Karena Pernikahan Dibatalkan, Dua Murid SD Lombok Barat Enggan Lanjutkan Sekolah
Satu peristiwa lucu sekaligus miris dan menyedihkan, kembali mengguncang Tanah Air.
Peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dua murid sekolah dasar (SD) di kecamatan tersebut diketahui enggan melanjutkan pendidikan mereka.
Baca Juga: Akhirnya! Valentino Rossi Datang ke Mandalika, Pimpin Sesi Latihan untuk Timnya
Penolakan itu dipicu oleh pembatalan rencana pernikahan kedua murid SD tersebut.
Diakui oleh Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, bahwa dirinya mendapat laporan dari warga setempat tentang rencana pernikahan dua murid SD yang kini duduk di bangku kelas 5 dan 6 itu.
Baca Juga: Akhirnya, Pertama Kalinya Valentino Rossi Jajal Sirkuit Mandalika, Ini Komentarnya
Pernikahan dua anak itu semula dijadwalkan pada libur semester akhir 2025, namun mundur hingga kini.
Dan kabar rencana pernikahan dua bocah tersebut akhirnya sampai ke telinga pihak sekolah.
2 Murid Sd Di Lombok Tak Mau Sekolah Karena Pernikahan Mereka Dibatalkan [Tiktok]Pihak sekolah pun kemudian berkoordinasi dengan kepala lingkungan setempat untuk membatalkan rencana pernikahan kedua bocah SD itu.
Namun yang terjadi, usai pembatalan itu berhasil dilakukan, kedua murid SD itu justru menolak untuk kembali ke bangku sekolah.
Berdasarkan laporan itu, Lalu Ahmad Zaini sudah meminta organisasi perangkat daerah (OPD), serta kecamatan untuk mendatangi kediaman dua murid SD itu, guna memberikan edukasi.
"Sudah saya perintahkan Camat Gunungsari dan Dikbud untuk turun mendeteksi. Dan ini tugas kita bersama lah," tegas Lalu Ahmad Zaini.
Lalu Ahmad Zaini sendiri menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat secara tegas menolak pernikahan dini yang marak terjadi, bahkan sampai melibatkan anak-anak di bawah umur.
"Usia dini itu, dari aspek tubuh kan belum mampu diberikan beban untuk mengandung atau lainnya," tutur Lalu Ahmad Zaini.
Akibat kejadian tersebut, Lalu Ahmad Zaini bersiap melakukan evaluasi terhadap para kepala sekolah (kepsek) di Lombok Barat.
Anak Sd Di Lombok Tak Mau Sekolah Karena Pernikahan Dibatalkan [Tiktok]Menurutnya, kepsek harus memiliki simpanan data-data penting tentang murid-muridnya, serta mampu mengawasi tingkah laku para siswa.
"Salah satu indikator kinerja kepsek itu adalah memastikan muridnya itu tidak putus sekolah. Terserah (lanjutnya) mau masuk SMP atau pondok pesantren," ujar Lalu Ahmad Zaini.