Profil Iin Farihin, Kader PBB Diperiksa Jadi Saksi Kasus Suap Bupati Bekasi
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil dan memeriksa anggota DPRD Kabupaten Bekasi sebagai saksi kasus yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang.
Kali ini penyidik memanggil Iin Farihin (IF). Kader Partai Bulan Bintang (PBB) itu telah tiba memenuhi panggilan KPK pada Selasa (13/1/2026) pukul 08.54 WIB.
"Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama IF selaku anggota DPRD Kabupaten Bekasi," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada awak media.
Baca Juga: Profil dan Biodata Ratu Alfauziah, Selebgram yang Diisukan VC Blunder Viral di TikTok
Panggil 6 Saksi Lainnya
Gedung Merah Putih KPK di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. [Dok. KPK]Penyidik juga memanggil enam saksi lainnya, yakni SUG, YS, RYB, dan RG selaku pihak swasta.
Serta HRD selaku Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelola Tata Bangunan Wilayah III Lenggahjaya, dan DWA selaku sopir.
Baca Juga: Kasus Timothy Ronald Dugaan Penipuan Kripto, Ini Profil dan Perjalanan Investasinya
Sehari sebelumnya KPK memeriksa Anggota DPRD Kabupaten Bekasi lainnya, Nyumarno, sebagai saksi kasus yang sama.
Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Yakni Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang.
Kemudian, HM Kunang—Kepala Desa Sukadami, Kecamatan Cikarang Selatan, sekaligus ayah Bupati Bekasi—dan Sarjan dari pihak swasta.
Lantas seperti apa profil Iin Farihin? Berikut ulasannya dirangkum dari berbagai sumber.
Profil Iin Farihin
Surat suara pasangan Iin Farihin-KH Mahmud saat Pilbup Bekasi 2017. [Dok. Istimewa]Penelusuran Indopop, Iin Farihin merupakan putra asli dari Bekasi, Jawa Barat. Ia lahir pada 30 September 1980.
Ia telah tiga periode berturut-turut menjabat Anggota DPRD Kabupaten Bekasi, yakni 2014-2019, 2019-2024, dan 2024-2029.
Iin Farihin merupakan kader dari Partai Bulan Bintang (PBB). Tahun lalu dirinya terpilih menjadi Ketua DPC PBB Kabupaten Bekasi periode 2025-2030.
Iin Farihin diketahui pernah mengikuti kontestasi Pilbup Bekasi 2017. Saat itu ia maju dari jalur independen (non-partai politik).
Iin Farihin menggandeng seorang ulama KH Mahmudin Al-Hafiz sebagai calon wakil bupati Bekasi.
Pasangan Iin-Mahmudin hanya mampu mendulang 81.496 suara atau 6,88 persen.
Kalah dari pasangan Neneng Hasanah Yasin-Eka Supria Atmaja yang terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bekasi dengan perolehan 471.483 suara.