Video Viral 2 Wanita Bulukumba Lecehkan Ayat Alquran dengan Bahasa Daerah, Berujung Ditangkap
Video viral yang membuat jengkel dan memicu amarah publik beredar luas di media sosial.
Dua wanita di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan (Sulsel) diduga melecehkan ayat Alquran.
Usai videonya tersebar, polisi langsung gerak cepat menangkap keduanya.
Baca Juga: Apakah Inara Rusli Selebritis Wanita Inisial I yang Diramal Hard Gumay Alami Kesusahan Hidup 2026?
Tidak sekedar menangkap, pihak polisi juga bekerja sama dengan tokoh agama untuk melakukan pembinaan pada dua wanita pelaku pelecehan Alquran tersebut.
"Betul, kami sudah lakukan beberapa langkah juga termasuk pembinaan melalui tokoh agama dan pemuda," kata Kapolres Bulukumba, AKBP Restu Wijayanto.
Baca Juga: Dari Pramugari Jadi Model, Ini Profil Alya Putri, Istri Mohan Hazian yang Diduga Lecehkan Talent
Kronologi kasus ini berawal saat dua wanita tersebut mempelesetkan bunyi ayat Alquran, dan mengartikan ayat dengan menggunakan bahasa daerah mereka secara bercanda pada Rabu (25/2).
2 Wanita Di Bulukumba Pelaku Penghina Alquran [Tiktok]Menurut pihak kepolisian, pelapor video viral pelecehan terhadap ayat Alquran itu adalah salah satu tokoh agama di Bulukumba.
"Baru viral di Bulukumba. Kami terima informasi lisan terkait video viral tersebut dari salah satu tokoh agama, sehingga kami langsung tindak lanjuti dengan berkoordinasi pemerintah setempat," jelas Kasat Reskrim Polres Bulukumba, Iptu Muhammad Ali.
Setelah menerima laporan tersebut, polisi langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan kedua wanita itu.
Polisi kemudian menggelar pertemuan dengan para tokoh agama bersama dua pelaku penghina Alquran itu.
"Diberikan pemahaman agama, termasuk dalil-dalil Alquran didampingi tokoh agama dan pemerintah. Keduanya sudah minta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya," terang Muhammad Ali.
Penghina Alquran Di Bulukumba Minta Maaf Di Kantor Polisi [Tiktok]Ali menuturkan, kini kedua wanita itu telah menghapus video mereka saat melecehkan ayat Alquran, dan menggantinya dengan video permintaan maaf secara terbuka.
"Kami harapkan masyarakat tidak mudah terprovokasi dengan masalah ini, mari kita jaga situasi tetap kondusif apa lagi pada bulan suci Ramadan," tutupnya.