Teori One Piece 1174: Aliansi Tak Terduga di Hachinosu, Shanks Ancam Nyawa Kuzan!
Pertempuran besar di dunia One Piece semakin memanas dengan keterlibatan berbagai faksi besar di Pulau Hachinosu. Situasi di markas besar Bajak Laut Blackbeard tersebut dilaporkan kian tak terkendali setelah keterlibatan kelompok Rambut Merah dan organisasi SWORD.
Kekacauan ini disebut-sebut sebagai bagian dari gelombang arus pertempuran besar yang pernah tercatat dalam sejarah. Fokus cerita kini tertuju pada konfrontasi antara aliansi tak terduga yang melibatkan mantan Admiral Sengoku dengan para komandan Yonko.
Berdasarkan perkembangan terbaru, narasi memperlihatkan peta pertempuran yang terjadi secara simultan di berbagai belahan dunia. Selain Hachinosu, ketegangan juga meningkat di Elbaf, Tanah Suci Mary Geoise, hingga penjara bawah tanah Impel Down.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1166 Part 13: Rocks Tak Tahu Nika, Incar Buah Iblis Loki?
Pemerintah Dunia dikabarkan mulai kewalahan membendung gejolak yang terjadi di seluruh penjuru lautan. Langkah ekstrem seperti penenggelaman dunia untuk menata ulang sejarah menjadi salah satu opsi yang dikhawatirkan akan diambil oleh Imu-sama.
Di Pulau Hachinosu, sorotan utama tertuju pada aksi para eksekutif Bajak Laut Rambut Merah. Lucky Roux terlihat terlibat duel sengit melawan komandan kedua Blackbeard, Shiryu, yang memiliki kemampuan menghilang dari buah iblis Suke Suke no Mi.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1168 Part 2, Terungkap Alasan Loki Membunuh Ayahnya Sendiri
Meskipun Shiryu menggunakan kekuatan buah iblisnya, Lucky Roux mampu mendeteksi keberadaan musuhnya tersebut. Hal ini membuktikan penguasaan Kenbunshoku Haki tingkat tinggi yang dimiliki oleh kru Shanks tersebut.
Selain Haki pengamatan, Lucky Roux juga mendemonstrasikan teknik pergerakan cepat yang unik. Ia memusatkan kekuatan Ryuo pada bagian kakinya untuk menciptakan titik dorongan yang kuat guna menghindari serangan jarak dekat.
Di sisi lain, Bonk Punch bersama hewan peliharaannya, Monster, berhadapan dengan raksasa Sanjuan Wolf. Kerja sama keduanya berhasil menciptakan celah fatal bagi pertahanan tubuh raksasa milik kru Blackbeard tersebut.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1174 [Sumber: Indopop]
Bonk Punch mendaratkan pukulan telak yang diduga menggunakan teknik Haki tingkat tinggi. Serangan tersebut mengakibatkan Sanjuan Wolf terhempas hingga membentur tanah dengan dampak kerusakan yang cukup masif.
Kekuatan rata-rata kru Bajak Laut Rambut Merah ini menjadi bukti nyata pernyataan Sengoku di masa lalu. Kelompok ini dikenal memiliki kekuatan yang paling seimbang di antara seluruh kelompok Yonko yang ada saat ini.
Puncak ketegangan terjadi di dalam area tengkorak Pulau Hachinosu. Secara mengejutkan, mantan Fleet Admiral Sengoku terlihat bekerja sama dengan Benn Beckman untuk melindungi Katakuri dari serangan kombinasi Catarina Devon dan Avalo Pizarro.
Sengoku menyatakan bahwa ini adalah momen pertama kalinya ia bergerak untuk melindungi seorang bajak laut. Benn Beckman menanggapinya dengan santai, selama mereka memiliki tujuan yang sama untuk menjatuhkan kelompok Blackbeard.
Namun, situasi berbalik saat Kuzan alias Aokiji mulai mengambil langkah aktif. Mantan Admiral tersebut menyadari bahwa kemampuan prediksi masa depan milik Katakuri akan menjadi ancaman besar jika dibiarkan bebas bergerak.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1174 [Sumber: Indopop]
Memanfaatkan momentum serangan gempa dari Marshall D. Teach, Kuzan muncul secara tiba-tiba di hadapan Katakuri. Tanpa sempat menghindar, putra terkuat Big Mom tersebut langsung dibekukan sepenuhnya oleh kekuatan Hie Hie no Mi.
Melihat rekan aliansinya dilumpuhkan, Akagami no Shanks menunjukkan reaksi yang sangat keras. Meski Katakuri bukan merupakan anggotanya, Shanks tidak mentoleransi tindakan Kuzan yang menyerang secara tiba-tiba di tengah kekacauan.
Shanks melontarkan ancaman pembunuhan langsung kepada Kuzan jika terjadi sesuatu yang fatal pada Katakuri. Aura Haoshoku Haki yang dipancarkan oleh Shanks dilaporkan sangat kuat hingga membuat seluruh Pulau Hachinosu bergetar.
Konfrontasi antara Shanks dan Kuzan ini diprediksi akan menjadi titik balik pertempuran di Hachinosu. Keterlibatan langsung sang Yonko berambut merah menandakan bahwa pertaruhan di pulau tersebut sudah mencapai puncaknya.
Sebagai latar belakang, pada chapter sebelumnya, fokus cerita sempat tertuju pada peristiwa di Negeri Elbaf. Selain itu, diperlihatkan pula sedikit ketegangan yang terjadi di Mary Geoise sebelum narasi kembali beralih sepenuhnya ke medan tempur Pulau Hachinosu yang melibatkan banyak pihak besar.