Siskaeee Sentil Kerja Polisi Tangani Kasus Air Keras Andrie Yunus 'KontraS': Giliran Bokep Cepat!
Selebritas internet Fransiska Candra Novitasari, atau yang akrab disapa Siskaeee, kembali memicu perbincangan hangat di jagat maya. Kali ini, ia melontarkan kritik pedas terhadap kinerja kepolisian dalam menangani sebuah kasus kekerasan yang sedang viral.
Melalui akun X pribadinya, Siskaeee menyoroti lambannya penangkapan pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus. Ia bahkan mengunggah ulang rekaman CCTV yang memperlihatkan detik-detik mengerikan saat penyerangan itu terjadi di ruang publik.
Siskaeee mempertanyakan profesionalitas aparat karena hingga kini para pelaku belum juga diringkus meski wajah mereka terekam cukup jelas. “Ini jelas banget. Masa gini aja lebih dari 1x24 jam enggak ketangkep,” tulisnya dalam unggahan yang langsung memancing beragam reaksi netizen.
Baca Juga: Terekam CCTV Tiga Pelajar Siram Air Keras ke Siswa Pelayaran di Jakarta, Aksinya Bikin Geram!
Tidak hanya mengkritik, Siskaeee juga memberikan sindiran tajam dengan membandingkan kasus tersebut dengan pengalaman hukum pribadinya pada 2023 silam. Ia merasa ada ketimpangan kecepatan dalam proses penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
Ia menyebut bahwa saat dirinya terjerat kasus produksi film dewasa, polisi mampu bergerak sangat lincah untuk membekuknya. “Giliran bokepku pakai masker, kacamata, topi dll bisa tuh nangkep xixixi,” tulis Siskaeee menyindir konsistensi penegakan hukum.
Baca Juga: Baskara Putra Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Ini Serangan Terhadap Demokrasi
Peristiwa yang disoroti Siskaeee tersebut menimpa Andrie Yunus di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis malam (12/3/2026). Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, membenarkan bahwa korban diserang saat sedang mengendarai sepeda motor.
Akibat siraman cairan kimia tersebut, Andrie mengalami luka bakar serius hingga harus dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, luka bakar kimia yang dideritanya mencapai 24 persen di area wajah, mata, dada, hingga kedua tangan.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan bahwa insiden brutal ini terjadi sekitar pukul 23.00 WIB setelah korban pulang dari kantor YLBHI. Saat itu, Andrie baru saja selesai menjadi pembicara dalam rekaman podcast yang membahas isu kritis mengenai militerisme.
Kronologi menunjukkan dua orang pelaku yang berboncengan motor matik tiba-tiba datang melawan arah dan langsung menyerang korban secara membabi buta. Setelah menyiramkan air keras, para pelaku langsung melarikan diri meninggalkan korban yang terjatuh kesakitan.
Serangan ini diduga kuat berkaitan dengan aktivitas vokal Andrie Yunus sebagai pejuang HAM yang kerap mengkritik kebijakan sektor keamanan. Kini, publik mendesak kepolisian untuk segera menangkap dalang di balik aksi teror yang mencederai demokrasi ini.