Heeseung Keluar dari ENHYPEN, Produser El Capitxn Diserang Fans!
Fandom ENHYPEN kembali menjadi sorotan setelah kepergian Lee Heeseung dari grup pada 10 Maret 2026. Keputusan ini memicu kemarahan sebagian penggemar, yang menuduh produser El Capitxn terlibat dalam pengunduran diri Heeseung.
Pada 12 Maret, El Capitxn, produser dan penulis lagu di bawah naungan BigHit Music, menyampaikan kekecewaannya melalui Instagram.
Ia menulis, “Stop sending me messages about Lee Heeseung. If you’re truly fans, you should hug him before throwing stones”, menegaskan ketidakpuasannya terhadap perilaku penggemar yang menyerangnya tanpa dasar.
Baca Juga: Heeseung Buka Suara Lewat Surat, Picu Spekulasi Fans Kenapa Tinggalkan ENHYPEN
Kontroversi bermula ketika beberapa penggemar menuduh El Capitxn mendorong “ego artistik” Heeseung sehingga memicu keputusannya keluar dari ENHYPEN.
Heeseung Enhypen Instagram
Serangan siber terhadap akun Instagram produser ini pun dilaporkan, dengan kritik yang diarahkan kepada kreator yang sebenarnya tidak memiliki keterlibatan langsung dalam keputusan grup.
Baca Juga: Pesan Member ENHYPEN ke Fans Usai Heeseung Keluar dari Grup, ENGENE Malah Ragu
Lebih jauh, penggemar juga menyebarkan rumor yang tidak terverifikasi melalui media sosial dan komunitas online, mengklaim agensi memaksa Heeseung meninggalkan grup. Beberapa penggemar bahkan mengirim lebih dari 10.000 email kepada jurnalis dalam sehari, tindakan yang dikategorikan sebagai pelecehan digital.
Meskipun agensi, anggota ENHYPEN yang tersisa, dan Heeseung sendiri menegaskan bahwa transisi grup menjadi enam anggota adalah keputusan bersama, sebagian penggemar tampak sulit menerima kenyataan tersebut.
Ini bukan pertama kali fandom ENHYPEN mendapat kritik karena aksi ekstrem. Pada 2023, beberapa penggemar melakukan protes truk di depan kantor HYBE, menuntut agar koreografi lagu “Bite Me” dihapus karena melibatkan penari wanita, yang kala itu juga dianggap berlebihan oleh publik.
Heeseung ENHYPEN
Kini, setelah kepergian Heeseung, beberapa penggemar kembali menyebarkan teori konspirasi dan merencanakan protes truk lainnya, menuntut agar keputusan grup dibatalkan. Situasi ini memicu perdebatan mengenai kedewasaan dan batasan dalam sebagian budaya fandom K-pop.
Pengamat industri menilai bahwa meskipun antusiasme penggemar tinggi merupakan hal positif, serangan siber dan protes berlebihan dapat merugikan artis maupun kreator yang tidak terlibat langsung. Kasus ini menjadi peringatan bagi komunitas K-pop tentang pentingnya kesadaran dan tanggung jawab dalam mendukung idola.
Di tengah kontroversi, anggota ENHYPEN yang tersisa kini fokus pada proyek dan promosi grup berikutnya, sambil berharap penggemar dapat menghormati keputusan yang dibuat secara profesional dan mendukung kelanjutan perjalanan grup.