Pernah Tertipu Robot Trading, Arif Alfiansyah Pilih Investasi Emas Mulai Rp100 Ribu
Setelah melewati badai kegagalan investasi yang menguras tabungannya, Arif Alfiansyah kini menerapkan strategi keuangan yang jauh lebih konservatif. Ia memilih untuk bersikap lebih realistis dalam mengelola pendapatan dan menghindari segala bentuk investasi yang menjanjikan keuntungan kilat.
Kegagalannya di masa lalu berawal dari kekhawatiran akan masa depan kariernya di dunia hiburan yang dianggap hanya bersifat sementara. Namun, kepercayaan buta kepada rekan bisnis justru membawanya pada kerugian finansial senilai Rp200 juta dalam skema Ponzi.
"Waktu itu aku merasa bahwa kehidupan entertainment adalah sementara gitu, bisa digantikan sama siapa pun. Mulailah belajar investasi. Dan kebetulan bertemu dengan orang yang yang tidak begitu jago tapi karena aku percaya, kita akhirnya masuk dan kita semua kena skema Ponzi gitu. Robot trading-nya adalah Mark AI," cerita Arif Alfiansyah ditemui di Pondok Bambu, Jakarta Timur pada Senin (30/6/2026).
Baca Juga: Harga Emas Antam Pagi Ini Tak Bergerak, Ini Daftar Lengkap Harganya 13 Maret 2026
Arif Alfiansyah (Indopop/Raka)
Arif menceritakan bahwa kesalahan fatalnya adalah melakukan teknik compounding atau menaruh seluruh tabungannya demi mengejar keuntungan berlipat. Tanpa strategi mitigasi risiko yang benar, uang yang ia kumpulkan selama bertahun-tahun lenyap seketika saat platform tersebut bermasalah.
"Ini kayak sistemnya nih berlipat-lipat, makanya logikaku adalah, 'Gimana kalau tabunganku kutaruh semua?' Nah ketika kutaruh semua ternyata trouble dan ketahuan bahwa itu skema Ponzi," ungkap Arif.
Baca Juga: Kisah Pahit Arif Alfiansyah, Tertipu Robot Trading Rp200 Juta hingga Harus ke Psikolog
Kini, komika asal Surabaya tersebut mulai menata kembali masa depannya dengan beralih ke instrumen investasi fisik yang lebih aman. Ia memilih untuk menabung emas secara digital dengan nominal yang sangat terjangkau namun dilakukan secara konsisten.
Setiap minggunya, Arif mendisiplinkan diri untuk menyisihkan sisa uang makan harian ke dalam tabungan emasnya. Cara ini dianggapnya lebih aman dan memberikan ketenangan batin dibandingkan mengikuti tren investasi modern yang penuh risiko.
"Emas tuh Rp100 ribu udah mulai (bisa investasi). Jadi ada aplikasi beli emas Rp100 ribu, taruh aja tabungan investasi. Kecil-kecil sekarang udah alhamdulillah. Lumayan, lumayan. Udah lumayan... ya grow terus lah untungnya," tutur Arif.
Arif juga menerapkan aturan ketat dalam mengelola keuangan pribadinya dengan membagi dana ke dalam beberapa pos tabungan yang berbeda. Ia memastikan memiliki dana cadangan yang cukup untuk bertahan hidup selama tiga bulan ke depan jika terjadi kondisi darurat.
Baginya, kunci utama keberhasilan finansial saat ini adalah dengan terus bekerja secara giat dan menabung secara rutin tanpa banyak gaya. Ia tidak lagi tergiur untuk menanamkan modal ke tempat-tempat yang tidak jelas asal-usul pengelolaannya.
"Sekarang hidupku hanya untuk 3 bulan. Jadi tabungan utamaku kutaruh di satu tabungan yang untuk 3 bulan, selebihnya adalah milik investasi dan ada beberapa persen untuk milik yang harus kukasih ke orang," papar Arif.