Teori One Piece 1174 Part 2: Sanji Menggila, Ben Beckman Tumbangkan Raksasa!
Kelanjutan kisah manga One Piece semakin memanas dengan berbagai pertempuran yang terjadi secara simultan di lokasi berbeda. Berdasarkan bocoran teori terbaru untuk chapter mendatang, fokus cerita kembali menyoroti kekacauan di Pulau Elbaph dan Hachinosu yang melibatkan karakter-karakter krusial.
Di Elbaph, pertempuran sengit tak terelakkan antara Sanji melawan salah satu anggota Ksatria Suci (Holy Knight), Killingham. Sanji yang bertekad membebaskan Nico Robin dari jeratan tanaman berduri, mengerahkan kemampuan terbaiknya. Ia melancarkan tendangan api biru dari mode Ifrit Jambe secara bertubi-tubi yang sukses melukai Killingham dengan cukup parah.
Meskipun Killingham memiliki kemampuan regenerasi yang memungkinkannya memulihkan diri dengan cepat, ia tetap merasakan dampak fatal dari serangan panas api biru tersebut. Dalam momen ini, Killingham menyadari adanya potensi besar dalam diri Sanji untuk membangkitkan Haoshoku Haki di masa depan, mengingat daya hancur serangannya yang luar biasa meski tanpa lapisan Haki Raja saat ini.
Baca Juga: Teori One Piece 1172 Part 3: Aliansi Luffy-Loki dan Peta Duel Maut di Elbaph
Menyadari situasi yang tidak menguntungkan serta pasukannya yang terdiri dari raksasa iblis dan monster mimpi buruk telah dikalahkan, Killingham memutuskan untuk mundur secara taktis. Ia memilih untuk tidak memaksakan diri mencapai batas regenerasinya, mengingat misi utama mereka di Elbaph bukan hanya bertarung, melainkan juga menculik anak-anak raksasa.
Mundurnya Killingham memberi celah bagi Sanji untuk beralih fokus mengejar target lainnya, Sommers. Sommers, yang juga seorang Ksatria Suci, kini berada dalam posisi panik di area pelabuhan. Kepanikan ini dipicu oleh kesalahannya sendiri yang secara tidak sengaja menghancurkan kapal yang seharusnya digunakan untuk mengangkut sandera anak-anak raksasa.
Baca Juga: Spoiler One Piece 1172 Part 1: Perang Elbaf Pecah, Zoro Siapkan Rencana Besar?
Situasi ini menjadi momen pembuktian bagi Sanji. Jika pada arc Wano sebelumnya ia harus meminta bantuan Robin saat menghadapi Black Maria, kini keadaan berbalik. Sanji mengambil peran sebagai pelindung utama, siap menghajar Sommers yang merupakan seorang laki-laki, demi membebaskan Robin yang sedang terikat dan tidak bisa banyak bergerak.
Melalui komunikasi Den Den Mushi, Killingham sempat memperingatkan Sommers agar tidak meremehkan Sanji. Meski Sommers awalnya sesumbar dengan kemampuan regenerasinya, peringatan keras dari rekannya mengenai potensi bahaya api biru Sanji memaksanya untuk waspada penuh dan bersiap bertarung serius.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1174 Part 2 [Sumber: Indopop]
Sementara itu, ketegangan juga memuncak di Pulau Hachinosu. Aliansi Bajak Laut Rambut Merah yang terdiri dari Shanks, Mihawk, dan Ben Beckman menghadapi kepungan dari kelompok Kurohige yang dibantu oleh dinding es ciptaan Kuzan. Dalam situasi terdesak, Ben Beckman menunjukkan kelasnya sebagai wakil kapten yang jenius.
Beckman menginisiasi rencana taktis di mana Shanks dan Mihawk bertugas mengalihkan perhatian lima musuh sekaligus dengan serangan beruntun kecepatan tinggi. Di tengah kekacauan tersebut, Beckman membidik satu target strategis menggunakan teknik unik peluru yang dialiri Haoshoku Haki dalam jumlah besar.
Target tembakan fatal tersebut bukanlah Kurohige, melainkan Kapten Raksasa dari armada Titanic. Keputusan ini didasari perhitungan matang Beckman untuk "membersihkan area". Dengan menumbangkan raksasa yang memakan banyak tempat tersebut, ruang gerak pertempuran menjadi lebih luas bagi pihak Shanks.
Strategi tersebut terbukti efektif. Tembakan Beckman menciptakan ledakan Haki yang dahsyat, seketika menumbangkan sang Kapten Raksasa dan melukai musuh di sekitarnya. Namun, teknik ini disebut sangat menguras energi sehingga tidak bisa digunakan berkali-kali dalam waktu singkat.
Meski satu musuh besar telah tumbang, ancaman di Hachinosu belum berakhir. Para Komandan Titanic lainnya seperti Shiryu, Avalo Pizarro, dan Vasco Shot yang sebelumnya sempat terdesak, kini mulai pulih dan kembali mengambil posisi untuk menyerang, menambah berat beban pertarungan bagi kubu Shanks.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1174 Part 2 [Sumber: Indopop]
Beralih ke Marijoa, pertempuran satu lawan satu terjadi antara pemimpin Ksatria Suci, Shamrock, melawan pemimpin kaum Buccaneer. Duel ini berlangsung brutal dengan Shamrock yang justru merasa senang karena mendapatkan lawan yang mampu mengimbangi kekuatan dan kecepatannya.
Di sisi lain Marijoa, Gorosei Nusjuro memperlihatkan sisi mengerikan dari kemampuan berpedangnya. Ia memasuki "Mode Pedang Murni", di mana ia bertarung 100% mengandalkan teknik pedang dan Haki tanpa menggunakan kekuatan sihir atau monster. Dalam mode ini, Nusjuro dengan mudah menebas anggota Lunaria muda yang mencoba membantu pemimpinnya.
Tidak ketinggalan, pergerakan Admiral Fujitora di markas Kaisar Bayangan Dunia Bawah juga menjadi sorotan. Fujitora berhasil menembus pertahanan musuh, namun sang Kaisar Bayangan tampaknya memiliki rencana tersembunyi dengan sengaja mengulur waktu menggunakan bawahan-bawahannya, menunggu momen untuk sebuah skema besar yang belum terungkap.
Rangkaian peristiwa ini menjadi kelanjutan langsung dari situasi di chapter sebelumnya, di mana Pemerintah Dunia mulai bergerak agresif ke berbagai titik vital bajak laut. Konfrontasi di Elbaph dan Hachinosu ini diprediksi akan menjadi titik balik penting yang menentukan keseimbangan kekuatan baru di dunia One Piece.