Teori One Piece 1173 Part 6: Kode Keras Black Nika Adalah Kurohige Mode Awakening?
Pembahasan mengenai kelanjutan kisah bajak laut Topi Jerami dalam One Piece Chapter 1173 semakin memanas. Kali ini, fokus cerita beralih pada pertempuran sengit di pulau Elbaf yang melibatkan Roronoa Zoro, para raksasa, serta misteri besar mengenai sosok "Black Nika" yang mulai terkuak.
Chapter ini dibuka dengan situasi tegang di medan tempur. Dua kubu raksasa, yakni raksasa Domy Reversi dan pasukan di bawah pimpinan Jarul, telah saling berhadapan. Sementara itu, Hajrudin, Stansen, dan Zoro masih tertinggal jauh di belakang. Menyadari jarak yang cukup jauh, Zoro memutuskan untuk tidak sekadar berlari.
Pendekar pedang Topi Jerami ini menunjukkan aksi akrobatik dengan melompati kepala para raksasa sebagai pijakan. Langkah ini diambil Zoro untuk menghindari efek Domy Reversi yang mematikan jika ia memijak tanah sembarangan. Setelah berada di posisi strategis di tengah kerumunan raksasa, Zoro melompat tinggi dan bersiap melancarkan serangan.
Zoro kemudian melepaskan teknik Santoryu yang dilapisi Haoshoku Haki dahsyat. Serangan ini sukses menumbangkan banyak raksasa sekaligus dalam satu kali tebasan. Namun, Dory dan Brogy yang menyadari ancaman dari udara segera mencoba melakukan serangan balik ke arah Zoro.
Dalam situasi genting di udara, Zoro menggunakan teknik hempasan pedang untuk memanuver tubuhnya, sebuah teknik yang mengingatkan pada pertarungannya melawan King. Akibat manuver ini, serangan Dory dan Brogy justru meleset dan saling melukai satu sama lain. Jarul pun tampak terkejut melihat efektivitas serangan Zoro.
Meskipun serangan tersebut berdampak besar, para raksasa Domy Reversi diprediksi belum sepenuhnya kalah. Mengacu pada perkataan Imu sebelumnya, wujud Domy Reversi memiliki sifat keabadian, sehingga mereka kemungkinan besar akan bangkit kembali memulihkan diri seiring berjalannya waktu.
Beralih ke lokasi lain, sorotan tertuju pada Brook yang masih terikat oleh panah milik Gunko. Dalam kondisi mendesak, Brook merangkak mendekati Gunko dan berteriak memanggil nama "Putri Suri". Di sini terungkap fakta mengejutkan bahwa Gunko sebenarnya adalah Putri Suri yang telah menghabisi ayahnya sendiri, sosok yang sangat berjasa bagi Brook.
Mendengar teriakan Brook, ingatan asli Gunko mulai kembali. Wajah aslinya sempat muncul sejenak, dan ia berusaha menyelamatkan Brook dengan melepaskan ikatan panahnya. Namun, momen kesadaran ini tidak berlangsung lama karena Imu langsung mengambil alih kembali tubuh Gunko secara paksa.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1173 [Sumber: Indopop]
Meski demikian, kesempatan singkat itu dimanfaatkan Brook untuk melepaskan diri. Adegan epik terjadi ketika Brook, yang belum terkonfirmasi memiliki Haki, mampu menahan serangan Haoshoku Haki dari Imu. Hal ini memicu spekulasi bahwa kekuatan buah iblis Yomi Yomi no Mi milik Soul King mungkin memiliki peran khusus untuk mematahkan teknik pengendalian jiwa Imu.
Sementara itu, ikatan panah pada sebagian besar kru Topi Jerami mulai terlepas. Namun, Nico Robin masih terperangkap oleh duri-duri milik Somers. Sanji yang tiba di lokasi segera bertindak. Melihat Robin terluka, Sanji bersiap menghajar Somers, sang Ksatria Dewa, demi membebaskan rekannya.
Di pelabuhan, anak-anak Elbaf yang dikawal oleh Somers dan ular duri raksasa hampir tiba di tujuan. Namun, para orang tua anak-anak tersebut, yang merupakan generasi pejuang Elbaf, muncul menghadang. Somers yang awalnya jemawa dikejutkan oleh perlawanan para raksasa pejuang yang menyerang "Monster Mimpi Black Nika".
Monster Mimpi Black Nika ini memiliki ciri fisik yang menarik perhatian. Wajah dan hidungnya sangat mirip dengan Marshall D. Teach alias Kurohige. Kemunculan monster ini menjadi "kode keras" atau petunjuk kuat bahwa Kurohige mungkin memiliki wujud dewa melalui Awakening buah iblis Yami Yami no Mi.
Ilustrasi Panel Manga One Piece Chapter 1173 [Sumber: Indopop]
Pertarungan berlanjut dengan Gert, Goldberg, dan Rod yang melancarkan serangan gabungan. Serangan tersebut sukses menumbangkan Monster Mimpi Black Nika. Tubuh monster raksasa itu jatuh mengarah ke posisi Somers.
Tidak ingin tertimpa, Somers secara refleks memukul tubuh monster itu menggunakan gada raksasanya. Tindakan ini justru berakibat fatal. Tubuh monster yang terhempas malah menghantam kapal evakuasi anak-anak Elbaf hingga rusak parah dan tak bisa digunakan lagi.
Somers tampak sangat ketakutan menyadari kesalahannya. Kegagalan misi di Elbaf ini berpotensi membuat nasibnya berakhir tragis seperti Saturn, di mana Imu mungkin akan menarik kembali keabadian para Ksatria Dewa jika mereka dianggap tidak kompeten dalam menjalankan tugas.
Sebagai latar belakang, pada chapter sebelumnya, kekacauan di Elbaf bermula dari invasi pasukan Pemerintah Dunia yang dipimpin oleh para Ksatria Dewa. Kru Topi Jerami terdesak oleh kekuatan misterius Imu yang mampu mengendalikan tubuh lawan, membuat Luffy dan kawan-kawan harus mencari cara untuk mematahkan kendali tersebut sembari melindungi penduduk Elbaf.