Gosip

Psikolog Bongkar Pola Child Grooming di Kasus Aurelie Moeremans

14 Januari 2026 | 15:34 WIB
Psikolog Bongkar Pola Child Grooming di Kasus Aurelie Moeremans
Psikolog Joice Manurung memberi tanggapannya terhadap kasus child grooming yang dialami Aurelie Moeremans saat masih remaja. [Instagram]

Aktris Aurelie Moeremans tengah menjadi sorotan publik usai mengungkap kisah kelam masa remajanya melalui buku berjudul Broken Strings.

rb-1

Dalam karya tersebut, Aurelie menceritakan pengalaman pahitnya sebagai korban child grooming yang terjadi sejak ia berusia 15 tahun.

Meski menggunakan nama samaran “Bobby” dalam bukunya sebagai pelaku, publik dengan cepat mengaitkan sosok tersebut dengan aktor Roby Tremonti, yang diketahui merupakan mantan kekasih Aurelie saat masih remaja.

Baca Juga: Aurelie Moeremans Hentikan Repost Dukungan Usai Hesti Purwadinata Dapat Ancaman

rb-2

Pengakuan ini pun memicu diskusi luas, terutama terkait dampak psikologis korban dan pola perilaku pelaku child grooming.

Menanggapi kisah yang viral tersebut, psikolog Joice Manurung memberikan pandangan dari sisi psikologi. Hal itu disampaikan Joice saat menjadi bintang tamu dalam acara Rumpi di Trans TV.

Baca Juga: Ini Isi Chat Ancaman Diduga Pelaku Bobby Broken Strings ke Hesti Purwadinata dan Suami

Menurut Joice, praktik child grooming tidak terjadi secara spontan, melainkan berakar pada kebutuhan tertentu dari pelaku. Dorongan ini kemudian membuat pelaku melakukan manipulasi psikologis terhadap anak, bahkan hingga melibatkan keluarga korban.

"Kalau disebut dengan child grooming sebenarnya ini adalah persekusi yang ditujukan kepada anak, apa motif sebenarnya, ini didasari kebutuhan dari si pelaku sehingga yang bersangkutan melakukan manipulasi psikologis kepada anak dan juga keluarga anak," ujar Joice.

Joice menegaskan bahwa child grooming merupakan tindakan yang terencana, sistematis, dan dilakukan secara terselubung.

Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans yang kini viral. [Instagram]Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans yang kini viral. [Instagram]

Pelaku kerap menggunakan cara-cara yang tampak wajar, seperti memberikan perhatian, perlindungan, atau bantuan, sehingga anak dan keluarga tidak menyadari adanya ancaman kejahatan.

"Jadi perilaku ini terencana, sistematis dan yang paling penting sifatnya ada liciknya, terselubung, dengan menggunakan cara-cara yang wajar, memberikan perhatian perlindungan bantuan apa pun itu," paparnya.

Ia menambahkan, kendali tersebut biasanya muncul karena perbedaan usia, status sosial yang lebih tinggi, atau popularitas pelaku.

Joice pun mengaku marah dan sedih melihat kasus semacam ini masih terjadi, meski di sisi lain ia melihat harapan dari Aurelie yang mampu bangkit dan menuangkan pengalamannya melalui tulisan.

"Dengan dia mampu menulis itu saya yakin dia sudah melalui ini dan bisa menyikapi semua kondisinya," pungkas Joice.

Tag Aurelie Moeremans Psikolog Joice Manurung Child Grooming