Fakta di Balik Kepergian Panji Pragiwaksono ke AS: Hindari Hukum atau Kejar Karier?
Komika Panji Pragiwaksono akhirnya buka suara terkait tuduhan yang menyebut dirinya melarikan diri ke Amerika Serikat untuk menghindari proses hukum di Indonesia. Klarifikasi ini disampaikan Panji saat menjadi tamu dalam kanal YouTube "Curhat Bang" milik Denny Sumargo yang dirilis baru-baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, Panji menanggapi narasi yang beredar di media sosial pasca perilisan materi stand-up comedy spesialnya yang bertajuk "Mens Rea". Banyak warganet berspekulasi bahwa keberadaan Panji di New York adalah upaya untuk menghindari panggilan polisi terkait sejumlah materi kontroversial dalam pertunjukan tersebut.
Panji secara tegas membantah spekulasi tersebut. Ia menjelaskan bahwa kepergiannya ke Amerika Serikat bukanlah bentuk pelarian, melainkan kepulangan ke tempat tinggalnya saat ini. Panji menekankan bahwa dirinya sudah menetap di New York jauh sebelum kontroversi "Mens Rea" mencuat ke publik.
Baca Juga: Denny Sumargo Bongkar Tren 'Whip Pink', Dokter Peringatkan Risiko Kelumpuhan
"Gue ke Amerika bukan kabur, tapi pulang. Sejak tahun 2022, gue memboyong keluarga gue ke sana," ujar Panji.
Panji menjelaskan bahwa kepindahannya ke Negeri Paman Sam didasari oleh ambisi karier untuk menembus pasar komedi internasional. Ia membantah anggapan bahwa keputusan tersebut mendadak diambil karena adanya laporan polisi yang menargetkan dirinya di Tanah Air.
Baca Juga: Pulang ke Indonesia, Pandji Pragiwaksono Siap Jalani Pemeriksaan Kasus Mens Rea?
Kehadiran Panji secara fisik di studio Denny Sumargo di Jakarta juga menjadi bukti bantahan atas narasi tersebut. Panji menyatakan bahwa ia masih bolak-balik Indonesia-Amerika Serikat untuk urusan pekerjaan dan tidak takut untuk menginjakkan kaki kembali di Indonesia.
Terkait tuduhan bahwa dirinya tidak nasionalis karena memilih berkarier di luar negeri, Panji memberikan pandangan berbeda. Ia justru merasa membawa nama Indonesia di kancah komedi New York. Menurutnya, ia adalah komika Indonesia pertama yang berhasil mendapatkan slot tampil reguler di klub komedi ternama di sana.
"Di antara 300 juta orang Amerika, hanya ada satu manusia se-antero Amerika yang dalam stand-up-nya ngomongin Indonesia, ngomongin budaya kita, memperkenalkan kita seperti apa," jelas Panji.
Pandji Pragiwaksono [Sumber: Youtube]
Panji membandingkan posisinya dengan artis Indonesia lain yang berkarier di kancah internasional, seperti Niki Zevanya, Rich Brian, atau Agnez Mo. Ia mempertanyakan mengapa musisi yang berkarier di luar negeri dianggap membanggakan, sementara dirinya justru dianggap tidak mencintai Indonesia.
"Apakah ketika mereka kerja di luar, itu disebut enggak cinta Indonesia? Ya enggak mungkinlah, mereka bawa nama Indonesia. Itu cuma karena (netizen) belum kenal sama Panji saja," tambahnya.
Mengenai situasi hukum yang dihadapinya, Panji mengakui mengetahui adanya sejumlah laporan polisi terhadap dirinya. Laporan tersebut berasal dari berbagai elemen masyarakat yang merasa tersinggung dengan materi komedinya, termasuk yang menyinggung isu politik dan agama.
Meski demikian, Panji mengaku tetap tenang menghadapi situasi tersebut. Ia menegaskan bahwa materi "Mens Rea" telah dirancang sebagai pertunjukan komedi tanpa niat jahat, sesuai dengan arti harfiah dari judul pertunjukan tersebut.
Pandji Pragiwaksono [Sumber: Youtube]
Panji juga menyatakan kesiapannya untuk berdialog jika diperlukan. Menurutnya, dalam sejarah kariernya, ia tidak pernah lari dari masalah hukum dan selalu kooperatif, termasuk ketika pernah disomasi oleh pejabat negara pada tahun 2010 silam.
Denny Sumargo sendiri dalam podcast tersebut mengonfirmasi bahwa Panji datang memenuhi undangannya tanpa rasa takut. Denny menyebut bahwa kehadiran Panji di Indonesia membuktikan bahwa sang komika tidak sedang bersembunyi dari aparat penegak hukum.
Sebagai informasi tambahan, "Mens Rea" adalah pertunjukan spesial ke-10 Panji Pragiwaksono yang kini tayang di platform streaming Netflix. Pertunjukan ini menuai pro dan kontra karena membahas topik sensitif mulai dari kasus korupsi, dinamika politik Pilpres, hingga kehidupan pribadi sang komika.
Panji menutup klarifikasinya dengan menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah terus berkarya dan menghibur, baik untuk penonton di Indonesia maupun audiens barunya di Amerika Serikat.