Gosip

Cerita Sebelum Nizam ke RS, Pegang Pipi Ayah Sambil Minta Maaf

24 Februari 2026 | 01:18 WIB
Cerita Sebelum Nizam ke RS, Pegang Pipi Ayah Sambil Minta Maaf
Anwar Satibi ayah Nizam Syafei di podcast Denny Sumargo. [YouTube]

Sebuah pengakuan mengharukan diungkapkan Anwar Satibi, ayah kandung Nizam Syafei (12), dalam podcast bersama Denny Sumargo, Senin (23/2/2026). Anwar menceritakan kronologi lengkap hari-hari terakhir sang putra sebelum meregang nyawa diduga akibat kekerasan yang dilakukan ibu tirinya.

rb-1

Dalam wawancara emosional tersebut, Anwar mengungkapkan bahwa Nizam baru saja dipulangkan dari pondok pesantren tempatnya menimba ilmu. Kebijakan memulangkan santri memang wajar, karena akan memasuki bulan puasa.

"Anak saya itu sebetulnya tinggalnya di pondok pesantren, mengaji sambil sekolah. Nah, karena mau puasa jadi memang semuanya dipulangkan dulu. Mau munggahlah istilahnya munggahan pulang dulu ke rumah. Dan bukan hanya Nizam saja, semua santri itu dipulangkan dulu karena mau puasa," ujar Anwar.

Baca Juga: Bukan Leukemia! Rekaman Video Nizam Syafei Bongkar Kebohongan Ibu Tiri

rb-2

Saat pamit hendak pergi ke Sukabumi untuk suatu keperluan, Anwar melihat kondisi Nizam dalam keadaan sehat. Tidak ada tanda-tanda atau luka.

"Sebelum saya pergi ke Sukabumi, anak saya dalam kondisi baik-baik saja. Memang ada luka di sini sedikit karena dia pilek jadi suka dikopek gini. Sedikit. Tapi kalau yang lain enggak ada luka. Nah, saya ngomong 'ayah mau ke Sukabumi dulu'," kenang Anwar menirukan percakapannya dengan Nizam.

Baca Juga: Lisnawati Bongkar KDRT Mantan Suami, Kisah Pilu Saat Hamil Nizam Syafei

Nizam Syafei saat masih hidup di Rumah Sakit bersama ayahnya. [YouTube]Nizam Syafei saat masih hidup di Rumah Sakit bersama ayahnya. [YouTube]

Perjalanan Anwar ke Sukabumi harus terhambat setelah menerima telepon darurat dari istrinya pada tengah malam.

"Padahal itu belum beres sebetulnya saya. Ya, pulang rasa panas terus manggil-manggil nama ayah. Saya langsung berkemas, langsung pulang," ungkap Anwar.

Sesampainya di rumah di kawasan Bojongsari, Jampang, Anwar disambut pemandangan yang membuat hatinya hancur. Nizam terbaring dalam kondisi memprihatinkan dengan luka di sekujur tubuh.

"Saya pulang terus pas saya masuk rumah, saya melihat pemandangan yang sangat luar biasa. Jadi, anak saya ditanya sama saya enggak bisa ngejawab. Tapi dia ke saya ngomong, tapi kalau saya jawab, 'Jang, ini kenapa? Jang i kunaon, Jang? I kunaon?' Dia diam saja sambil muter-muter selimut gini aja gitu. Tapi dia ke saya ngomong," tutur Anwar dengan suara bergetar.

Di tengah kondisi lemah dan terluka, Nizam masih berusaha meraih wajah ayahnya.

"Dia pegang pipi saya. Pegang pipi saya. Dia minta maaf ke saya. 'Ayah, maafin Dedek ya.' Dia bilang sampai dua kali dia minta maaf ke saya," kata Anwar nyaris tak kuasa menahan tangis.

Anwar pun berusaha menenangkan putranya yang terus meminta maaf meski ia sendiri tak tahu kesalahan apa yang dilakukan Nizam.

Anwar Satibi ayah Nizam Syafei di podcast Denny Sumargo. [YouTube]Anwar Satibi ayah Nizam Syafei di podcast Denny Sumargo. [YouTube]

"Nah, kata saya, 'Kenapa minta maaf gitu? Ujang teu salah, kamu enggak salah.' Kata saya yang salah itu ayah. Saya tanya ini kenapa dia enggak ngomong, sedikit pun enggak ngomong," imbuhnya.

Saat menanyakan kondisi Nizam kepada istrinya, Anwar mendapati penjelasan yang tidak masuk akal. Luka bakar di tangan, kaki, paha, punggung, hingga wajah Nizam disebut sebagai akibat sakit panas.

"Istri saya menjawab, 'Ya, ini kan sakit panas ya, si Raja. Jadi kalau sakit panas memang suka panas, kalau panasnya berlebihan suka melepus seperti ini, seperti kesiram air panas katanya gitu'," ujar Anwar menirukan ucapan istrinya.

Merasa tidak puas dengan penjelasan tersebut, Anwar berencana membawa Nizam ke rumah sakit keesokan paginya. Namun karena kelelahan, ia bangun agak siang dan segera membawa putranya ke Rumah Sakit Jampang Kulon.

Di rumah sakit, seorang dokter perempuan dengan tegas mengatakan bahwa luka Nizam bukan akibat sakit panas, melainkan tanda-tanda penganiayaan. Nizam pun sempat diwawancara dan mengaku "disuruh minum air panas sama mama" sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir dua jam kemudian.

Keluarga kini menanti hasil otopsi dari Pusdokkes Polri untuk mengungkap penyebab pasti kematian Nizam, sementara polisi terus mendalami kasus dengan memeriksa 16 saksi.

Tag Nizam Syafei Anwar Satibi