Dituduh Peras Denada, Ressa Rossano Libur Kerja untuk Tenangkan Diri
Ressa Rizky Rossano (24), pemuda yang tengah menjadi sorotan setelah mengaku sebagai anak biologis penyanyi Denada, diketahui telah meliburkan diri dari pekerjaannya selama tiga hari terakhir.
Ressa yang bekerja sebagai penjaga toko kelontong 24 jam di Banyuwangi dengan gaji Rp 1,5 juta per bulan, disebut sedang berusaha menenangkan diri di tengah gempuran komentar warganet.
Menurut Ronald yang merupakan bagian dari tim kuasa hukum Ressa, kliennya sedang mencoba memulihkan kondisi psikologisnya setelah membaca berbagai tuduhan di media sosial.
Baca Juga: Siapa Istri Teuku Ryan, Aktor 2000-an Diisukan Ada Hubungan dengan Denada?
“Masih menenangkan diri, karena dia membaca sejumlah komentar yang menyebut dia mau cari untung dari profesi Denada,” jelas Ronald.
Tuduhan bahwa perjuangannya menuntut hak dianggap sebagai bentuk pemerasan terhadap Denada tampaknya memberikan tekanan berat bagi Ressa.
Baca Juga: Biodata dan Agama Vira Yuniar Istri Teuku Ryan Diisukan Pernah Dekat Denada
Denada Bersama Emilia Contessa (kiri) dan Ressa Rizky Rossano. [Instagram]
Sebelum namanya viral, Ressa diketahui hidup sederhana di Banyuwangi. Ia harus bekerja keras untuk menyambung hidup, mulai dari menjadi pengemudi ojek online hingga beralih ke pekerjaannya yang sekarang, yakni menjaga toko kelontong 24 jam di Kecamatan Kota Banyuwangi. Setiap hari, ia bekerja selama 8 jam dengan penghasilan bulanan sebesar Rp 1.500.000.
Sejak pengakuannya sebagai anak biologis Denada ramai diperbincangkan di media sosial, kehidupan Ressa berubah. Ia memilih untuk menarik diri dari aktivitas publik. Ketidakhadirannya di tempat kerja sejak Minggu (11/1) pun menjadi perhatian rekan kerjanya.
Astmal, rekan kerja yang menggantikan posisi Ressa, mengonfirmasi absennya pemuda tersebut.
Denada. [Instagram]
“Saya tidak tahu kenapa libur, tapi katanya belum bisa kerja sejak hari Minggu kemarin,” ujar Astmal, Selasa (13/1/2026).
Informasi yang diperoleh menunjukkan Ressa tidak memberikan keterangan yang jelas mengenai alasan ketidakhadirannya. Namun, dari pernyataan kuasa hukumnya, dapat disimpulkan bahwa tekanan psikologis akibat komentar negatif warganet menjadi pemicu utama.