Gosip

Karyawan Alfamart Nangis dan Pasrah Saksikan Toko Mereka Dijarah

01 Desember 2025 | 15:01 WIB
Karyawan Alfamart Nangis dan Pasrah Saksikan Toko Mereka Dijarah
Karyawan minimarket pasrah melihat toko mereka dijarah. [Instagram]

Sebuah video yang memilukan beredar luas di media sosial, memperlihatkan aksi penjarahan terhadap sejumlah gerai minimarket di Sibolga, Sumatera Utara. Aksi ini terjadi sebagai dampak krisis pangan pasca bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah itu sejak 24 November 2025.

rb-1

Dalam video tersebut, terlihat sejumlah pria dan wanita yang dinarasikan sebagai karyawan dan manajer sebuah gerai Alfamart hanya bisa duduk di sudut derai, menangis, dan pasrah menyaksikan massa menjarah toko mereka. Adegan itu memicu simpati sekaligus polemik di kalangan netizen.

"Karyawan nangis takut diminta ganti rugi," tulis seorang netizen, menyiratkan kekhawatiran akan beban tanggung jawab material yang mungkin ditanggung pekerja.

Baca Juga: Wapres Gibran Gebukin Pinata Kuromi: Pak Prabowo, Gini Amat Wakilnya!

rb-2

Netizen Soroti Barang yang Diambil

Komunitas online ramai memperdebatkan tindakan massa tersebut. Banyak yang mempertanyakan motif penjarahan, melihat tidak hanya bahan makanan pokok yang diambil.

Baca Juga: Korban Banjir Menjarah Minimarket di Sibolga, Pria Ini Ngaku Ambil Mi Instan untuk Anak!

“Kalau jarah makanan mungkin karena darurat dan mendesak, tapi kalau sampai rokok dan barang-barang yang bukan urgent juga dijarah, sungguh maruk (serakah)…” tulis akun @B_Nainggolan.

“Kasian lihat karyawannya tapi juga kasihan lihat para korban, semoga diganti oleh pemerintah setempat,” harap akun lain.

Namun, banyak pula yang menegaskan bahwa penjarahan tetap tidak dapat dibenarkan. “Penjarahan tidak dibenarkan sekalipun lagi ada musibah. Ini bukan tentang lapar tapi perampokan.

Karyawan Minimarket Pasrah Melihat Toko Mereka Dijarah. [Instagram]Karyawan Minimarket Pasrah Melihat Toko Mereka Dijarah. [Instagram]

Liat kan barang lain pun diambil, komputer dan barang lain diambil juga? Gak kebayang itu sampe nangis begitu,” komentar @SibayakNorth.

Sejumlah netizen memberikan saran pencegahan. “MINIMARKET di situasi seperti ini mending tutup, jangan buka. Tidak kondusif. Bagaimanapun tidak membenarkan penjarahan, itu rugi ratusan juta ya nggak bakal diganti siapapun. Mending tutup dulu, karyawan libur. Kalo perlu gembok gerbang ditambah,” usul @PeduliTapteng.

Polisi Amankan 16 Terduga Pelaku

Penjarah Minimarket di Sibolga. [Instagram]Penjarah Minimarket di Sibolga. [Instagram]

Menanggapi kejadian ini, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sibolga telah mengamankan 16 orang terduga pelaku penjarahan. Mereka adalah korban bencana yang terdampak krisis pangan.

"Benar, ada 16 orang diamankan Polres Sibolga terkait dugaan penjarahan," konfirmasi Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumut, AKBP Siti Rohani Tampubolon, Senin (1/12/2025).

Ke-16 tersangka, yang didominasi usia muda 17-27 tahun, diduga terlibat penjarahan di tujuh gerai minimarket berbeda, meliputi gerai Indomaret, Alfamidi, dan Alfamart di beberapa lokasi di Kota Sibolga pada Sabtu (29/11). Polisi menegaskan aksi ini terpisah dari penjarahan di Gudang Bulog Sarudik.

Krisis Logistik dan Informasi Jadi Pemicu?

Di balik aksi penjarahan, muncul laporan mengenai akar masalah yang lebih dalam. Warga terdampak bencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mengeluhkan ketidakmerataan distribusi bantuan logistik dan minimnya informasi dari pemerintah.

Damai, seorang warga Tapteng, membenarkan insiden tersebut. Dia mengungkapkan, chaos (kekacauan) terjadi di depan mata akibat kondisi yang mendesak.

"Kami, terutama di komplek aku tinggal, berjuang sendiri cari pasokan makanan dan air bersih. Tidak ada informasi apapun soal bantuan logistik," ungkap Damai via WhatsApp, Sabtu (28/11) malam.

Menurutnya, keterisolasian dan keputusasaan memenuhi kebutuhan pokok secara terbatas menjadi salah satu pemicu aksi nekat masyarakat. “Kondisi keterisoliran ini akan juga memicu angka kriminalitas,” tambahnya.

Pemerintah dan TNI/Polri Diminta Maksimalkan Distribusi

Dalam pernyataannya, AKBP Siti Rohani Tampubolon mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas. Dia menegaskan bahwa pemerintah bersama TNI/Polri tengah berupaya melakukan pendistribusian bantuan secara maksimal ke titik-titik pengungsian dan lokasi terdampak.

Insiden di Sibolga ini menyoroti betapa krusialnya manajemen logistik dan komunikasi yang efektif pasca bencana. Di satu sisi, ada keprihatinan atas kerugian materiil dan trauma yang dialami para pekerja ritel. Di sisi lain, ada keputusasaan warga yang merasa terpaksa mengambil jalan pintas untuk menyelamatkan nyawa keluarga.

Tag Alfamart Dijarah Sibolga Berita Terkini