Gosip

Tere Liye Bela Dwi Sasetyaningsih LPDP: Ratusan Juta Rakyat Netek Anggaran Negara!

25 Februari 2026 | 07:56 WIB
Tere Liye Bela Dwi Sasetyaningsih LPDP: Ratusan Juta Rakyat Netek Anggaran Negara!
Tere Liye bela Dwi Sasetyaningtyas dan sebut serangan pada alumni LPDP itu adalah sesuatu yang lebay. [Instagram]

Di tengah derasnya hujatan terhadap alumni LPDP Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya Arya Iwantoro, penulis kondang Tere Liye justru melihat kasus ini dari sudut pandang yang berbeda.

rb-1

Tere Liye, penulis novel bestseller seperti Hafalan Sholat Delisa, memberikan pembelaan terhadap alumni LPDP yang videonya viral karena pernyataan "cukup saya saja yang WNI".

Melalui akun media sosialnya, pria bernama asli Darwis ini melontarkan kritik tajam terhadap warganet yang ia nilai bereaksi berlebihan atau "lebay" dalam menyikapi kasus tersebut.

Baca Juga: Sujiwo Tejo Kirim Surat Terbuka ke Purbaya Yudhi Sadewa Soal Kisruh Beasiswa LPDP

rb-2

"Apa sih dosanya? Sy mulai kesal melihat kasus ini. Lebay. Coba dijawab pertanyaan sederhana ini: 'Apa sih dosa dari orang ini saat anaknya jadi WNA? Dia nyuri? Dia korup? Dia zolim?'" tulis Tere Liye .

Dalam tulisannya yang panjang, Tere Liye membantah tiga tuduhan utama yang dilayangkan publik kepada Dwi Sasetyaningtyas.

Baca Juga: Heboh Kontroversi LPDP, Cindy Fatika Sari Ikut Bersuara, Sebut Pindah ke Kanada Tanpa Duit Negara

Pertama, soal penggunaan uang negara. Tere Liye mengakui bahwa Dwi Sasetyaningtyas memang penerima beasiswa LPDP yang dananya berasal dari APBN. Namun, ia mengingatkan bahwa ratusan juta rakyat Indonesia juga menerima berbagai bantuan dari negara.

Dwi Sasetyaningtyas pamer anaknya jadi WNA [Tiktok Sentilinpolitik]Dwi Sasetyaningtyas pamer anaknya jadi WNA [Tiktok Sentilinpolitik]

"Iya, itu betul. Sama dgn 19 juta penerima kartu pra kerja, 68 triliun. Sama dgn penerima beasiswa bidikmisi. Sama dengan penerima bansos, bantuan gaji, PPh ditanggung negara, ribuan triliun selama 20 tahun terakhir. Pakai duit negara semua. Ratusan juta rakyat netek ke anggaran negara. Coba sy tanya, mana sumbangsih mereka ke negara dari minimal 2.000 triliun dana2 ini 20 tahun terakhir?" tantangnya .

Kedua, soal tuduhan "menjelek-jelekkan Indonesia". Penulis yang sudah 20 tahun berkarier ini menegaskan bahwa pihak yang benar-benar merugikan bangsa adalah para koruptor, bukan seorang ibu yang mengungkapkan pendapat pribadi.

"Duh, yg jelek2in Indonesia itu adalah yg korupsi, bancakan uang rakyat lewat proyek2. Yang nepo baby. Yg nyuap, nyogok. Hanya karena dia bilang, cukuplah sy sj yg WNI, itu sih pendapat dia. Yg lain kan banyak nggak sependapat," tegasnya .

Ketiga, soal tuduhan "pamer" dan "haus validasi". Di sini Tere Liye justru balik menyerang para pengkritik dengan argumen yang tak kalah tajam.

"Wah wah, sy sungguh sedih jika kamu sok bijak pakai argumen ini. Kenapa? Karena kamu jugaaa haus validasi. Coba cek deh akun medsos masing2. Kamu pengen eksis, haus perhatian juga bukan?" tulisnya .

Ia bahkan menyindir para pengkritik dengan membandingkan diri sendiri.

Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya Arya Iwantoro. [Instagram]Dwi Sasetyaningtyas dan suaminya Arya Iwantoro. [Instagram]

"Kalian itu bukan Tere Liye, yg 20 tahun terakhir tdk posting foto/video wajahnya. Nah, jika belum bisa kayak Tere Liye, nggak usah nge-judge orang lain suka pamer, haus validasi, dll. Kita sj masih pelaku. Ehem, wah asyik, sy bisa nyombong di tulisan ini. Sengaja sih," sindirnya .

Lebih jauh, Tere Liye menyoroti fenomena kemarahan yang pilih-pilih di kalangan netizen Indonesia. Ia mencontohkan isu-isu besar yang luput dari kritik publik, seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih (KMP), akun anonim Fufufafa, hingga pelemahan KPK.

"Coba pikirkanlah. Kita itu jangan2 secuil pun tidak pernah mengkritik MBG, KMP, fufufafa, Paman Usman. Tidak pernah bahas Kartu Pra Kerja, pelemahan KPK, kerusakan lingkungan dan semua isu penting di negeri ini; eeeh giliran kasus video LPDP ini, kita bahas berkali2. Coba cek deh akun medsos masing2, bercermin," tulisnya .

Ia mengajak publik untuk introspeksi dan mempertanyakan kembali apa sebenarnya dosa dari Dwi Sasetyaningtyas.

"Apa sih dosa dari orang ini? Apakah dia nyuri? Korup? Zolim? Jika iya, masukkan ke penjara. Jika tidak? Duh, abaikan sj video haus validasinya. Tuh bahas MBG, KMP," pungkasnya .

Tag Dwi Sasetyaningtyas Tere Liye LPDP