Berasal dari Kisah Tragis, Ini Sejarah Hari Valentine yang Jarang Diketahui
Valentine's Day, atau yang biasa disebut sebagai Hari Kasih Sayang, selalu dirayakan oleh masyarakat global di seluruh dunia, setiap tanggal 14 Februari.
Perayaan ini identik dengan pemberian bunga dan kue cokelat, sebagai simbol ungkapan kasih sayang pada orang-orang yang dicintai.
Hari Valentine umumnya dirayakan oleh sepasang kekasih untuk menunjukkan kesungguhan cinta mereka.
Baca Juga: Deretan Promo Makanan dan Minuman untuk Rayakan Valentine 2026 bersama Orang Terkasih
Meski begitu, tidak menutup kemungkinan Hari Valentine ini juga dirayakan oleh orang tua dan anak, guru dan murid, maupun antar teman dan sahabat.
Terlepas dari definisi dan gambaran umum Hari Kasih Sayang tersebut, berikut ini ulasan lengkap tentang sejarah Hari Valentine yang jarang diketahui.
Sejarah Hari Valentine
Baca Juga: 6 Tradisi Unik di Berbagai Negara dalam Rayakan Valentine, Ada Perayaan untuk Jomblo dan Lansia
Kisah Santo Valentinus
Sejarah Hari Valentine sebenarnya beragam dan banyak versi, dan versi yang pertama adalah tentang kisah Santo Valentinus.
Disebutkan, ada beberapa martir Kristen awal yang bernama Valentinus, dan dua di antaranya yang dihormati pada 14 Februari adalah Valentinus Roma dan Valentinus Terni.
Kisah Pendeta di Roma
Versi yang lainnya, yang paling terkenal adalah kisah tentang seorang pendeta yang hidup di Roma, Italia, pada abad ke-3, di bawah pemerintahan Kaisar Claudius II, yakni Pendeta Valentine bernama Valentine.
Ilustrasi Pendeta Valentino Yang Menikahkan Prajurit Muda [Tiktok]Pada zaman itu, Kaisar Claudius II para pria muda untuk menikah, karena ia percaya bahwa pria lajang akan menjadi prajurit yang lebih baik.
Akan tetapi, kebijakan itu ditentang oleh Pendeta Valentine, dengan menikahkan pasangan muda secara diam-diam.
Akibat tindakannya, Pendeta Valentine dipenjara dan dieksekusi mati pada tanggal 14 Februari.
Dikisahkan, sebelum hari kematiannya, ia menulis surat kepada putri sipir penjara yang ia sembuhkan dari kebutaan, yang mana surat itu ditandatangani dengan frasa "Dari Valentine-mu," yang kemudian menjadi simbol Hari Valentine.
Ilustrasi Pendeta Valentine Yang Dipenjara [Tiktok]Tentang Festival Romawi Kuno
Versi lain mengatakan, Hari Valentine berkaitan dengan festival Romawi kuno bernama Lupercalia, yaitu sebuah perayaan kesuburan yang diadakan pada pertengahan Februari.
Pada akhir abad ke-5, Paus Gelasius I secara resmi mengganti Lupercalia dengan Hari Santo Valentine.
Hal itu dilakukan untuk mengubah tradisi pagan menjadi perayaan yang mengandung nilai-nilai Kristiani.
Ungkapan-ungkapan romantis modern dari Hari Valentine baru mulai populer sekitar abad ke-14, yang dipengaruhi oleh karya penyair Inggris Geoffrey Chaucer, yang mengaitkan hari tersebut dengan cinta romantis melalui puisinya.