Gosip

Sosok Gamayel, Polisi Balikpapan di Balik Kesuksesan Film Agak Laen

13 Januari 2026 | 19:28 WIB
Sosok Gamayel, Polisi Balikpapan di Balik Kesuksesan Film Agak Laen
gamayel di agak lain

Sosok Gamayel, personel Polresta Balikpapan yang dikenal humoris, ternyata memiliki peran penting di balik kesuksesan film Agak Laen: Menyala Pantiku!. Film garapan Ernest Prakasa itu kini telah ditonton lebih dari 10 juta penonton dan masih terus mencetak rekor.

rb-1

Gamayel memiliki nama lengkap Mei Mahatthir Gamayel. Selain berprofesi sebagai anggota kepolisian, ia juga dikenal sebagai komika asal Balikpapan.

Ia bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Balikpapan sejak beberapa tahun lalu dan mulai dikenal luas usai lolos sebagai finalis Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV Season 6 (SUCI 6), sekaligus keluar sebagai juara ketiga.

Baca Juga: Tembus 1,2 Juta Penonton dalam 3 Hari, Ini Sederet Fakta Menarik Film Agak Laen: Menyala Pantiku

rb-2

Jadi Konsultan Kepolisian hingga Terjun ke Penulisan Naskah

Tak banyak yang tahu, Gamayel terlibat langsung sebagai konsultan kepolisian dalam proses penulisan naskah hingga produksi film Agak Laen.

Keterlibatannya bermula dari penulis skenario Aco yang awalnya hanya menanyakan detail seragam kepolisian. Namun, diskusi tersebut berkembang hingga membahas hal teknis lain.

“Awalnya cuma nanya seragam Polri, Kapolres, Kasat, sampai anggota. Lama-lama nanyanya makin dalam, soal proses sidang etik kepolisian,” ujar Gamayel kepada wartawan, Minggu (11/1/2026).

Tak lama kemudian, Ernest Prakasa juga menghubunginya secara langsung untuk mengajak kerja sama.

“Saya sempat kaget. Biasanya yang telepon itu sesama komika buat konsultasi hukum. Ternyata Ernest ngajak kerja sama sebagai konsultan kepolisian,” ungkapnya.

Selama sekitar dua bulan, Gamayel intens berdiskusi dengan tim penulis, bahkan hingga dini hari. Ia membantu memastikan berbagai adegan terkait dunia kepolisian tetap relevan dan mendekati realita, mulai dari penanganan tersangka, prosedur persidangan, hingga detail teknis lainnya.

Muncul Sekilas, Sukses Bikin Penonton Terkejut

Tak hanya bekerja di balik layar, Gamayel juga tampil mengejutkan di film tersebut. Ia muncul di adegan akhir sebagai marbot masjid, bukan sebagai polisi.

“Saya pilih jadi jamaah masjid. Kalau jadi polisi rasanya kayak kerja, bukan akting,” ujarnya sambil tertawa.

Meski hanya tampil selama dua hingga tiga menit, kemunculannya sukses membuat penonton, khususnya warga Balikpapan, terkejut. Menariknya, keterlibatan ini sengaja ia rahasiakan, bahkan dari keluarga sendiri.

“Biar kaget saja,” katanya.

Gamayel mengaku kagum dengan profesionalisme seluruh kru dan pemain. Ia menyebut Agak Laen: Menyala Pantiku! sebagai salah satu produksi film paling nyaman yang pernah ia ikuti.

“Syutingnya sehat, fun, kolaboratif. Tidak kejar-kejaran waktu. Bahkan makannya prasmanan,” kenangnya.

Meski digarap oleh para komika, proses syuting dinilai sangat serius. Untuk satu adegan berdurasi dua menit, pengambilan gambar bisa memakan waktu dari sore hingga dini hari.

Hingga kini, film tersebut telah meraih 10.701.345 penonton dalam 45 hari penayangan dan diprediksi masih akan terus bertambah. Gamayel bahkan memprediksi film ini bisa menembus 12 juta penonton.

“Saya sempat bilang ke Ernest, ini bisa tembus 12 juta. Semoga,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa film Agak Laen berpotensi dikembangkan seperti konsep Warkop, dengan pemain yang sama namun cerita berbeda.

“Kayaknya mau dibuat seperti itu. Jadi jangan heran kalau ceritanya nanti tidak saling nyambung,” pungkasnya.

Capaian ini menempatkan Agak Laen: Menyala Pantiku! ke dalam jajaran film Indonesia terlaris sepanjang masa, bahkan telah melampaui film populer seperti Jumbo dan KKN di Desa Penari. Prestasi ini menjadi bukti bahwa film lokal mampu bersaing dengan tontonan global, meski harus tayang bersamaan dengan Avatar: Fire and Ash.

Tag Gamayel polisi Balikpapan Agak Laen Menyala Pantiku film Agak Laen

Terkait