Klarifikasi Vault Bali Usai Selebgram Shelley Soju Ngaku Keracunan Azul Diduga Oplosan
Pihak manajemen klub malam Vault Bali akhirnya buka suara setelah viral pengakuan selebgram Shelley Soju soal keracunan diduga minuman Azul oplosan dari klub tersebut.
Namun, alih-alih meredakan situasi, klarifikasi resmi yang disampaikan Vault justru memicu serangan balik keras dari Shelley Soju yang mengaku jadi korban dalam insiden tersebut.
Menanggapi viralnya unggahan Shelley Soju yang mengaku mengalami sakit perut hebat dan kawannya yang mengalami rabun mata usai mengonsumsi minuman di tempatnya, manajemen Vault Bali mengeluarkan pernyataan resmi.
Baca Juga: The Connell Twins Sebut Selebgram Inisial J Asal Bali Sering Digilir, Jennifer Coppen Beri Sentilan
Dalam klarifikasinya, pihak klub malam yang telah beroperasi lebih dari 6 tahun di Bali itu membantah tegas tuduhan menjual minuman palsu atau oplosan.
"Sehubungan dengan unggahan yang beredar di media sosial, kami menyampaikan pernyataan resmi sebagai berikut. Vault Bali telah beroperasi di Bali selama lebih dari 6 tahun dan tidak pernah dengan sengaja menjual minuman palsu, oplosan, ataupun produk yang dimanipulasi dalam bentuk apa pun," demikian bunyi pernyataan resmi Vault Bali.
Baca Juga: Selebgram Shelley Soju Ngaku Keracunan Usai Tenggak Minuman Oplosan di Klub Malam Bali
Shelley Soju dan kawannya mendatangi UGD menyusul sakit perut dan mata rabun usai minum minuman diduga oplosan. [Instagram/Shelleysoju]
Pihak manajemen menjelaskan bahwa seluruh produk alkohol yang mereka sajikan dibeli langsung dari distributor berizin dan diakui secara nasional di Indonesia.
"Kami menerima barang dalam kondisi tersegel sebagaimana dikirimkan oleh supplier dan mengacu pada dokumen legalitas, standar kepatuhan, serta jaminan keaslian yang diberikan oleh pihak distributor," tambah pihak Vault.
Vault juga menegaskan bahwa pihaknya hanyalah pembeli dari distributor resmi dan tidak pernah memproduksi, mengubah, membuka, ataupun memodifikasi isi botol tersegel dalam kapasitas apa pun.
Mengenai insiden yang dialami Shelley, manajemen mengungkapkan bahwa saat keluhan disampaikan di lokasi, tim mereka langsung mengganti botol tersebut dengan botol baru yang masih tersegel sesuai standar pelayanan. Sebagai tindak lanjut, pihaknya telah membuat berita acara internal dan melakukan pelaporan resmi kepada pihak distributor.
"Botol yang dikomplain telah kami amankan dan akan dikembalikan untuk proses pengecekan serta verifikasi batch lebih lanjut. Kami sangat serius dalam menjaga integritas produk dan keamanan tamu," tambah manajemen.
Di akhir pernyataannya, Vault Bali menegaskan bahwa segala tuduhan menjual produk tidak asli adalah tidak berdasar.
"YANG MENGENAL VAULT, MENGETAHUI STANDAR KAMI," tutup pernyataan tersebut.
Serangan Balik Shelley Soju: Mana Permintaan Maaf?
Shelley Soju dan kawannya mendatangi UGD menyusul sakit perut dan mata rabun usai minum minuman diduga oplosan. [Instagram/Shelleysoju]
Klarifikasi Vault Bali yang bernada pembelaan diri dan tidak memuat permintaan maaf itu langsung mendapat respons keras dari Shelley Soju. Melalui unggahan balasan, ia mengkritik tajam cara manajemen Vault dalam menangani masalah itu.
"@vault.bali team PR dan Risk Management kalian siapa ya? ini serius cara kalian mengklarifikasi masalah se serius ini kaya gini? ini bahasa yg kalian pilih?" tulis Shelley dengan nada kesal.
Ia menegaskan bahwa urusan internal antara pihak Vault dengan distributor atau supplier sama sekali bukan urusan konsumen yang telah dirugikan.
"Urusan internal kalian antara distributor / supplier / kesalahan operasional dll BUKAN URUSAN KAMI SEBAGAI KONSUMEN!" tegasnya.
Shelley kemudian melontarkan dua pertanyaan kritis yang menurutnya luput dari klarifikasi Vault:
"MANA PERMINTAAN MAAF TERHADAP KAMI YANG DIRUGIKAN??" tanya Shelley.
""kenapa isi dari klarifikasi ini kalian yang merasa dirugikan integritasnya padahal kalian yang merugikan kami?" tambahnya.
"You ruined our experience, and this is the accountability we get?" tulisnya mengakhiri kecaman.
Kronologi Insiden
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden bermula ketika Shelley Soju dan rekannya mengunjungi Vault Bali. Setelah mengonsumsi minuman berjenis Azul atau Clase Azul, mereka mengaku mengalami gangguan kesehatan.
Dalam video yang direkam di ruang UGD Siloam Medika Canggu, Shelley terlihat kesakitan sambil memegangi perutnya. Ia mengaku mengalami sakit perut hebat, sementara temannya mengalami mata rabun hingga penglihatannya berkabut putih.
"Gua mau UGD karena perut gua sakit minum palsu di Vault. Dan mata gua rabun. Mata temen gua rabun," ujarnya dalam video yang kemudian viral.
Azul adalah minuman tequila ultra-premium asal Meksiko yang terkenal dengan harga fantastis hingga puluhan juta rupiah.