Bukan Kekalahan! Inilah Alasan Mgr Paskalis Bruno Syukur Mundur dari Keuskupan Bogor
Pengunduran diri Uskup Bogor, Mgr Paskalis Bruno Syukur, baru-baru ini menjadi perhatian umat Katolik dan warganet. Keputusan resmi tersebut telah diterima oleh Tahta Suci, menandai berakhirnya masa kepemimpinan Mgr Paskalis di Keuskupan Bogor.
Dalam pernyataan reflektifnya, Mgr Paskalis menegaskan bahwa langkah mundur yang ia ambil bukanlah bentuk kekalahan, melainkan wujud ketaatan iman dan tanggung jawab pastoral demi persatuan Gereja.
Ia mengutip ajaran Rasul Paulus tentang menjaga iman hingga garis akhir, menekankan bahwa setiap keputusan administratif selalu ia letakkan dalam terang ketaatan kepada Tahta Suci.
Baca Juga: Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Umat Katolik Berduka
Berikut sejumlah alasan, penyebab, dan klarifikasi yang disampaikan Mgr Paskalis terkait pengunduran dirinya:
Isu misi Gereja di Lebak dan keberadaan Suster SFS
Mgr Paskalis menegaskan bahwa kabar mengenai penghentian misi atau pengusiran suster tidak berbasis fakta. Keputusan yang diambil merupakan bagian dari proses reorganisasi demi keberlanjutan misi yang lebih sehat. Ia juga menyayangkan narasi negatif yang tersebar dan meminta informasi yang tidak benar ditarik kembali.
Baca Juga: Biodata dan Agama Mgr Paskalis Bruno Syukur, Uskup Bogor yang Resmi Mengundurkan Diri
Uskup Bogor Mgr Paskalis Katolikana
Isu stabilitas keuangan Keuskupan Bogor
Tuduhan kebangkrutan keuskupan serta penggunaan dana gereja untuk kepentingan pribadi atau keluarga ditegaskan tidak terbukti. Mgr Paskalis menyebut isu tersebut sebagai narasi tanpa dasar fakta.
Relasi personal dan tata kelola
Mgr Paskalis menyampaikan bahwa kerja sama selama kepemimpinannya dilakukan secara profesional demi kemajuan keuskupan. Namun, upaya tersebut kerap disalahpahami, sehingga menimbulkan penilaian negatif terhadap kepemimpinannya.
Dinamika internal presbiterium, unio, dan kuria
Ia mengakui bahwa kepemimpinan sering menjadi jalan sunyi. Beberapa kebijakan, termasuk perombakan struktur untuk penguatan organisasi, justru dipersepsikan keliru meskipun telah melalui proses pendekatan yang lazim.
Alasan utama terkait penunjukan sebagai kardinal oleh Paus Fransiskus
Dalam proses penunjukan tersebut, Mgr Paskalis diminta mengundurkan diri sebagai uskup karena adanya anggapan bahwa ia membiarkan kasus pedofilia di keuskupan. Ia menegaskan tuduhan itu tidak benar, karena kasus tersebut telah ia kawal dan tangani sesuai prosedur Gereja.
Uskup Bogor Mgr Paskalis Dok Keuskupan Bogor
Mgr Paskalis juga mengakui bahwa pengunduran diri ini terjadi di tengah tekanan dan situasi yang sulit. Meski demikian, ia memilih melihat langkah ini bukan sebagai kekalahan duniawi, melainkan sebagai bentuk kasih terhadap persatuan Gereja, khususnya Keuskupan Bogor.
Dengan menerima keputusan Tahta Suci dengan sukacita batin, Mgr Paskalis menegaskan bahwa pengunduran dirinya adalah pengabdian terakhirnya demi kebenaran, iman, dan kesatuan Gereja.