Kapok Kerja Pagi ke Pagi, Marshel Widianto Rombak Gaya Hidup Demi Keluarga!
Komika Marshel Widianto kini mulai memetik hikmah mendalam setelah berhasil melewati masa krisis kesehatannya yang cukup mengkhawatirkan. Suami dari Cesen eks JKT48 ini mantap merombak total pola hidupnya demi menjaga keseimbangan antara karier dan kebahagiaan keluarga.
Pengalaman jatuh sakit akibat mengidap tiga penyakit sekaligus menjadi tamparan keras bagi Marshel untuk lebih menghargai waktu. Selama ini, ia mengaku terlalu ambisius mengejar materi hingga mengabaikan aspek-aspek penting di sekelilingnya.
"Sebenarnya pelajaran yang didapat adalah gua bisa ngerti apa itu yang namanya balance. Dulu sebelum kejadian sekarang, gua tuh nyari uang terus, tapi ada yang hilang. Akhirnya setelah ngejalanin ini, oh ternyata ini yang namanya balance," ungkap Marshel Widianto saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan.
Baca Juga: Cesen Bongkar Tabiat Marshel, Foto Mesra Rekan Kerja Jadi Pemicu Cekcok
Marshel WidiantoJika sebelumnya ia bekerja tanpa kenal waktu, kini Marshel memilih untuk menempatkan anak-anak sebagai prioritas nomor satu dalam jadwal hariannya. Ia berkomitmen untuk selalu menghabiskan waktu berkualitas bersama buah hatinya sebelum berangkat menuju lokasi pekerjaan.
Perubahan drastis ini diakuinya telah membawa ketenangan batin dan kenikmatan hidup yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Momen kebersamaan tersebut memberikan energi baru baginya untuk tetap produktif tanpa harus merasa terbebani.
Kejadian memilukan di rumah sakit tersebut menyadarkan Marshel bahwa keluarga adalah tempat perlindungan paling nyaman saat dirinya sedang terpuruk. Dukungan penuh dari istri dan anak-anak menjadi motor utama penggerak kesembuhan fisiknya.
Baca Juga: Sembuh dari 3 Penyakit, Marshel Widianto Anggap 2 Bulan di RS Sebagai 'Golden Time'
Marshel Widianto Dan Cesen. (Youtube)"Keluarga juga yang akhirnya memeluk gua sampai gua bangkit lagi. Ternyata kita mau cari ke mana-mana pun ya baliknya ke keluarga tetap," tutur bapak dua anak ini dengan nada penuh haru.
Mengenai karier ke depan, Marshel menegaskan bahwa sikap selektifnya dalam memilih tawaran pekerjaan bukanlah bentuk kesombongan. Ia kini lebih berani membatasi jam kerja agar memiliki porsi waktu yang cukup untuk berinteraksi di rumah.
Marshel menyadari bahwa anak-anaknya kini tengah memasuki masa keemasan yang sangat membutuhkan kehadiran fisik dan emosional dari sosok seorang ayah. Ia ingin memastikan dirinya hadir secara utuh sebagai pemimpin keluarga yang bertanggung jawab.
"Lebih tepatnya membatasi waktu untuk bekerja, nggak semuanya gua ambil. Kalau dulu, buset dari pagi ke pagi gua ambil. Kalau masih bisa melek, kerja. Kalau sekarang, tahan dulu lah," pungkasnya.