Teori One Piece 1177 Part 2: Serangan Dragon Lukai Imu, Akainu Incar One Piece!
Lanjutan bocoran teori dan prediksi mengenai manga One Piece chapter 1177 kembali memicu perbincangan hangat di kalangan penggemar. Fokus utama kali ini tertuju pada pertempuran hebat di Mary Geoise serta perkembangan signifikan para kru Topi Jerami yang tengah berada di Pulau Elbaf.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pemimpin Pasukan Revolusi, Monkey D. Dragon, menunjukkan taringnya dalam duel melawan Imu. Pertempuran ini terjadi di pusat pemerintahan dunia, di mana Imu diketahui tengah mengendalikan tubuh salah satu Gorosei, yakni Saint Topman Warcury.
Dragon dilaporkan melancarkan serangan panah angin yang berasal dari kekuatan awakening buah iblisnya. Serangan ini tidak main-main karena dipadukan dengan elemen petir serta energi Haoshoku Haki dalam jumlah yang sangat besar untuk menembus pertahanan lawan.
Baca Juga: Link LK21 dan IndoXXI Masih Bermunculan Meski Diblokir, Ini Risikonya
Meskipun Imu sempat menggunakan tameng lingkaran sihir untuk menangkis serangan tersebut, beberapa panah angin Dragon dilaporkan berhasil menembus pertahanan dan melukai tubuh sang penguasa tertinggi. Hal ini menjadi catatan sejarah tersendiri dalam jagat One Piece.
Luka yang diterima Imu ini disebut-sebut sebagai luka pertama yang ia rasakan sejak ratusan tahun silam. Sosok terakhir yang diketahui mampu memberi luka pada Imu adalah Joy Boy pada era Abad Kekosongan, yang menandakan bahwa Dragon memiliki level kekuatan yang setara dengan legenda masa lalu.
Baca Juga: Richard Lee Ditahan di Malam Nuzulul Quran, Doktif Nangis Terharu: Buzzer Dia Kuat
Tidak berhenti di situ, Dragon dikabarkan meminta bantuan Sabo dan pemimpin ras Lunaria untuk menciptakan serangan kombinasi. Sabo menggunakan api biru awakening, sementara pemimpin Lunaria mengeluarkan api khas rasnya untuk digabungkan dengan angin dan petir milik Dragon.
Kombinasi empat elemen ini—angin, petir, api biru, dan api Lunaria—menciptakan daya hancur yang sangat luas. Imu dipaksa untuk bertindak lebih serius karena dampak dari serangan gabungan ini berpotensi memberikan kerusakan signifikan pada tubuh wadah yang ia gunakan.
Sementara itu, beralih ke Pulau Elbaf, situasi tidak kalah mencekam. Sanji dilaporkan terlibat duel kecepatan tinggi melawan salah satu Ksatria Suci (Holy Knight) bernama Killingham yang berada dalam mode hybrid.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1171 [Sumber: Indopop]
Meskipun Sanji unggul dalam hal kecepatan, Killingham memiliki kemampuan regenerasi instan yang merepotkan. Namun, tendangan api biru Sanji dilaporkan tetap mampu memberikan rasa sakit dan efek terbakar yang luar biasa pada tubuh sang Ksatria Suci tersebut.
Di sudut lain Elbaf, Franky menunjukkan peningkatan kekuatan yang drastis. Berkat bantuan Lilith, Franky kini menggunakan sumber energi baru yang disebut "Super Vega Cola". Energi ini membuat kemampuan fisik Franky meningkat berkali-kali lipat dari sebelumnya.
Lilith menjelaskan bahwa Super Vega Cola bukanlah alat yang secara langsung memberikan kekuatan, melainkan bahan bakar yang mengoptimalkan potensi tubuh cyborg Franky. Dengan energi ini, Franky mampu melakukan lompatan tinggi yang membuatnya seolah-olah bisa terbang di medan tempur.
Kru Topi Jerami lainnya seperti Nami, Robin, dan Usopp juga sibuk menghadapi ancaman raksasa iblis dan monster mimpi buruk. Robin dikabarkan berhasil melucuti senjata raksasa iblis, sementara Zeus membantu Nami dengan serangan petir skala besar untuk menyapu musuh.
Pergerakan besar juga terjadi di markas New Marineford. Laksamana Armada Akainu secara mengejutkan mengungkapkan rencananya untuk membentuk tim khusus Angkatan Laut demi memburu harta karun legendaris, One Piece.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1171 [Sumber: Indopop]
Akainu menegaskan bahwa Angkatan Laut tidak boleh membiarkan masa depan dunia jatuh ke tangan bajak laut. Ambisi ini muncul setelah siaran Vegapunk yang menyatakan bahwa nasib dunia akan ditentukan oleh siapa yang pertama kali menemukan harta peninggalan Joy Boy tersebut.
Di sisi lain, Admiral Fujitora dilaporkan tengah dalam perjalanan menuju Impel Down untuk membawa "Kaisar Bayangan" yang berhasil ia tangkap. Meskipun kapalnya dikepung oleh armada musuh yang setia kepada sang kaisar, Fujitora dengan tenang menggunakan kekuatan gravitasi untuk menghalau serangan mereka.
Kekuatan gravitasi Fujitora terbukti masih terlalu tangguh bagi para bawahan Kaisar Bayangan. Sang Admiral hanya perlu mencabut pedangnya sedikit untuk memberikan tekanan intimidasi yang membuat musuh-musuhnya tidak berkutik di lautan.
Sebagai latar belakang, pada chapter sebelumnya, konflik di Elbaf mulai memuncak setelah Imu membagi kesadarannya untuk mengendalikan situasi di dua tempat sekaligus. Fokus Imu yang terbagi antara Mary Geoise dan Elbaf memberikan celah bagi pasukan aliansi untuk melakukan serangan balik yang lebih terorganisir.