Ayah Nizam Kenang Momen Mengejutkan Dokter Perempuan Sebut Nizam Dianiaya
Momen penting dalam kasus meninggalnya Nizam Syafei (12) terungkap dalam podcast Denny Sumargo. Ayah kandung korban, Anwar Satibi, menceritakan bagaimana seorang dokter perempuan di Rumah Sakit Jampang Kulon mengucapkan pernyataan mengejutkan yang menentukan kasus ini.
Saat pertama kali membawa Nizam ke rumah sakit, Anwar masih percaya dengan alibi istrinya bahwa luka bakar di sekujur tubuh anaknya disebabkan oleh sakit panas yang berlebihan.
Namun keyakinan itu langsung lenyap setelah dokter perempuan yang memeriksa Nizam angkat bicara.
Baca Juga: Link Video Xysil Model Viral, Aksi Dewasa Gadis Model Pro
"Istri saya menjawab, 'Ya, ini kan sakit panas ya, si Raja. Jadi kalau sakit panas memang suka panas, kalau panasnya berlebihan suka melepus seperti ini, seperti kesiram air panas katanya gitu'," ujar Anwar menirukan penjelasan istrinya di podcast Denny Sumargo.
Namun saat tiba di rumah sakit, seorang dokter perempuan yang memeriksa Nizam langsung memberikan pernyataan tegas. Bahkan pernyataannya disampaikan di depan istri Anwar tanpa ragu.
Baca Juga: Cerita Sebelum Nizam ke RS, Pegang Pipi Ayah Sambil Minta Maaf
Anwar Satibi ayah Nizam Syafei di podcast Denny Sumargo. [Youtube]
"Dia cek, cek, cek itu di depan istri saya. Dia ngomong di depan istri saya, 'Bu, kita ini medis ya. Kita tahu mana yang sakit panas, mana yang bukan. Ini bukan karena sakit, tapi ini dianiaya.' Itu dokternya yang ngomong. Di depan istri saya yang dokter perempuan itu ya. Dokter perempuan itu ngomong lantang loh," tegas Anwar.
Pernyataan dokter tersebut membuat Anwar tersadar. Anwar yang saat itu sudah menahan amarah, akhirnya menyadari bahwa apa yang menimpa anaknya bukanlah kejadian biasa.
"Oh saya ini kan Bang udah enggak muda. Maksudnya udah agak lama ya. Saya baru kali ini melihat orang sakit panas sampai pada melepuh gitu kulitnya. Apalagi dikuatkan dengan pernyataan doktor ke saya. Ini bukan karena sakit. Ada luka bakar. Luka bakar," ungkap Anwar.
Setelah pernyataan tersebut, Nizam segera dipindahkan ke ruang ICU untuk mendapatkan penanganan lebih intensif. Namun nahas, sekitar dua jam kemudian nyawa Nizam tidak tertolong.
Sebelum Nizam mengembuskan napas terakhir, dokter kembali memanggil Anwar untuk memberikan kesempatan terakhir.
Nizam Syafei saat masih hidup di Rumah Sakit bersama ayahnya. [Instagram]
"Justru saya nge-dzikirin, 'tolong dituntun, katanya anaknya'. Dituntun berdoa gitu, dzikir. Udah gitu anak saya lewat. Udah enggak ada napas," kenang Anwar pilu.
Dokter kemudian menanyakan apakah akan dilakukan tindakan CPR (resusitasi jantung paru).
"Dokter kan nanya ini mau, mau di apa? Kata saya jangan, jangan. Kasihan kata saya," ucap Anwar.
Setelah proses autopsi selesai dilakukan, dokter kembali menegaskan temuannya di hadapan wartawan dan pihak kepolisian.
"Pas sudah selesai otopsi, datang wartawan, Pak, dan Bapak polisi itu datang menyatakan memang luka bakar. Pas sudah selesai otopsi," jelas Anwar.
Bukan hanya luka bakar eksternal yang terlihat, organ dalam Nizam pun mengalami kerusakan parah.
"Ini kan selain yang di luar yang kita lihat di video, di dalam kayak organ-organnya itu mengalami luka bakar gitu?" tanya Denny Sumargo.
Anwar pun menjelaskan, ia diberi tahu juga bahwa organ dalam Nizam mengalami pembengkakan.
"Kalau yang pada bengkak begitu. Itu paru-paru katanya bengkak," jawab Anwar.
Namun, ia tidak bisa merinci lebih jauh, karena pihaknya masih menunggu laporan resmi hasil otopsi dari kepolisian.
"Terus apa lagi ya? Makanya, keputusan nanti aja, cuman dia belum detailkan. Belum, ini mah hanya gambaran aja lah," tambahnya.