Kronologi Pembacokan di UIN Suska Riau

Korban pembacokan di UIN Suska Riau. [TikTok/Jawa Pos]Korban pembacokan di UIN Suska Riau. [TikTok/Jawa Pos]

Berdasarkan keterangan Kepolisian Sektor Bina Widya, peristiwa berdarah itu berlangsung cepat dan di luar dugaan. Saat itu, korban sedang duduk seorang diri di ruangan lantai dua menunggu giliran sidang proposal. Pelaku tiba-tiba masuk dan langsung melancarkan aksinya tanpa banyak bicara.

"Pelaku sempat menyampaikan perasaan sakit hatinya, lalu langsung membacok tangan kiri dan kepala korban," ujar Kapolsek Bina Widya, Kompol Nusirwan, kepada awak media.

Dalam kondisi berlumuran darah, korban berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar ruangan, namun pelaku terus mengejar dan kembali menyerang. Mahasiswa lain yang berada di lokasi kejadian histeris melihat korban tergeletak dengan luka parah, sementara pelaku masih berdiri di sampingnya sambil memegang kampak.

Beberapa mahasiswa berani berteriak meminta pelaku menghentikan aksinya hingga akhirnya petugas keamanan kampus tiba di tempat kejadian.

Kondisi Korban dan Upaya Penyelamatan

Korban pembacokan di UIN Suska Riau. [TikTok/Jawa Pos]Korban pembacokan di UIN Suska Riau. [TikTok/Jawa Pos]

Akibat serangan tersebut, FAP mengalami luka bacok serius di beberapa bagian tubuh, termasuk punggung, leher, kepala, dan tangan yang dilaporkan nyaris putus. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kepala Bidang Humas Polda Riau, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan perkembangan terbaru kondisi korban.

"Saat ini penanganan pertama sudah dilakukan oleh tim medis dan kondisi korban dalam keadaan stabil dan mulai membaik," ungkapnya saat ditemui di RS Bhayangkara, Kamis siang.

Pihak keluarga yang mendapat kabar duka ini langsung bergegas menuju Pekanbaru dari Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Paman korban, Irwansyah, menuturkan bahwa keponakannya sempat meminta doa restu kepada keluarga agar ujian seminar proposalnya berjalan lancar sebelum berangkat ke kampus.

"Awalnya kami tidak tahu persis kejadiannya. Informasi pertama justru dari teman dekatnya yang memberi kabar bahwa korban dibacok di kampus," tuturnya dengan nada terpukul.

Detik-detik mengerikan pasca-pembacokan terekam dalam video amatir yang beredar luas di media sosial, terutama TikTok dan platform X.

Dalam rekaman berdurasi sekitar satu menit, terlihat korban terduduk di lantai dalam kondisi bersimbah darah. Pelaku tampak berada di dekat korban dan memegang tangannya, sementara korban terlihat tidak berdaya .

Sejumlah petugas keamanan kampus terlihat berupaya memberikan pertolongan, ada yang membopong korban, sementara yang lain mengamankan pelaku. Video tersebut telah ditonton lebih dari satu juta kali dan memicu beragam reaksi dari warganet yang menyoroti pentingnya ruang aman di lingkungan kampus serta maraknya kekerasan berbasis asmara.

Motif Sakit Hati dan Perencanaan Aksi

Dari hasil pemeriksaan sementara, pihak kepolisian mengungkapkan bahwa insiden berdarah ini diduga dipicu oleh motif asmara. Pelaku disebut memendam perasaan terhadap FAP sejak masa KKN. Namun, pelaku merasa sakit hati karena korban ingin memutuskan hubungan setelah mengetahui FAP ternyata telah memiliki kekasih .

"Pelaku berangkat dari Bangkinang membawa parang dan kampak. Jadi, dia ini diduga ingin membunuh korban, karena korban mau memutuskan hubungan karena korban sudah punya pacar (lain)," tegas Kompol Nusirwan .

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Riau menambahkan bahwa aksi ini bukanlah tindakan spontan, melainkan sudah direncanakan sebelumnya.

"Pelaku R ini sudah sengaja punya niat untuk melakukan penganiayaan dengan membawa beberapa bilah parang maupun golok, jadi senjata tajam," jelas Kombes Pandra. Penyidik kini tengah mendalami unsur dendam dan sakit hati yang memicu aksi brutal tersebut.

Pelaku Dijerat Pasal Penganiayaan Berat Berencana

Atas perbuatannya, pelaku Raihan Mufazzar kini telah diamankan di Mapolsek Bina Widya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Pihak kepolisian menjerat pelaku dengan Pasal 469 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) terkait penganiayaan berat yang direncanakan .

Pasal tersebut mengatur ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun bagi pelaku penganiayaan berat yang dilakukan dengan rencana terlebih dahulu dan mengakibatkan luka serius pada korban.

Barang bukti yang diamankan polisi berupa satu bilah kampak dan satu bilah parang yang digunakan pelaku untuk membacok korban.

Tanggapan Kampus dan Dukungan untuk Korban

Pihak UIN Suska Riau melalui Juru Bicara, Rhonny Riansyah, menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden ini. Pihak kampus berkomitmen memberikan pendampingan penuh kepada korban, termasuk biaya pengobatan dan pemulihan psikologis.

"Ini musibah bagi UIN. Korban segera kami tangani. Kampus memberikan pendampingan penuh, termasuk bantuan pengobatan dan pemulihan psikologis," ujarnya.

Wakil Rektor III bersama dekan fakultas turut mendampingi korban di rumah sakit untuk memastikan kondisi FAP mendapatkan perawatan terbaik .

Meski secara kasatmata peristiwa ini mengarah pada dugaan percobaan pembunuhan, pihak kampus menyerahkan sepenuhnya proses hukum dan pendalaman kasus kepada pihak kepolisian.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih menjalani perawatan intensif di RS Bhayangkara Polda Riau, sementara pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolsek Bina Widya .

Tag UIN Suska Riau Pembacokan FAP Viral