Aditya Zoni Ungkap Ammar Zoni Ketakutan Luar Biasa Terancam Dipindah ke Nusa Kambangan
Aktor Ammar Zoni kini tengah menghadapi tekanan mental yang sangat berat setelah mendengar tuntutan sembilan tahun penjara dari Jaksa Penuntut Umum. Selain beban tuntutan yang tinggi, kekhawatiran terbesar sang aktor saat ini adalah adanya kemungkinan dirinya akan dipindahkan ke Lapas Nusa Kambangan.
Aditya Zoni, adik kandung Ammar, mengungkapkan bahwa kakaknya mengalami ketakutan yang luar biasa saat membahas isu pemindahan tersebut. Menurut Aditya, Ammar merasa bahwa dirinya bukanlah seorang penjahat kelas berat atau teroris yang memiliki kapasitas untuk ditempatkan di sana.
"Dia panik banget, apalagi kan dia bilang sendiri dia enggak mau dibalikin ke NK karena memang bukan kapasitasnya untuk di Nusa Kambangan," ujar Aditya.
Baca Juga: BTOB Bakal Comeback Full Member, “We Together” Siap Rilis 21 Maret 2026
Trauma ini bukan tanpa alasan, mengingat Ammar diduga pernah merasakan suasana atau tekanan terkait wilayah tersebut sebelumnya. Aditya menceritakan bahwa ketika berbicara mengenai Nusa Kambangan, ekspresi wajah dan sorot mata kakaknya berubah drastis menjadi penuh ketakutan.
"Ketika dia bicara soal NK Nusa Kambangan itu matanya enggak bisa bohong, dia takut sekali dan dia sangat-sangat trauma banget banget banget," tegas Aditya.
Baca Juga: Bahaya Streaming Gratis di LK21 dan IndoXXI, Bisa Bikin Rugi Besar!
Keluarga mencatat bahwa Ammar sempat meminta bantuan kepada teman-teman sesama artis untuk menyuarakan bahwa dirinya adalah penyalahguna yang butuh kesembuhan. Ia merasa tempatnya bukan di lapas dengan pengamanan super ketat yang dihuni oleh para narapidana kasus besar.
Aditya Zoni Di Podcast Melaney Ricardo [Sumber: Youtube]
Ammar Zoni menekankan bahwa statusnya adalah seorang pencandu yang sedang berjuang melawan ketergantungan, sehingga rehabilitasi medis lebih dibutuhkan daripada isolasi ketat.
"Intinya bukan kapasitas gue untuk datang ke Nusa Kambangan, gua bukan penjahat besar," ucap Ammar.
Hingga saat ini, pihak keluarga melalui tim kuasa hukum masih terus berupaya mengajukan surat permohonan kepada pihak berwenang. Mereka berharap Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tidak memindahkan Ammar ke Nusa Kambangan karena pertimbangan kondisi mentalnya.
Aditya Zoni menyebutkan bahwa kemungkinan pemindahan tersebut memang masih ada dan menjadi ancaman nyata bagi keberlangsungan psikis sang kakak.
"Ini pun kita masih usaha supaya tidak balik ke Nusa Kambangan, so there is a possibility Ammar Zoni akan dikembalikan," tambahnya.
Aditya Zoni [Sumber: Instagram]
Kondisi Ammar sebelum menjalani persidangan pun dilaporkan sangat tidak stabil akibat memikirkan nasib tempat penahanannya di masa depan. Semalam sebelum sidang tuntutan, ia disebut terus merasa gelisah dan tidak bisa tenang karena bayang-bayang hukuman yang sangat panjang.
Keluarga mengakui bahwa tuntutan sembilan tahun penjara jauh melampaui ekspektasi awal mereka yang memperkirakan hukuman di bawah lima tahun. Kekecewaan ini menambah beban pikiran Ammar yang sedang berusaha memperbaiki diri dari ketergantungan zat terlarang tersebut.
Aditya Zoni terus memberikan dukungan moral agar mental kakaknya tidak semakin hancur di dalam Lapas Narkotika Cipinang tempatnya mendekam saat ini. Ia berharap Ammar bisa tetap kuat menghadapi setiap proses hukum yang berjalan meski penuh dengan rintangan berat.
Selama masa penahanan ini, Ammar dikabarkan lebih banyak mendekatkan diri pada agama dan berusaha menjaga kebersihan serta penampilan fisiknya. Namun, ketenangan itu seringkali sirna setiap kali topik mengenai perpindahan lokasi penahanan kembali mencuat ke permukaan.