Baskara Putra Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Ini Serangan Terhadap Demokrasi
Musisi Baskara Putra, yang populer dengan nama panggung Hindia, menyampaikan kecaman keras atas insiden penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus. Vokalis band .Feast ini menilai bahwa tindakan brutal tersebut merupakan ancaman nyata bagi ruang demokrasi di Indonesia.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Baskara secara tegas memberikan dukungan moral bagi sang aktivis yang menjadi korban orang tak dikenal (OTK).
"Serangan terhadap Andrie Yunus adalah serangan terhadap demokrasi dan warga sipil," tegas Baskara dalam pernyataannya, Sabtu (14/3/2026).
Baca Juga: Batal Manggung di Tasikmalaya, Baskara Putra: Jangan Takut Puisi
Pernyataan Baskara tersebut segera memicu reaksi luas di media sosial dan mengundang gelombang solidaritas dari masyarakat sipil. Warganet ramai-ramai mendesak agar kasus teror terhadap pembela Hak Asasi Manusia (HAM) ini segera diusut tuntas oleh aparat penegak hukum.
Insiden nahas ini dialami oleh Andrie Yunus pada Kamis malam (12/3/2026) di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, sekitar pukul 23.37 WIB. Saat itu, ia sedang dalam perjalanan pulang usai menjadi narasumber dalam diskusi bertema kritis di kantor YLBHI.
Baca Juga: Tengah Berduka, Hindia Respons Hangat Usai Lagunya Direkomendasikan Bang Chan Stray Kids
Berdasarkan kronologi kejadian, dua orang pelaku yang mengendarai motor matik tiba-tiba datang dari arah berlawanan dan menyerang Andrie. Secara membabi buta, para pelaku langsung menyiramkan cairan kimia berbahaya ke arah tubuh korban sebelum melarikan diri.
Akibat serangan mendadak tersebut, Andrie mengalami luka bakar parah hingga mencapai 24 persen di area wajah, mata, dada, serta kedua tangannya. Ia kini tengah menjalani perawatan medis intensif di rumah sakit guna menangani cedera serius akibat air keras tersebut.
Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menduga kuat bahwa aksi kekerasan ini merupakan bentuk intimidasi sistematis untuk membungkam suara kritis. Serangan tersebut dinilai berkaitan erat dengan aktivitas Andrie yang vokal menyuarakan isu-isu pelanggaran HAM selama ini.
Andrie Yunus memang dikenal sebagai pejuang HAM yang aktif menyoroti kebijakan reformasi sektor keamanan dan menolak pengesahan Revisi UU TNI. Fokus diskusinya yang tajam diduga menjadi alasan pihak tertentu melakukan tindakan teror yang melukai fisiknya tersebut.
Pihak kepolisian dilaporkan telah bergerak melakukan penyelidikan mendalam dengan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi kunci. Aparat juga tengah menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk mengidentifikasi ciri-ciri kedua pelaku penyiraman.
Kini, berbagai elemen masyarakat terus menyuarakan desakan agar kepolisian segera mengungkap motif dan menangkap dalang di balik aksi keji ini. Keadilan bagi Andrie Yunus diharapkan menjadi bukti nyata perlindungan negara terhadap kebebasan berpendapat warga sipil.