LK21 dan IndoXXI Muncul Lagi dengan Domain Baru, Hati-Hati Jangan Asal Klik
Di tengah maraknya layanan streaming resmi, link streaming ilegal seperti LK21 dan IndoXXI tetap bermunculan. Meski sudah berulang kali diblokir pemerintah, situs-situs ini selalu kembali dengan alamat domain baru.
Fenomena ini menunjukkan bahwa praktik pembajakan film belum benar-benar hilang dari peredaran. Dengan pencarian sederhana di internet, warganet masih bisa menemukan berbagai versi terbaru dari situs-situs tersebut.
Tak hanya LK21 dan IndoXXI, sejumlah nama lain seperti Ganool, Dutafilm, BioskopKeren, Rebahin, GudangMovies21, CinemaKeren, Filmapik, hingga MovieGan juga kerap muncul. Polanya hampir sama, yakni berganti domain saat diblokir agar tetap bisa diakses.
Baca Juga: Dutamovie21 Muncul Jadi Pesaing, Lebih Aman dari LK21 dan IndoXXI? Jangan Terkecoh
Streaming Film dan drama di web ilegal LK21
Strategi pergantian domain inilah yang membuat pengawasan menjadi semakin menantang. Setiap kali satu alamat ditutup, muncul alamat baru dengan tampilan dan konten serupa.
Di balik kemudahan akses gratis, terdapat risiko serius bagi pengguna. Situs ilegal berpotensi menjadi sarang malware dan pencurian data pribadi, mulai dari email hingga informasi keuangan.
Baca Juga: Terungkap! Bahaya Tersembunyi di Balik Streaming Film LK21 dan IndoXXI
Selain ancaman keamanan digital, ada pula risiko hukum yang mengintai. Distribusi dan konsumsi film bajakan termasuk pelanggaran yang dapat dikenai sanksi sesuai aturan yang berlaku.
Ilustrasi Bahaya Nonton Situs Lk21
Dari sisi bisnis, perputaran uang di balik situs-situs ilegal ini juga tidak kecil. Pada 2017, pemilik LK21 disebut meraup hingga Rp80 juta per hari atau sekitar Rp2,4 miliar per bulan dari iklan dan traffic tinggi.
Ironisnya, keuntungan tersebut tidak pernah mengalir kepada pemegang hak cipta film. Industri kreatif, mulai dari sutradara hingga kru produksi, justru menjadi pihak yang dirugikan.
Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (kini Komdigi) sudah melakukan pemblokiran sejak 2019. Namun hingga kini identitas pengelola situs-situs tersebut masih misterius.
“Identitas asli pemilik situs LK21 (LayarKaca21) dan IndoXXI hingga saat ini tidak pernah diumumkan secara resmi kepada publik oleh pihak kepolisian maupun Kementerian Komunikasi dan Digital (dahulu Kominfo),” demikian jawab Google AI.
Fenomena ini juga terjadi secara global. Laporan White Bullet pada 2022 menyebut pendapatan iklan tahunan layanan streaming ilegal dunia mencapai USD1,34 miliar atau sekitar Rp19,2 triliun per tahun, menegaskan bahwa meski diblokir berkali-kali, link streaming ilegal tetap hidup dan terus beregenerasi di ruang digital.